
JAKARTA,Nunusaku.id,- Hendrik Lewerissa dan Abdullah Vanath resmi dilantik dan diambil sumpah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) Maluku periode 2025-2030 oleh Presiden Indonesia Prabowo Subianto.
Pelantikan yang dilakukan serentak bersama total 961 Gubernur/Wagub, Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota dari 481 daerah dilakukan di kompleks Istana Negara Jakarta, Kamis (20/2/25).
Pelantikan Gubernur dan Wagub Maluku dan Gubernur-Wagub lain yang tidak bersengketa di Mahkamah Konsitusi (MK) dilakukan berdasarkan surat keputusan Presiden nomor 15B tahun 2025 tertanggal 31 Januari 2025.

Sementara Gubernur/Wagub yang bersengketa di MK dan telah ada putusan Dismissal atau sela dilantik berdasarkan SK Presiden nomor 24B tahun 2025 tertanggal 17 Februari 2025.
Sedangkan Bupati/Wabup dan Walikota/Wakil Walikota baik tanpa sengketa MK maupun sengketa di MK dengan ada putusan Dismissal dilantik berdasarkan putusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) nomor 100.2.1.3 /1719 tahun 2025 tentang pengesahan pengangkatan kepala daerah dan wakil kepala daerah pada kabupaten/kota hasil Pilkada 2024 masa jabatan 2025-2030.
Dalam momen pelantikan tersebut, sebanyak enam (6) kepala daerah yang mewakili enam (6) agama mewakili koleganya untuk tampil di depan ucapkan sumpah, disematkan PIN dan menandatangani berita acara pelantikan.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo Subianto mengucapkan selamat kepada 961 Gubernur/Wagub, Bupati/Wabup dan Walikota/Wawali atas mandat yang diberikan rakyat di daerah masing-masing dengan dilakukannya pelantikan hari ini.
“Ini adalah momen bersejarah pertama kali di negara kita. Dilantik 33 Gubernur/Wagub, 363 Bupati, 362 Wabup, 85 Walikota dan Wawali, dari 481 daerah dilantik serentak oleh Kepala Negara di Istana Negara,” tandas Prabowo.

Baginya, proses pelantikan serentak ini menunjukkan betapa besar bangsa Indonesia, karena memiliki demokrasi yang hidup, dan sangat dinamis.
“Kita berada dari partai yang berbeda-beda, telah jalani kampanye dengan sulit, penuh tantangan dan meminta dukungan rakyat dan telah meraih kepercayaan rakyat,” sebutnya.
Karena itu, Presiden ingatkan kepala daerah untuk menjalankan amanah rakyat tersebut dengan penuh rasa tanggungjawab.
“Saudara dipilih, saudara adalah abdi rakyat, pelayan rakyat maka saudara harus membela kepentingan rakyat, menjaga kepentingan rakyat. Berjuang bagi kebaikan hidup mereka. Itu adalah tugas kita, sebagai kepala daerah,” ingatnya.
“Walau berasal dari agama, keluarga dan partai yang berbeda, kita adalah keluarga besar Bhineka Tunggal Ika, keluarga besar Nusantara, keluarga besar Persatuan Indonesia,” pesan Ketua Umum Partai Gerindra itu. (NS)





