
AMBON,Nunusaku.id,- Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) wilayah Maluku menggelar jambore remaja dan pemuda di Wisma Gonzalo Veloso Kota Ambon, Rabu-Jumat, 2-4 April 2025.
Sebanyak 400 peserta dari GPdI Kabupaten/Kota mengikuti kegiatan yang mengusung tema “God’s Plan Is always beautiful”. Selain Ketua Umum Majelis Pusat, Pendeta Dr. Johny Weol, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa juga hadiri sekaligus membuka jambore tersebut.
“Ini bukan pertama kali saya hadir bersama hamba Tuhan dan Jemaat di GPdI, tapi sudah kedua kali. Dan bersyukur mendapat kesempatan di hari ke-40 pasca pelantikan saya dan pa Vanath sebagai Gubernur dan Wagub,” terang Gubernur saat membuka jambore, Rabu (2/3/25).
Bagi Gubernur, kemajuan artificial inteligence (AI) adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari di dunia dewasa ini termasuk Indonesia. Karena itu, penting menyiapkan generasi muda Maluku termasuk remaja dan pemuda Gereja agar siap menghadapinya.
“Dampak paling ekstrem dari AI itu dekadensi moral. Maka remaja dan pemuda perlu keteladanan. Keteladanan itu tak cukup dengan kata, tapi sikap dan perbuatan yang harus berjalan selaras. Semua kita bisa jadi teladan. Maka GPdI saya harapkan harus inklusif, tidak boleh eksklusif,” pintanya.
Lebih lanjut, Lewerissa berharap, kegiatan positif ini harus terus dikembangkan. Guna bisa memotivasi diri remaja pemuda di GPdI Maluku agar selalu memberikan yang terbaik bagi bangsa, Gereja dan kemuliaan Tuhan, dengan memiliki iman yang terus menyala-nyala.
Sementara Ketua umum Majelis Pusat GPdI, Pdt. Dr. Johny Weol berharap, melalui kegiatan jambore remaja dan pemuda GPdI wilayah Maluku tahun 2025 akan membentuk remaja dan pemuda Gereja ini untuk terus bertumbuh dan berkarya secara positif bagi kemuliaan Tuhan.
“Kita harus menjadi berkat, garam dan terang dimana saja berada. Salah satunya dengan menjauh dari lingkungan narkoba, sebuah kejahatan luar biasa yang jadi musuh bersama karena merusak generasi muda. Bantu pemerintah untuk berantas itu,” pesannya.
Sebelumnya, ketua panitia kegiatan, Michael Timpal dalam laporannya katakan, jambore remaja dan pemuda GPdI Maluku ini adalah rangkaian program dari majelis pemuda GPdI Maluku yang dilaksanakan setahun sekali, dengan 400 peserta tahun 2025.
“Kami bersyukur karena didukung penuh oleh Pemerintah Provinsi Maluku, dalam hal ini pa Gubernur. Terima kasih juga atas keteladanan yang pa Gubernur beri kepada kami, remaja dan pemuda GPdI, lewat cara berdoa dan kerendahan hati. Anak-anak muda di GPdI membutuhkan teladan itu,” pungkasnya. (NS)





