
AMBON,Nunusaku.id,- Sosialisasi dan edukasi pencegahan paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) yang digelar tim cegah Satgaswil Maluku Densus 88 Antiteror Polri kini menyasar MTs Negeri Ambon.
Kepala MTs Negeri Ambon, Riyadi Kamis, berterima kasih atas kepedulian Densus 88 yang telah turun langsung memberikan pembinaan kepada ratusan siswa.
Menurutnya, langkah ini menjadi upaya strategis dalam membentengi pelajar dari pengaruh paham berbahaya di era digital.
“Apresiasi dan terima kasih kepada bapak Iptu Irawan Rumasoreng beserta tim Densus 88 atas pembinaan dan edukasi yang sangat penting ini. Anak-anak perlu mendapat pemahaman sejak dini agar tidak mudah terpapar paham intoleran maupun radikal,” ujar Riyadi di Ambon, Selasa (21/10/25).
Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah tersebut diikuti sekitar 600 siswa dan tenaga pendidik.
Tim Densus 88 memberikan pemahaman mendalam tentang pengaruh media sosial, modus penyebaran paham radikal, serta langkah-langkah pencegahan di lingkungan sekolah.
Riyadi menegaskan, pihaknya akan menindaklanjuti hasil pembinaan ini dengan memperkuat pendidikan karakter dan pengawasan terhadap perilaku siswa di lingkungan sekolah.
Ia juga meminta para guru untuk mengulang dan menyampaikan kembali materi yang telah diberikan tim Densus 88 agar pesan edukatifnya benar-benar tertanam.
“Kami akan teruskan semangat ini. Para guru diharapkan menyampaikan kembali materi sosialisasi agar pemahaman siswa semakin kuat dan tertanam dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Menurut dia, kolaborasi antara dunia pendidikan dan aparat penegak hukum seperti Densus 88 merupakan langkah nyata dalam membangun generasi muda yang cinta damai, toleran, dan berwawasan kebangsaan.
“Sekolah memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan. Kami siap menjadi mitra strategis Densus 88 dan pihak kepolisian dalam mencegah berkembangnya paham radikal di kalangan pelajar,” tutup Riyadi.
Sosialisasi tersebut merupakan bagian dari program cegah radikalisme sejak dini yang rutin dilaksanakan Densus 88 AT Polri di berbagai sekolah dan kampus di wilayah Maluku.
Program ini menitikberatkan pada pembentukan pola pikir kritis dan literasi digital di kalangan pelajar agar mampu menangkal propaganda intoleransi dan ekstremisme berbasis media sosial. (NS)

