Hadapi Era AI, Gubernur Minta IAKN Ambon Cetak SDM Unggul Tanpa Kehilangan Nilai Spiritual-Kemanusiaan
IMG-20261027-WA0003

AMBON,NUNUSAKU.ID – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa menegaskan, wisuda bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal dari tanggungjawab lebih besar bagi para lulusan untuk mengabdikan ilmu pengetahuan dan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Pesan tersebut disampaikan Lewerissa dalam Wisuda Periode III tahun 2026 sekaligus Dies Natalis ke-VIII Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon, Selasa (27/10/26).

Menurutnya, gelar akademik yang diperoleh para wisudawan harus menjadi bekal untuk berkarya, mengabdi, dan mengambil bagian dalam pembangunan, terutama dalam menjawab berbagai kebutuhan masyarakat di tengah perubahan zaman.

“Wisuda bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab lebih besar. Gelar akademik yang saudara-saudari peroleh hari ini hendaknya menjadi bekal untuk berkarya, mengabdi, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Lewerissa juga menyampaikan selamat memperingati Dies Natalis VIII kepada seluruh civitas akademika IAKN Ambon.

Ia menilai delapan tahun perjalanan kelembagaan merupakan momentum penting untuk merefleksikan perjalanan institusi, mengevaluasi capaian, memperkuat komitmen, serta meneguhkan arah pengembangan perguruan tinggi ke depan.

Gubernur berharap, IAKN Ambon terus bertumbuh menjadi perguruan tinggi keagamaan yang unggul, berkualitas, berintegritas, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menghadapi tantangan zaman.

“Perkembangan dunia yang semakin pesat menuntut tersedianya generasi muda yang berkualitas, memiliki penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan,” tegasnya.

Karena itu, perguruan tinggi akui Gubernur, memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilannya untuk menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat.

Ia juga mengingatkan para lulusan agar terus memelihara semangat long life education atau pendidikan sepanjang hayat. Keberhasilan menyelesaikan pendidikan tinggi, katanya, harus menjadi landasan untuk terus belajar, mengembangkan kapasitas diri, dan memperluas kontribusi di berbagai bidang kehidupan.

“Semangat yang sudah terbukti hari ini harus terus dibawa untuk memberikan kontribusi nyata di masyarakat,” ujarnya.

IAKN Ambon Harus Adaptif terhadap Perkembangan Teknologi

Lebih lanjut, Gubernur menekankan, peringatan Dies Natalis VIII tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk memperkuat budaya mutu, meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik dan kependidikan, mengembangkan inovasi pembelajaran, serta memperluas jejaring kerja sama.

Ia mengingatkan, pendidikan tinggi menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari perubahan teknologi, perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence), tuntutan dunia kerja, hingga persaingan global.

“Dalam situasi tersebut, IAKN Ambon dituntut terus berbenah dan beradaptasi agar mampu menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan zaman,” tukas Gubernur.

Namun, adaptasi terhadap perkembangan teknologi, menurut Lewerissa, harus tetap berjalan seiring dengan pemeliharaan jati diri IAKN Ambon sebagai institusi pendidikan keagamaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai spiritual, etika, dan kemanusiaan.

Ia meyakini, dukungan kepemimpinan yang kuat, tata kelola yang baik, dosen berkualitas, mahasiswa berprestasi, serta keterlibatan seluruh civitas akademika akan menjadi bagian penting dalam mendorong kemajuan IAKN Ambon.

Dengan demikian, IAKN Ambon diharapkan terus berkembang menjadi institusi pendidikan tinggi yang membanggakan masyarakat Maluku sekaligus mampu menghasilkan sumber daya manusia yang berdaya saing.

Pemprov Maluku Dorong Sinergi dengan Perguruan Tinggi

Lewerissa turut menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Maluku untuk mendorong sinergi dengan seluruh lembaga pendidikan tinggi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mempercepat pembangunan daerah.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda Maluku untuk berkembang, berinovasi, serta berkontribusi dalam pembangunan daerah maupun nasional.

Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat persaudaraan, membangun kolaborasi, dan bekerja secara sungguh-sungguh demi masa depan Maluku.

“Mari kita terus bergandengan tangan, memperkuat persaudaraan, membangun kolaborasi, dan bekerja dengan sungguh-sungguh demi terwujudnya Maluku yang maju, adil dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045,” tutup Lewerissa. (NS)

Views: 12
Facebook
WhatsApp
Email