Gubernur Maluku Komitmen Dukung SBT Pusat Hilirisasi Sagu Nasional
IMG-20250721-WA0080

SBT,Nunusaku.id,– Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menunjukkan komitmennya dalam mendorong pembangunan ekonomi kerakyatan di daerah dengan menghadiri peluncuran nasional 80.000 Koperasi Merah Putih oleh Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, secara daring dari Desa Administratif Salagor Kota, Kecamatan Siritaun Wida Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Senin (21/7/25).

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Salagor Kota menjadi salah satu dari 108 koperasi percontohan atau Mockup di Indonesia.

Koperasi ini telah mengembangkan berbagai unit usaha produktif, seperti pengolahan sagu, klinik dan apotek, sembako, simpan pinjam, BRI Link, agen minyak tanah, dan gerai usaha lainnya.

Gubernur, bersama Bupati dan Wakil Bupati SBT, Fachri Husni Alkatiri dan Miftah Wattimena, serta Ketua TP-PKK Maluku, Maya Baby Rampen, disambut meriah siswa-siswa Negeri Salagor dan masyarakat setempat sepanjang jalan, lengkap dengan adat penyematan saraun.

Di kesempatan tersebut, Gubernur menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian Negeri Administratif Salagor Kota sebagai bagian dari koperasi percontohan nasional.

“Ini bukan hanya kebanggaan bagi Kabupaten SBT, tapi juga kebanggaan saya sebagai Gubernur Maluku. Sebab dari 1.235 koperasi Merah Putih di Maluku, Salagor menjadi percontohan di tingkat nasional,” ujar Lewerissa.

Lebih lanjut, Gubernur menyampaikan dukungan penuh atas gagasan Bupati SBT untuk menjadikan kabupaten ini sebagai pusat pengembangan industri sagu nasional.

Ia mengungkapkan bahwa Maluku merupakan provinsi ketiga dengan lahan sagu terluas di Indonesia, dan 35.000 hektar diantaranya berada di SBT.

“Sagu adalah anugerah Tuhan bagi kita orang Maluku. Ia tahan hama dan perubahan iklim. Ini sejalan dengan program Asta Cipta Presiden Prabowo, terutama di bidang ketahanan pangan dan ekonomi hijau. Saya berkomitmen mendukung SBT sebagai ikon industri sagu nasional,” tegasnya.

Dalam rencana jangka panjang, Gubernur menargetkan industri sagu di SBT dapat mulai berproduksi pada tahun 2029, bahkan lebih cepat jika seluruh infrastruktur pendukung segera dibangun.

“Kepada masyarakat saya minta untuk mendukung hilirisasi produk sagu dan menjadikannya identitas pangan lokal Maluku,” pinta orang nomor satu di Maluku itu.

Selain itu, Gubernur juga menyampaikan sejumlah program strategis pemerintah pusat yang akan dibawa ke SBT, diantaranya pembangunan Sentra Pelayanan Pangan dan Gizi (SPPG) untuk penyediaan makanan bergizi gratis bagi siswa, balita, dan ibu hamil, pemeriksaan kesehatan gratis.

Sementara untuk program peningkatan rumah sakit, di Maluku mendapat prioritas enam (6), satu tahun ini dan telah mulai di RSUD Namlea Kabupaten Buru, sisanya lima tahun depan. Namun SBT, Malteng, SBB dan Ambon belum kebagian.

“Katong harus bersabar dan optimis. Program pemerintah memang bertahap, tapi pasti. Kita sambut dengan sukacita karena ini semua demi kesejahteraan rakyat,” pinta Gubernur.

Sementara itu, Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri menyampaikan apresiasi atas perhatian Presiden dan kehadiran Gubernur ditengah masyarakat Salagor Kota.

Ia menyebut peluncuran Koperasi Merah Putih menjadi momentum penting dalam penguatan ekonomi kerakyatan di tingkat desa.

“Terima kasih atas keistimewaan ini. Desa Salagor menjadi bagian dari sejarah koperasi nasional, dan menjadi koperasi percontohan dari Maluku. Ini kebanggaan bagi kami,” ujar Bupati.

Acara juga diisi dengan penandatanganan kerjasama antara Pemerintah Desa Salagor dan Koperasi Merah Putih, serta antara Puskesmas dan Koperasi, yang disaksikan Kadis Kesehatan dan Kadis Koperasi SBT. (NS)

Views: 6
Facebook
WhatsApp
Email