
AMBON,Nunusaku.id,- Negara memberikan penghormatan tertinggi bagi Briptu Ananda Risyhant Tutupoho, anggota Direktorat Intelkam Polda Maluku yang gugur saat berupaya menyelamatkan seorang pelajar tenggelam di perairan Pantai Nirun Lear Ngursoin, Kota Tual.
Atas pengorbanan tersebut, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menganugerahi Kenaikan Pangkat Luar Biasa Anumerta (KPLBA) kepada almarhum dari Briptu menjadi Brigadir Polisi (Brigpol) Anumerta.
Kenaikan pangkat tersebut ditetapkan melalui Keputusan Kapolri nomor Kep/901/VI/2026 tanggal 22 Juni 2026 tentang Kenaikan Pangkat Luar Biasa Anumerta, sebagai bentuk penghargaan negara atas keberanian dan pengabdian luar biasa yang ditunjukkan almarhum dalam misi kemanusiaan menyelamatkan nyawa sesama.
Peristiwa heroik yang merenggut nyawa Brigpol Anumerta Rishyant Tutupoho terjadi pada Minggu (21/6) sekitar pukul 14.40 WIT di kawasan wisata Pantai Nirun Lear Ngursoin, Kecamatan Kei Kecil Selatan, Kota Tual.
Saat itu, seorang pelajar, Opy Hanubun (16) dilaporkan tenggelam setelah terseret arus laut. Melihat kejadian tersebut, Briptu Rishyant bersama seorang prajurit TNI Angkatan Udara, Serda Rangga S., tanpa ragu terjun ke laut untuk memberi pertolongan.
Keduanya berjuang melawan derasnya arus dan tingginya gelombang demi menyelamatkan korban. Namun dalam proses penyelamatan tersebut, Briptu Rishyant dan Serda Rangga justru ikut terseret ombak hingga akhirnya meninggal dunia.
Peristiwa tersebut menyita perhatian publik dan menghadirkan kisah heroik tentang dua aparat negara yang rela mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan generasi muda bangsa.
Kapolda Maluku Irjen Pol. Dadang Hartanto menegaskan, kenaikan pangkat luar Biasa Anumerta yang diberikan Kapolri merupakan bentuk penghormatan negara atas pengorbanan luar biasa yang telah ditunjukkan almarhum.
“Brigpol Anumerta Rishyant Tutupoho adalah pahlawan kemanusiaan. Ia tidak gugur dalam pertempuran ataupun operasi kepolisian, tetapi gugur ketika pertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan seorang anak bangsa. Pengorbanan seperti inilah yang menjadi makna sejati pengabdian seorang Bhayangkara,” tegas Kapolda.
Menurut Kapolda, tindakan yang dilakukan almarhum mencerminkan nilai luhur kemanusiaan yang menjadi ruh pengabdian setiap anggota Polri dalam melayani dan melindungi masyarakat.
“Ketika masyarakat butuhkan pertolongan, almarhum tidak berpikir tentang keselamatannya sendiri. Ia memilih bertindak demi menyelamatkan nyawa orang lain. Keberanian dan ketulusan seperti ini adalah teladan yang harus diwariskan kepada seluruh anggota Polri,” ujarnya.
Kapolda menegaskan, institusi Polri kehilangan salah satu putra terbaiknya. Namun nilai pengabdian yang diwariskan Brigpol Anumerta Rishyant akan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi Bhayangkara berikutnya.
“Negara memberi penghormatan melalui kenaikan pangkat anumerta, tetapi penghargaan yang sesungguhnya adalah keteladanan yang ditinggalkannya. Nama Brigpol Anumerta Rishyant Tutupoho akan selalu dikenang sebagai simbol keberanian, kepedulian, dan pengabdian tanpa batas kepada kemanusiaan,” ungkap Kapolda.
Jenderal Bintang Dua itu juga menyampaikan penghargaan kepada prajurit TNI AU Serda Rangga S. yang turut gugur dalam aksi penyelamatan tersebut.
“Peristiwa ini menunjukkan bahwa kemanusiaan berada diatas segala-galanya. Bangsa ini kehilangan dua putra terbaik yang memilih menolong sesama meski harus mengorbankan nyawanya sendiri. Pengabdian mereka akan menjadi teladan bagi kita semua,” pungkas Dadang. (NS)



