
AMBON,Nunusaku.id,- Masyarakat Jazirah Leihitu Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) serta Desa Luhu Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dalam waktu dekat akan mulai teratasi persoalan transportasi laut.
Pasalnya Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa telah memerintahkan kepala dinas perhubungan (Kadishub) Maluku Muhammad Malawat agar sesegera mungkin selesaikan persoalan yang terjadi agar kapal Ferry rute Luhu-Leihitu bisa melayani masyarakat pada kedua kabupaten tersebut.
HL, sapaan akrab Gubernur tegaskan, tidak lama lagi masyarakat Luhu dan Hitu khususnya akan terlayani kapal Ferry rute Luhu-Leihitu milik pemerintah daerah yang dikelola perusahaan umum daerah (Perumda) Panca Karya.
“Sekarang Ferry itu lagi belum bisa beroperasi karena ada persoalan administrasi. Ada sesuatu yang harus dibereskan,” akui Gubernur di rumah Raja Hitulama saat safari Ramadhan Pemprov Maluku, Jum’at (7/3/25).
Karena itu, akui Gubernur, dirinya perlu melakukan langkah cepat dengan memanggil Kadishub untuk meminta agar masalah yang menjadi kendala terhadap pengoperasian kapal Ferry agar diselesaikan.
“Saya sudah koordinasi dengan dinas terkait. Saya panggil Kepala Dishub, saya sampaikan bahwa apa yang menjadi kendala segera selesaikan, jangan ragu-ragu. Dan sudah diselesaikan,” tegasnya.
Pasalnya transportasi laut menjadi kebutuhan paling urgen bagi masyarakat Luhu maupun Hitu serta Jazirah Leihitu dan Pulau Ambon pada umumnya. Guna mempercepat dan memudahkan akses ekonomi, pendidikan dan sosial masyarakat dari dan ke ibukota provinsi.
“Apalagi Idul Fitri semakin dekat dan kebutuhan masyarakat makin tinggi dan banyak, tentu adanya kapal Ferry itu sangat membantu sekali. Doakan secepatnya,” pinta HL.
Lebih lanjut Gubernur mengaku, pengelolaan kapal Ferry itu oleh Perumda Panca Karya memang harus tertangani dan diintervensi segera demi kepentingan masyarakat dan daerah.
Pasalnya, kondisi Panca Karya selaku perusahaan daerah saat ini sangat prihatin dan dalam keadaan tidak baik-baik saja.
“Tetapi memang terus terang saja, ini salah satu perusahaan daerah yang dalam kondisi sangat tidak baik sekali. Secara teknik, perusahaan ini memiliki kewajiban yang lebih besar dibanding kondisi aset atau keuangan dia,” jelas HL.
Untuk mencari jalan keluar terhadap persoalan tersebut, Gubernur mengaku, telah berkomunikasi dengan Direktur Bank Maluku-Maluku Utara. Bahwa “jika” secara teknis perbankan, Panca Karya bisa mendapat kredit, agar Bank Maluku-Malut berikan kredit agar dia bisa hidup.
“Karena ada banyak orang Maluku yang menggantungkan hidup dan nasibnya di perusahaan daerah yang tidak baik-baik saja itu,” tegasnya.
Selaku kepala daerah, HL mengaku, dirinya dan Wagub Abdullah Vanath telah berkomitmen membenahi tata kelola perusahaan-perusahaan daerah agar bisa menjadi unit-unit usaha yang bermanfaat bagi pemerintah daerah dan masyarakat serta demi kemajuan daerah Maluku.
“Jadi bersabar sedikit basudara di Hitu. Tenang saja, pasti akan dilayani oleh Ferry dari Luhu ke Hitu. Saya pastikan itu di rumah Raja yang sakral ini,” tegasnya. (NS)





