Gubernur Maluku Selalu Terbuka, Peduli & Komunikatif dengan Umat Islam; Jangan Bangun Narasi Provokatif
IMG-20260218-WA0038

AMBON,Nunusaku.id,- Narasi-narasi bernada provokatif berseliweran beberapa hari terakhir di WhatsApp Group (WAG) “menyerang” Hendrik Lewerissa sebagai Gubernur Maluku maupun secara pribadi.

Satu diantaranya yang paling fatal dan bisa memicu ketidakharmonisan di masyarakat misalnya diposting oleh akun fake bernama “Opposite Offset” yang memposting foto Gubernur disertai tulisan “Hendrik Lewerissa binci Islam; Organisasi Islam mati tak berdaya di Bulan Ramadhan”.

Publik pun bereaksi atas beredarnya narasi-narasi provokatif itu. Setelah sebelumnya Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Maluku lewat fungsionarisnya, Ali Alkatiri lantang melihat postingan itu bernada provokatif.

Kali ini pemikiran yang sama datang dari juru bicara (Jubir) Lawamena, Rauf Pellu. Dia menilai tudingan tersebut tidak berdasar dan berpotensi menyesatkan opini publik.

Menurutnya, selama ini Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa justru dikenal sebagai sosok terbuka, komunikatif, serta selalu memberi ruang dialog bagi seluruh organisasi keagamaan tanpa terkecuali.

“Pernyataan yang menyebut Gubernur tidak perhatikan organisasi keagamaan dan umat Islam sangat keliru. Justru selama ini Pa Gubernur selalu membuka ruang, berdialog, dan menerima setiap organisasi keagamaan yang datang bersilaturahmi maupun menyampaikan aspirasi,” tegasnya, Rabu (18/2).

Pemerintah Provinsi Maluku dibawah kepemimpinan Gubernur Hendrik Lewerissa jelang setahun menjabat ini akuinya, telah memberi perhatian nyata terhadap aktivitas organisasi keagamaan, baik dalam bentuk dukungan kegiatan, fasilitasi program keumatan, maupun sinergi dalam menjaga kerukunan antar umat beragama.

“Selama ini kita bisa melihat secara jelas bagaimana pemerintah provinsi memberi dukungan penuh terhadap kegiatan-kegiatan keagamaan lintas iman maupun internal umat beragama,” tegasnya.

Hal itu membuktikan bahwa Gubernur memiliki komitmen kuat dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan di Maluku.

Salah satu buktinya, ketika terjadi konflik atau persoalan di beberapa daerah, Gubernur selalu turun langsung dan merangkul semua elemen masyarakat termasuk umat Muslim.

Tak hanya itu, kehadiran Gubernur di setiap momen keagamaan Islami hingga menyalurkan bantuan sosial, yang terkini di Desa Kulur dan beberapa titik lain di sejumlah Kabupaten/Kota di Maluku sehari jelang bulan suci Ramadhan menunjukkan betapa tudingan itu salah alamat dan sangat tendensius.

“Ini sekaligus memberi penegasan kuat bahwa Gubernur Maluku tidak pernah membenci umat Islam. Jangan melihat secara skeptis lalu mudah menyimpulkan. Mari melihat secara utuh,” tukasnya.

Dirinya pun mengimbau seluruh pihak agar lebih bijak dalam menyampaikan kritik maupun pendapat, terlebih yang berpotensi mempengaruhi persepsi publik secara negatif.

Namun jika melihat narasi-narasi provokatif tersebut, Rauf menilai sudah timbulkan masalah hukum karena mengandung banyak unsur terpenuhi. Karena itu diminta aparat kepolisian bertindak dan tidak menutup mata.

“Kami juga minta aparat kepolisian memberi atensi khusus terkait postingan-postingan provokatif itu,” pintanya.

Kritik tetap penting dan Gubernur bukan orang yang antiritik tetapi selalu terbuka. Namun harus berdasarkan data, fakta, dan niat untuk membangun, bukan menyerang personal maupun institusi.

“Kami berharap siapapun itu dapat kedepankan dialog konstruktif. Jika ada kekurangan, mari sampaikan secara elegan. Jangan membangun narasi yang justru memperkeruh suasana dan mengganggu hubungan baik antara pemerintah dan organisasi keagamaan,” jelasnya.

Rauf mengajak para pihak agar mendukung upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas, keharmonisan sosial, serta penguatan peran lembaga keagamaan sebagai mitra pembangunan di Maluku.

“Masyarakat Maluku khususnya umat Islam juga kami harapkan tidak terprovokasi dengan narasi-narasi provokatif yang ujungnya hate speech. Apalagi kita akan masuki bulan suci Ramadhan. Semua hati kita harus bersih masuki bulan baik ini,” demikian Rauf. (NS)

Views: 32
Facebook
WhatsApp
Email