
AMBON,Nunusaku.id,- Gedung Sport Hall Karang Panjang, Ambon masih dipenuhi suasana riuh suara dukungan penonton yang datang dari berbagai penjuru.
Sebab, Selasa (16/9) merupakan hari kedua gelaran Garuda Yaksa Championship IV. Turnamen itu sejak pagi berlangsung penuh semangat.
Para karateka dari berbagai daerah di Maluku tampil trengginas di area pertandingan, ditemani teriakan semangat dari pelatih, rekan setim, dan keluarga yang hadir mendukung.
Di hari kedua, enam kelas langsung dipertandingkan hingga final. Mulai dari usia dini kumite perorangan -30 kg putra, -25 kg putri, +25 kg putri, +30 kg putra, hingga pra pemula kumite perorangan +35 kg putra, -30 kg putri, -35 kg putra, serta +30 kg putri.
“Untuk sistem pertandingan, setiap kelas dimainkan langsung sampai semifinal, lalu berlanjut ke final,” jelas Ketua Harian FORKI Maluku, Yopie Angwarmase di sela turnamen, Selasa.
Dijelaskan, pada kategori atau kelas Tatami 1 dan 2, pertandingan pra pemula kumite perorangan -35 kg putra dan +30 kg putri menjadi perhatian.
Lantaran jumlah peserta yang banyak, masing-masing mencapai 28 hingga 47 orang, membuat pertandingan berlangsung ketat dan membutuhkan waktu lebih panjang.
Meski ketat dan berjalan “panas”, namun pelaksanaan kejuaraan masih berjalan mulus tanpa kendala. Dewan juri dan wasit pun melaksanakan tugas dengan baik, tanpa adanya protes berarti dari kontingen maupun insiden cedera serius.
“Yang paling penting, sampai hari kedua ini semua berjalan lancar. Tidak ada komplain atau masalah serius. Itu menunjukkan kualitas penyelenggaraan semakin baik,” jelas Yopie
“Panitia juga mendatangkan tenaga admin EO dari Jawa Barat, sehingga kualitas pertandingan tetap terjaga sesuai standar nasional,” ungkapnya.

Besok, Rabu (17/9), turnamen memasuki hari ketiga atau hari terakhir dengan mempertandingkan kategori junior dan senior.
“Khusus kelas senior, pertandingan sekaligus menjadi ajang seleksi untuk menentukan atlet karate Maluku yang akan bertarung di Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri, oktober 2025 di Kudus, Jawa Tengah,” ungkapnya.
Rencananya, rangkaian turnamen karate bergengsi yang digagas Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum FORKI Maluku dan Partai Gerindra akan ditutup langsung orang nomor satu di Maluku itu.
Kehadiran Gubernur di hari penutupan akan semakin memotivasi para atlet muda Maluku untuk terus berprestasi, membawa harum nama daerah di level nasional maupun internasional.
Diketahui, sebanyak 930 atlet dari 23 kontingen ambil bagian, berasal dari Maluku Tenggara, Buru, Maluku Tengah, Seram Bagian Barat, Ambon, Tual, Buru Selatan, Maluku Barat Daya hingga Kepulauan Tanimbar.
Sorak sorai, semangat juang, dan sportivitas yang ditunjukkan sejak hari pertama hingga hari kedua menjadi bukti, karate di Maluku sedang tumbuh menjadi cabang olahraga yang membanggakan.
Untuk memacu semangat para kontingen, panitia menyiapkan hadiah bergengsi. Juara umum I akan menerima piala bergilir Garuda Yaksa beserta uang pembinaan Rp 10 juta, Juara umum II Rp 7,5 juta, dan Juara umum III Rp 5 juta.
Hingga berita ini tayang, pertandingan sejumlah kategori masih berlangsung dengan sengit antar kontingen. (NS)






