Gubernur HL Minta Doa & Dukungan Pelayan-Warga GPM untuk Agenda Strategis Maluku
IMG-20260906-WA0017

AMBON,NUNUSAKU.ID,- Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa secara khusus meminta dukungan doa dari pimpinan, para pelayan, serta seluruh warga Gereja Protestan Maluku (GPM) bagi sejumlah agenda atau program strategis yang dinilai menyangkut masa depan Maluku.

“Selaku pimpinan daerah, saya mohon dukungan doa dari pimpinan dan pelayan GPM serta seluruh warga Gereja bagi sejumlah agenda strategis yang menyangkut masa depan Maluku, yaitu pengembangan Blok Masela, Maluku Integrated Port (MIP), Bendungan Way Apu, serta perjuangan RUU Daerah Kepulauan,” ujar Lewerissa di momen syukuran HUT ke-91 GPM di Baileo Oikumene Ambon, Minggu (6/9).

Menurutnya, seluruh agenda tersebut bukan sekadar program pemerintah, melainkan perjuangan bersama untuk memastikan kekayaan dan posisi strategis Maluku dapat dikonversi menjadi konektivitas, ketahanan pangan, investasi, lapangan kerja dan keadilan pembangunan bagi seluruh masyarakat Maluku.

“Saya percaya, doa Gereja adalah kekuatan moral bagi setiap perjuangan yang baik. Karena itu, mari kita satukan kerja pemerintah, doa Gereja dan kekuatan rakyat,” ajaknya.

Lewerissa menegaskan, usia 91 tahun merupakan bukti nyata penyertaan Tuhan dalam perjalanan panjang GPM. Namun, perjalanan tersebut tidak boleh berhenti pada romantisme masa lalu.

“91 tahun adalah bukti penyertaan Tuhan bagi GPM. Namun, masa depan tidak menanti mereka yang terpukau pada romantisme masa lalu. Sebab masa depan adalah milik mereka yang berani melangkah dengan syukur dan tekun mengerjakannya,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh warga GPM melanjutkan perjalanan menuju satu abad GPM dengan semangat misioner yang semakin luas dan menyentuh seluruh ruang kehidupan.

“Mari kita lanjutkan perjalanan ini menuju satu abad GPM. Tekunlah bermisi di sekolah-sekolah, di pasar-pasar, rumah sakit, kantor-kantor dan toko, di rumah tangga-rumah tangga, di laut hingga di kebun,” katanya.

Menutup sambutannya, Gubernur Hendrik menyampaikan pesan penuh optimisme bagi masa depan Maluku.

“Selagi matahari masih terbit dari timur dan gelombang masih memukul pantai-pantai pulau kita, percaya dan yakinlah: Tuhan tidak pernah meninggalkan Maluku,” ujarnya.

Ia berharap GPM senantiasa menjadi garam yang menghadirkan kebenaran dan terang yang membuka jalan ditengah berbagai tantangan kehidupan.

“Tetaplah menjadi garam yang memberi rasa kebenaran dan terang yang membuka jalan di tengah kegelapan, agar kasih, keadilan dan pengharapan terus hidup di negeri ini. Par Maluku pung bae,” demikian Gubernur.

91 Tahun GPM; Fondasi Melawan Korupsi-Rawat Perdamaian

Lebih lanjut Lewerissa menegaskan, pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Gedung, jalan dan berbagai infrastruktur yang dibangun pemerintah akan kehilangan makna apabila tidak dibarengi dengan pembangunan manusia yang memiliki kompas moral.

“Manusia tidak hanya membutuhkan infrastruktur dan pembangunan fisik. Manusia membutuhkan jiwa yang utuh dan berkualitas. Di sinilah gereja memiliki peran yang sangat penting,” tegasnya.

Menurutnya, perjuangan meningkatkan kualitas pendidikan, mengurangi penderitaan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan merupakan bagian dari misi pembangunan sekaligus panggilan kemanusiaan.
Demikian pula dengan upaya merawat perdamaian dan persaudaraan.

“Jika hari ini kita bertekad merawat perdamaian dan persaudaraan, itu adalah kiprah spiritual sekaligus tanggungjawab kemanusiaan kita bersama,” ujarnya.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum HUT ke-91 GPM sebagai fondasi untuk melawan korupsi, merawat perdamaian antarumat beragama, membangun ekonomi yang bermartabat dan mewujudkan keadilan sosial.

Bantuan Diakonal untuk 194 Tuagama

Dalam perayaan HUT ke-91 GPM, komitmen pelayanan kepada umat juga diwujudkan melalui penyerahan bantuan Diakonal kepada 194 Tuagama yang tersebar di 34 Klasis di wilayah Maluku dan Maluku Utara.

Bantuan tersebut secara simbolis diterima 10 Tuagama dari 5 Klasis yang berada di wilayah Pulau Ambon dan Banda. Penyerahan bantuan dilakukan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Ketua MPH Sinode GPM Pendeta S.I. Sapulette, dan Ketua PHBG Sinode GPM Benhur Watubun.

Pemberian bantuan ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian gereja bersama pemerintah terhadap para pelayan yang selama ini mengambil bagian penting dalam kehidupan pelayanan jemaat.

Bantuan Diakonal tersebut sekaligus menegaskan bahwa semangat HUT ke-91 GPM tidak hanya dirayakan melalui kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata untuk memperkuat pelayanan, memperhatikan para pelayan gereja, serta menghadirkan kasih dan kepedulian di tengah kehidupan umat.

Momentum ini juga memperlihatkan pentingnya sinergi pemerintah dan Gereja dalam membangun masyarakat Maluku yang tidak hanya maju secara fisik dan ekonomi, tetapi juga kuat secara iman, sosial dan kemanusiaan. (NS)

Views: 6
Facebook
WhatsApp
Email