
AMBON,Nunusaku.id,- Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur (Wagub) Abdullah Vanath memunculkan suatu tradisi baru yang dijalankan selama masa pemerintahan keduanya dan akan dimulai pada Lebaran Idul Fitri 1446/H tahun 2025 ini.
Tradisi tersebut yakni Gubernur bersama Forkopimda, pimpinan OPD Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku, tokoh masyarakat dan tokoh agama Non Muslim akan hadir memberi ucapan selamat Idul Fitri secara langsung kepada Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama dan stakeholder lain usai Sholat Ied.
Diketahui, pelaksanaan Sholat Ied 1446 Hijriah/2025 M akan berlangsung di lapangan Merdeka-Kota Ambon besok pagi (hari ini-red) pukul 07.00 WIT, dengan khatib Hj. Abdullah Vanath, Wakil Gubernur.
“Ini tradisi baru yang kami lakukan di masa pemerintahan saya dan pa Abdullah Vanath. Jadi usai Sholat Ied, saya dan Forkopimda, tokoh-tokoh non Muslim akan berdiri di depan Tribun lapangan Merdeka untuk sampaikan ucapan selamat Idul Fitri,” akui Gubernur kepada awak media, Minggu (30/3).
Selain sebagai momen silaturahmi dengan masyarakat di hari kemenangan Idul Fitri, tetapi menurut Lewerissa, cara seperti ini sekaligus juga untuk menghemat atau efisiensi waktu.
“Sebab kalau kita berkunjung satu per satu untuk sampaikan ucapan selamat, tidak cukup waktu. Ini termasuk cara yang baik dan efektif,” jelas orang nomor satu di Maluku itu.
Tak lupa, Gubernur mengimbau masyarakat Maluku yang Non Muslim agar tetap menjaga toleransi dan persatuan sebagai orang basudara. Agar Idul Fitri tahun ini bisa berjalan lancar dan damai.
“Mari kita hormati saudara-saudara kita umat Muslim yang menyambut kemenangan ini, dengan keriaan spiritual sesuai tradisi yang ada,” ajak Lewerissa.
Diketahui sebelumnya, Gubenur bersama Kapolda Maluku, Irjen Pol Eddy Sumitro Tambunan dan Pangdam XV Pattimura Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo memantau jalannya malam takbiran jelang Idul Fitri 1446/H di tribun lapangan Merdeka Ambon, Minggu (30/3) malam.
Pantauan dilakukan melalui video conference atau Vicon yang turut pula diikuti Walikota Ambon Bodewin Wattimena dan Forkopimda yakni Ketua DPRD Ambon Morits Tamaela, Kapolresta Ambon AKBP Yoga Putra Setya, Dandim 1504/Ambon Kolonel Inf Leo Sinaga, Wakil Ketua DPRD Maluku Johan Lewerissa dan pejabat utama (PJU) Polda Maluku serta Kodam Pattimura.
Menko Polkam Budi Gunawan memimpin langsung pantauan malam takbiran secara terpusat dari Polda Metro Jaya bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Gatot Pujo Nugroho, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih Terkait dan pimpinan instansi vertikal lain.
Menko Budi sempat berdialog dengan beberapa Forkopimda di wilayah Barat, Tengah dan Timur tentang kondisi Kamtibmas terkini daerah masing-masing, termasuk potensi kerawanan dan langkah-langkah yang dilakukan Forkopimda untuk memastikan kelancaran operasi Ketupat 2025.
“Kondisi malam takbiran di Maluku, terpantau aman dan stabil. Kami berharap masyarakat bisa menjaga kestabilan dan keamanan ini hingga Idul Fitri,” tandas Lewerissa.
Dirinya berterima kasih kepada aparat TNI-POLRI dan jajaran pemerintah terkait di 11 Kabupaten/Kota yang bersiaga di wilayah masing-masing untuk kestabilan kondisi keamanan di malam takbiran.
“Kami percaya aparatur keamanan baik TNI maupun Polri juga dengan seluruh jajaran itu senantiasa siap siaga untuk pastikan malam takbiran bisa disyukuri dengan sukacita dan rahmat, dengan tetap dalam koridor menjaga stabilitas keamanan,” ungkapnya.
Dirinya juga yakin, masyarakat Maluku adalah masyarakat yang sangat toleran dan cinta damai. Sehingga sekecil apapun potensi gangguan Kamtibmas bisa dieliminir.
Di tempat yang sama, Kapolda Maluku Irjen Pol Eddy Sumitro Tambunan juga menegaskan, kondisi malam takbiran di wilayah hukum Maluku cukup aman terkendali dan kondusif.
“Laporan dari seluruh kabupaten kota cukup kondusif. Tidak ada kejadian yang menonjol. Mudah-mudahan sampai besok (hari ini-red) bisa kita pertahankan,” akui Jenderal Bintang Dua itu.
Menurut Eddy, himbauan dari tokoh agama, Forkopimda dan tokoh masyarakat sangat berdampak positif. Dimana sebelumnya terlihat banyak konvoi, hari ini tidak begitu banyak. Artinya masyarakat Muslim di Maluku cukup memahami dan mengerti pentingnya Takbiran. (NS)





