
AMBON,Nunusaku.id,- Sebagai bentuk respon cepat, kepedulian sekaligus guna meringankan beban masyarakat, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa mengirim bantuan sosial bagi warga yang terdampak gempa di Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).
Pelepasan bantuan tersebut ditandai dengan penyerahan secara simbolis dari Gubernur kepada tokoh masyarakat kecamatan Amalatu, Abidin Wakanno di lobi kantor Gubernur Maluku, Rabu (9/7).
Bantuan yang disalurkan Pemerintah Provinsi itu mencakup 11 ton beras, tenda, 100 pack selimut, 100 pack matras dan kebutuhan pokok lainnya.
Diketahui, Jumat 4 Juli 2025 lalu, gempa berkekuatan 4,9 magnitudo mengguncang sejumlah daerah di Maluku. Getaran gempa yang kuat dirasakan warga di Seram Bagian Barat, Maluku Tengah, dan Kota Ambon, dengan dampak terkuat terasa di Kecamatan Amalatu.

Gubernur Lewerissa menjelaskan bahwa, bantuan ini secara khusus ditujukan bagi masyarakat di Desa Latu, Hualoy, Tumalehu, dan Tala Kecamatan Amalatu.
“Keempat desa ini alami gempa bumi yang mengakibatkan sebagian rumah retak dan menimbulkan kepanikan, sehingga warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman di sekitar desa mereka. Kondisi seperti ini tentu sangat membutuhkan bantuan pemerintah,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku, kata Lewerissa, telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten SBB dan mengambil langkah-langkah cepat untuk meringankan beban masyarakat.
“Apa yang kami lakukan hari ini adalah tindakan yang merespons langsung persoalan yang terjadi di masyarakat. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat tersalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” harapnya didampingi Jubir Pemprov Maluku, Kasrul Selang dan Asisten Kesejahteraan Rakyat, Djalaluddin Salampessy.

Sebagai Kepala Daerah, Gubernur juga mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana klimatologi lainnya seperti banjir, tanah longsor, dan rob.
Namun, ia menekankan pentingnya menjaga ketenangan dan tidak panik berlebihan. “Kepanikan yang berlebihan justru akan menimbulkan masalah baru. Tetaplah ikuti arahan dari pemerintah,” pesannya. (NS)





