INDEPP Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi Maluku 5,24 Persen, Bukti Kinerja Terukur Gubernur Hendrik Lewerissa
file_000000003b7081f789e2113015e30dd6

AMBON,Nunusaku.id – Kinerja perekonomian Provinsi Maluku pada Triwulan II tahun 2026 menunjukkan tren yang semakin positif.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku per 5 Agustus 2026, ekonomi Maluku secara year on year (y-on-y) tumbuh sebesar 5,31 persen, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebesar 3,39 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,29 persen.

Sementara secara quarter to quarter (q-to-q), ekonomi Maluku pada Triwulan II 2026 juga mengalami pertumbuhan dibandingkan Triwulan I 2026. Secara kumulatif hingga Triwulan II 2026, pertumbuhan ekonomi Maluku tercatat sebesar 5,24 persen, menunjukkan akselerasi yang cukup signifikan.

Peningkatan tersebut turut didorong oleh membaiknya kinerja sektor perdagangan luar negeri. Perkembangan ekspor Maluku selama Triwulan II 2026 mengalami peningkatan baik secara quarter to quarter maupun year on year, terutama karena naiknya nilai ekspor komoditas unggulan seperti ikan dan udang, kopi, teh, rempah-rempah, lak, getah, dan damar.

Disisi lain, impor Maluku juga mengalami peningkatan pada periode yang sama. Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya impor komoditas minyak dan gas (migas) yang mendukung aktivitas perekonomian daerah.

Peneliti Institute of Development Economy and Public Policy (INDEPP), Dr. (Cand) Bareta Meisar Titioka, SE, MSi mengapresiasi capaian pertumbuhan ekonomi Maluku yang mencapai 5,24 persen.

Menurutnya, angka tersebut menunjukkan adanya perbaikan fundamental ekonomi daerah di tengah berbagai tantangan fiskal yang masih dihadapi pemerintah.

Bareta menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Maluku terutama didorong oleh meningkatnya konsumsi rumah tangga, khususnya pada momentum libur sekolah dan hari-hari besar keagamaan.

Komponen konsumsi rumah tangga tersebut memberikan kontribusi sekitar 4,11 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Maluku.

“Artinya, ketika daya beli masyarakat meningkat, maka aktivitas perdagangan juga ikut bergerak dan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya ketika dihubungi median ini via Whatsapp, Kamis (6/8).

Selain itu, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi tulang punggung perekonomian Maluku dengan kontribusi pertumbuhan sekitar 1,18 persen. Hal ini menunjukkan bahwa struktur ekonomi Maluku hingga saat ini masih bertumpu pada pemanfaatan sumber daya alam.

Diakuinya, keberhasilan Maluku mencatatkan pertumbuhan ekonomi 5,24 persen ditengah tekanan fiskal merupakan capaian yang patut diapresiasi dan menunjukkan kinerja terukur yang ditunjukkan Gubernur Maluku sebagai Kepala Daerah, bersinergi dengan Tim Ekonomi Pemerintah dan stakeholder terkait.

“Ditengah tekanan fiskal yang cukup tinggi, ekonomi Maluku tetap mampu tumbuh positif sebesar 5,24 persen, disertai inflasi yang tetap terkendali di angka 2,27 persen. Ini sebuah prestasi dan capaian kinerja positif yang ditunjukkan Pemerintah Provinsi Maluku dibawah kepemimpinan Gubernur Hendrik Lewerissa dalam 1,5 tahun memimpin,” katanya.

Atas capaian tersebut, lanjut Bareta, INDEPP memberikan apresiasi positif terhadap berbagai kebijakan Pemerintah Provinsi Maluku yang dinilai berhasil menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan daerah.

Menurutnya, sejumlah indikator ekonomi menunjukkan tren yang semakin membaik, antara lain meningkatnya aktivitas ekspor dan impor, membaiknya sektor industri pengolahan, pertumbuhan positif sektor konstruksi, meningkatnya perdagangan dan investasi, serta menguatnya konsumsi masyarakat.

“Capaian ini perlu terus dijaga melalui kebijakan yang mampu memperkuat sektor-sektor produktif sehingga pertumbuhan ekonomi Maluku semakin berkualitas, inklusif, dan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Bareta.

Meski mengapresiasi kinerja Gubernur dan tim ekonominya, INDEPP tambah akademisi dari Politeknik Negeri Ambon yang sedang menuntaskan studi Doktoral di Universitas Negeri Surakarta-Solo itu tetap memberi catatan rekomendasi untuk pemerintah kedepan guna terus memacu pertumbuhan ekonomi daerah.

Pertama; perlu meningkatkan hilirisasi sektor perikanan, kedua; perlu memperkuat industri pengolahan lokal, ketiga; perlu mempercepat investasi, memperkuat sektor UMKM, keempat; pentingnya meningkatkan konektivitas antarpulau dan kelima: meningkatkan kualitas sumberdaya manusia (SDM).

“Kita, dalam hal ini pemerintah harus pastikan pertumbuhan ekonomi yang tumbuh positif tidak saja dilihat berdasarkan angka kuanitfikasi, tetapi harus berbanding lurus dengan kualitas pertumbuhan ekonomi yang tujuan akhirnya ialah kesejahteraan masyarakat di Maluku,” kuncinya. (NS)

Views: 6
Facebook
WhatsApp
Email