
AMBON,Nunusaku.id,- Sebanyak 10 personel Polri dari Polda Maluku resmi terdaftar dan siap mengikuti seluruh tahapan seleksi pendidikan S-2 STIK tahun anggaran 2026.
Sebelum seleksi program S-2 STIK reguler angkatan ke-16 dan S-2 STIK RPL angkatan 1 tahun 2026 berjalan, para peserta bersama panitia diambil sumpah dan melakukan penandatanganan pakta integritas.
Kegiatan itu diikuti secara virtual oleh Polda Maluku dari ruang Command Center lantai 4 Mapolda Maluku, Senin (2/3/26), dan dipimpin terpusat oleh Karo Dalpers SSDM Polri Brigjen Pol. Erthel Stephan dari Mabes Polri.
Di Polda Maluku, kegiatan ini dihadiri Karo SDM Kombes Pol. Jemi Junaidi didampingi para Pejabat Utama yaitu Kabid Propam, Kabid Dokkes, Kabidkum, Kabid Humas, Korsahli Kapolda, Wadir Lantas, serta Kabag Dalpers Biro SDM Polda Maluku.
Karo Dalpers SSDM Polri Brigjen Pol. Erthel Stephan menegaskan, seleksi pendidikan pengembangan ini instrumen strategis untuk meningkatkan integritas, kompetensi, dan kualitas kepemimpinan personel Polri sesuai ketentuan Perkap nomor 4 tahun 2019.
Ia menjelaskan, perbedaan mendasar antara pendidikan akademik (S-1, S-2, dan S-3 STIK) dengan pendidikan manajerial Polri seperti PKP, PKA, Sespimma, Sespimmen, hingga Sespimti dan Lemhannas.
“Seleksi S-2 STIK tahun ini menjadi tahap awal penyesuaian kebijakan pendidikan Polri dengan kebijakan Kemendikti-Saintek. Ini langkah positif agar lulusan Akpol dapat langsung menyesuaikan diri ke jenjang S-2. Kita harus adaptif terhadap perubahan dan perkembangan situasi,” ujar Stephan.
Dikatakan, adanya kebijakan baru yang memberi ruang lebih luas bagi personel Polri, dimana pangkat minimal peserta kini diturunkan dari AKP menjadi Iptu dengan masa dinas nol tahun, dari total 553 peserta seleksi di seluruh Indonesia.
Terpisah, Karo SDM Polda Maluku Kombes Pol. Jemi Junaidi menegaskan, pakta integritas bukan sekadar formalitas, melainkan komitmen moral dan institusional untuk menjamin proses seleksi berjalan objektif, jujur, dan berkeadilan.
“Seleksi ini kesempatan emas bagi personel Polri untuk meningkatkan kapasitas akademik dan profesionalisme. Namun, peluang ini harus dijawab dengan kesiapan diri, integritas, dan kualitas. Jangan hanya andalkan rekam jejak penghargaan, tetapi buktikan kemampuan secara nyata dan terhormat,” tegas Jemi.
Ia juga mengingatkan pentingnya manajemen diri bagi para peserta agar mampu menyeimbangkan tugas kedinasan, proses belajar, dan waktu istirahat secara proporsional.
“Peserta seleksi merupakan personel pilihan. Karena itu, standar akademik dan etika yang dijaga harus berada di atas rata-rata mahasiswa pada umumnya,” tambahnya.
Dengan menjunjung tinggi prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis), seleksi ini diharapkan mampu lahirkan perwira-perwira Polri yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berintegritas tinggi dan siap menjawab tantangan pelayanan publik di era modern.
Polda Maluku tegaskan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia Polri yang unggul, berintegritas, dan adaptif terhadap dinamika zaman melalui keterlibatan aktif dalam. (NS)




