
Hattu,Nunusaku.id,- Program unggulan bertajuk “Manggurebe Biking Bae Rumah” resmi dilaunching Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa di Negeri Hattu Kecamatan Leihitu Barat Kabupaten Maluku Tengah, Jum’at (17/10).
Program ini menjadi langkah nyata Pemerintah Provinsi Maluku dalam mewujudkan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah di wilayah pedesaan.
Peluncuran program ditandai dengan penyerahan simbolis bantuan kepada enam penerima pertama di Kecamatan Leihitu dan Leihitu Barat, masing-masing: Welmince Sahetapy (Hattu), Noverson Solissa (Liliboy), Jualinus Sipahelut (Allang), Sandi Kakali (Seith), Awaludin Yahehet (Kaitetu), dan Abdullah Elly (Hila).
Usai penyerahan, Gubernur Lewerissa melakukan pembongkaran rumah secara simbolis, menandai dimulainya program bedah rumah rakyat tersebut.
Gubernur menegaskan, pembangunan sektor perumahan dan permukiman merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan visi besar Presiden RI: “Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045”, sebagaimana tertuang dalam Asta Cita poin ke-6, yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.
“Pembangunan perumahan bukan hanya tentang menyediakan tempat tinggal, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat kemandirian keluarga di perdesaan,” ujar Gubernur.
Ia menegaskan, Pemprov Maluku menempatkan sektor perumahan sebagai strategi utama pengurangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, sejalan dengan visi daerah: Transformasi Menuju Maluku yang Maju, Adil, dan Sejahtera Menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Data kami menunjukkan, sekitar 37,7 persen masyarakat Maluku masih belum memiliki rumah layak huni. Ini menjadi dasar kami menyusun program dan anggaran untuk menjawab kebutuhan paling dasar masyarakat,” jelas Lewerissa.

Ditambahkan, kondisi rumah tidak layak masih banyak dijumpai di berbagai wilayah terpencil seperti Buano, Manipa, Ambalau, dan Seram Timur. Karena itu, pemerintah harus hadir melalui program nyata seperti Manggurebe Biking Bae Rumah.
“Anggaran pemerintah memang terbatas, tapi bukan berarti kita berhenti berbuat. Kami ingin setiap rupiah anggaran memberi manfaat langsung bagi masyarakat kecil,” tegasnya.
Program Manggurebe Biking Bae Rumah akan terus dilanjutkan hingga tahun 2030. Tahun 2025 ini, pemerintah memulai dengan 204 unit rumah di empat kabupaten: Maluku Tengah, Seram Bagian Barat, Buru Selatan, dan Seram Bagian Timur.
“Tahun ini baru 204 unit, tahun depan kami targetkan bertambah. Dalam lima tahun ke depan, minimal 4.000 hingga 5.000 rumah akan kami bedah. Artinya, ada 5.000 keluarga yang akan merasakan manfaat program ini,” tutur Gubernur.
Menurutnya, rumah layak huni bukan hanya tempat berteduh, tetapi juga fondasi bagi masa depan anak-anak Maluku, agar dapat belajar, tumbuh, dan hidup dengan layak.
“Program ini bukan proyek semata, tapi gerakan kemanusiaan, Par Maluku Pung Bae,” tandas orang nomor satu di Maluku itu.
Melalui program Manggurebe Biking Bae Rumah, Pemprov Maluku mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bergotong royong mengentaskan kemiskinan dan ketimpangan di daerah pedesaan.
“Pemerintah tidak bisa bergerak sendiri. Diperlukan dukungan semua pihak agar program ini berkelanjutan dan benar-benar dirasakan masyarakat,” kuncinya.
Sementara, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Maluku, Lita Soulissa menjelaskan, setiap unit rumah mendapat alokasi anggaran sebesar Rp 35 juta, terdiri dari Rp 30 juta untuk bahan bangunan dan Rp 5 juta untuk biaya tukang.
“Bahan bangunan diambil langsung oleh penerima di toko sesuai mekanisme pencairan bertahap, 70 persen di awal dan sisanya 30 persen setelah progres berjalan,” jelasnya.
Ia menambahkan, penerima manfaat ditetapkan berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) agar program tepat sasaran. Pendampingan teknis juga disediakan oleh dinas untuk memastikan kualitas bangunan sesuai standar.
“Tahun ini kami fokus di empat daerah karena waktu pelaksanaan singkat. Tahun depan akan diperluas ke kabupaten lainnya,” katanya.
Dengan semangat “Manggurebe Biking Bae Rumah”, Maluku meneguhkan langkah menuju daerah yang lebih manusiawi, berkeadilan, dan sejahtera, di mana setiap keluarga memiliki rumah layak huni, tempat bertumbuhnya harapan bagi generasi masa depan.
5.000 keluarga yang diharapkan merasakan manfaat program ini hingga tahun 2030 menjadi komitmen kuat Gubernur Hendrik Lewerissa untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan masyarakat di Bumi Raja-raja. (NS)





