
AMBON,Nunusaku.id,- Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa bersama Kapolda Maluku, Irjen Pol Eddy Sumitro Tambunan dan Pangdam XV Pattimura Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo melakukan pemantauan jalannya malam takbiran jelang Idul Fitri 1446/H di tribun lapangan Merdeka Ambon, Minggu (30/3) malam.
Pantauan dilakukan melalui video conference atau Vicon yang turut pula diikuti Walikota Ambon Bodewin Wattimena dan Forkopimda yakni Ketua DPRD Ambon Morits Tamaela, Kapolresta Ambon AKBP Yoga Putra Setya, Dandim 1504/Ambon Kolonel Inf Leo Sinaga, Wakil Ketua DPRD Maluku Johan Lewerissa dan pejabat utama (PJU) Polda Maluku serta Kodam Pattimura.
Menko Polkam Budi Gunawan memimpin pantauan malam takbiran secara terpusat dari Polda Metro Jaya bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Gatot Pujo Nugroho, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dan sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih Terkait dan pimpinan instansi vertikal lain.
Menko Budi sempat berdialog dengan beberapa Forkopimda di wilayah Barat, Tengah dan Timur tentang kondisi Kamtibmas terkini daerah masing-masing, termasuk potensi kerawanan dan langkah-langkah yang dilakukan Forkopimda untuk memastikan kelancaran operasi Ketupat 2025.
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menegaskan, secara umum berdasarkan laporan dari aparat keamanan TNI-POLRI maupun pemerintah kabupaten/kota, kondisi malam takbiran di Maluku saat ini aman dan kondusif.
“Kondisi malam takbiran di Maluku, terpantau aman dan stabil. Kami berharap masyarakat bisa menjaga kestabilan dan keamanan ini hingga Idul Fitri,” tandas Lewerissa.
Dirinya berterima kasih kepada aparat TNI-POLRI dan jajaran pemerintah terkait di 11 Kabupaten/Kota yang bersiaga di wilayah masing-masing untuk kestabilan kondisi keamanan di malam takbiran.
“Kami percaya aparatur keamanan baik TNI maupun Polri juga dengan seluruh jajaran itu senantiasa siap siaga untuk pastikan malam takbiran bisa disyukuri dengan sukacita dan rahmat, dengan tetap dalam koridor menjaga stabilitas keamanan,” ungkapnya.
Dirinya juga yakin, masyarakat Maluku adalah masyarakat yang sangat toleran dan cinta damai. Sehingga sekecil apapun potensi gangguan Kamtibmas bisa dieliminir.
Menyoal pelaksanaan Sholat Ied, HL, sapaan akrabnya mengaku, akan berjalan di lapangan merdeka besok pagi (hari ini-red). Dengan skenario awal ialah Gubernur dan Forkopimda serta pimpinan OPD non Muslim akan hadir memberi ucapan selamat Idul Fitri kepada Forkopimda, tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama dan stakeholder lain usai pelaksanaan Sholat Ied.
“Ini tradisi baru yang kami lakukan di masa pemerintahan saya dan pa Wagub Abdullah Vanath. Jadi selepas Sholat Ied, tokoh-tokoh non Muslim akan berdiri di depan Tribun lapangan Merdeka untuk sampaikan ucapan selamat. Sekaligus kita bersilaturahmi dengan masyarakat dan hemat waktu. Sebab kalau kita kunjungi satu per satu, tidak cukup. Ini termasuk cara yang baik dan efektif,” jelasnya.
Lebih lanjut, dirinya mengimbau masyarakat Maluku non Muslim tetap menjaga toleransi dan persatuan sebagai orang basudara. Agar Idul Fitri tahun ini bisa berjalan lancar dan damai.
“Mari kita hormati saudara-saudara kita umat Muslim yang menyambut kemenangan ini, dengan keriaan spiritual sesuai tradisi yang ada,” ajak orang nomor satu di Maluku itu.
Di tempat yang sama, Kapolda Maluku Irjen Pol Eddy Sumitro Tambunan juga menegaskan, kondisi malam takbiran di wilayah hukum Maluku cukup aman terkendali dan kondusif.
“Laporan dari seluruh kabupaten kota cukup kondusif. Tidak ada kejadian yang menonjol. Mudah-mudahan sampai besok (hari ini-red) bisa kita pertahankan,” akui Jenderal Bintang Dua itu.
Menurut Eddy, himbauan dari tokoh agama, Forkopimda dan tokoh masyarakat sangat berdampak positif. Dimana sebelumnya terlihat banyak konvoi, hari ini tidak begitu banyak. Artinya masyarakat Muslim di Maluku cukup memahami dan mengerti pentingnya Takbiran. (NS)





