
AMBON,Nunusaku.id,- Halal Bi Halal harus dijadikan momentum untuk terus tingkatkan kinerja, profesionalisme dan integritas dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab sebagai aparatur sipil negara (ASN).
Apalagi tantangan pembangunan provinsi Maluku kedepan semakin kompleks. Dihadapkan dengan berbagai isu strategis yang memerlukan kerja keras, inovasi dan kolaborasi dari seluruh ASN.
“Mari tingkatkan kinerja, profesionalisme dan integritas. Semangat persatuan dan kesatuan yang dipupuk hari ini harus jadi modal utama dalam menjalankan tugas & tanggungjawab,” ajak Gubernur dalam Halal Bi Halal Pemerintah Provinsi Maluku 1446/H di Islamic Center Ambon, Selasa (22/4/25).
Selain itu, Gubernur juga mengajak jajaran ASN agar fokus dan bekerja keras mengimplementasikan program prioritas daerah, serta pastikan semua program tepat sasaran dan memberi manfaat bagi masyarakat Maluku.
“Saya percaya dengan semangat kebersamaan, kerja keras dan dedikasi yang tinggi kita mampu mewujudkan Maluku yang adil, maju dan sejahtera,” ujarnya penuh semangat.
Meski diakui, 62 hari dilantik, bersama Wagub keduanya menghadapi masa sulit, dimana kondisi Maluku hari ini sedang tidak baik-baik saja. Perang dagang antara Amerika dan Tiongkok sangat berimplikasi serius terhadap perekonomian dunia maupun nasional termasuk juga pada pertumbuhan ekonomi daerah.
“Khususnya di Maluku, beberapa produk kelautan seperti ikan, udang, itu pasar terbaik tradisionalnya ada di Amerika Serikat (AS), selain Tiongkok, Jepang, Korea dan Taiwan,” jelasnya.
Dengan berlakunya tarif import 32 persen oleh Presiden AS Donald Trump, tentu membuat para pelaku di Indonesia dan di Maluku khususnya mengalami kesulitan yang tidak mudah.
Sebab tarif tersebut sangat berat bagi pelaku usaha. Karena itu memang saat ini pemerintah sementara menggalakan untuk mencari pasar-pasar baru, pasar alternatif sebagai tujuan import.

“Pasar-pasar yang selama ini menjadi pasar tradisional. Tujuan ekspor Indonesia alami kontraksi sangat ekstrim. Implikasi bagi kita di Maluku tentu saja roda pertumbuhan ekonomi akan terpengaruh. Kita berdoa dan berharap semoga kondisi global ini cepat berlalu yang berimplikasi pada kondisi nasional dan lokal di Maluku,” urainya.
Tagal itu, Gubernur meminta aparatur sipil negara (ASN) pemerintah provinsi (Pemprov) Maluku agar bertindak sebagai promotor perdamaian di wilayah dan desa/negeri masing-masing.
Pentingnya menjadi promotor perdamaian itu seiring maraknya terjadi konflik atau pertikaian antar kelompok masyarakat di Maluku, yang sebetulnya muasalnya antar pribadi orang per orang, tetapi digiring masuk jadi konflik komunal.
“Di suasana Halal Bi Halal ini, saya mengajak kita semua biarlah ASN provinsi Maluku ini berperan sebagai promotor perdamaian. Menjadi agen-agen yang mempererat silaturrahmi, mempererat kohesi atau hubungan sosial,” pinta Gubernur.
Hal itu sangat penting. Sebab bagi Gubernur maupun Wakil Gubernur, sulit untuk melaksanakan program dan kegiatan, serta mengharapkan investasi di Maluku, kalau kondisi stabilitas keamanan tidak kondusif.
“Tidak ada referensinya itu. Mana ada investor mau tanamkan modalnya di suatu wilayah, sementara dia tahu wilayah itu sedang bergejolak, tidak stabil dan tidak aman. Tidak ada rumusan ekonomi di manapun. Tidak ada literatur manapun yang membuktikan, mencerahkan bahwa meski daerah itu konflik, investasi tetap berjalan. Itu tidak mudah terjadi,” tegasnya.
Pemerintah dan masyarakat Maluku tentu menurut Gubernur, berharap investasi masuk ke Bumi Raja-raja. Maka tugas pemerintah, tugas negara dan masyarakat untuk memastikan kondisi di Maluku dalam keadaan aman dan stabil.
“Di moment Hal bi Halal saya mohon jangan anggap ini sepeleh, ini serius. Mari kita mengambil keputusan moral untuk memastikan kita berperan dalam batas yang dilakukan sebagai promotor perdamaian,” harap orang nomor satu di Maluku itu. (NS)





