
AMBON,Nunusaku.id,- Gerak cepat dilakukan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa (HL) yang turun langsung untuk tengahi persoalan bentrok yang terjadi antara Negeri Kailolo dan Kabauw Pulau Haruku Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).
Langkah cepat ini dilakukan Gubernur agar mencegah bentrokan susulan serta tidak meluas hingga menelan korban dari masyarakat lagi.
Diketahui, akibat bentrok dua negeri bertetangga itu, Selasa (9/9) kemarin yang diduga pemicunya karena penganiayaan, membuat satu warga meninggal, beberapa orang luka-luka.
Sebelumnya, pada medio April 2025 lalu, bentrok antar kedua negeri pun sempat terjadi, berawal dari masalah yang melibatkan anak muda, menimbulkan dua korban luka.
Bersama Forkopimda diantaranya Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto, Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo dan Bupati Malteng, Zulkarnain Awat Amir serta Kapolresta Ambon AKBP Yoga Setya, Gubernur sambangi kedua negeri untuk dialog, mediasi persoalan tersebut serta mendengar suara hati masyarakat, Rabu (10/9).
Dialog bahkan dilakukan terbuka di kantor Negeri, disaksikan Raja, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda serta masyarakat setempat.
Di depan masyarakat, Lewerissa tegaskan, kehadirannya bersama Forkopimda di Kabauw dan Kailolo sebagai bentuk komitmen pemerintah mencurahkan sepenuhnya perhatian kepada masyarakat di Maluku, dengan menyelesaikan setiap persoalan yang terjadi sekecil apapun.
“Beta percaya bahwa masyarakat Kabauw dan Kailolo tidak akan mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin merusak dan memperparah tatanan hidup kedua negeri yang bermartabat ini,” pinta Gubernur.
Menurut Lewerissa, kehadirannya adalah sebagai Upulatu Negeri Maluku dan sebagai orang tua bagi semua masyarakat di Bumi Raja-raja, tanpa memandang suku, agama ras dan golongan manapun, termasuk Kabauw dan Kailolo.
“Paling penting kehadiran katong disini menunjukkan kepedulian dan perhatian untuk memastikan perdamaian dan hidup orang basudara tetap ada di Maluku. Memastikan silaturahmi antar orang basudara tetap terjaga. Sebab katong cinta katong pung rakyat,” tegasnya.
Diakui Gubernur, pentingnya kehadiran dirinya juga selaku Putra Lease di tanah Lease bersama Forkopimda untuk juga meminta masyarakat mempercayakan sepenuhnya masalah hukum yang dialami kepada pemerintah dan aparat keamanan.
“Sebagai orang tua di Maluku, seng ada orang tua yang mau anak-anaknya bertikai. Apa yang telah terjadi biarlah terjadi. Semua harus tahan diri, menyelesaikan masalah dengan kepala dingin,” tandas Lewerissa.
Sebabnya pula keberadaan Kapolda dan jajaran akui Gubernur, sebagai jaminan kepastian proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. Karena itu diharapkan basudara di Kailolo dan Kabauw menahan diri dan hindari main hakim sendiri yang akan merugikan diri dan orang lain.
“Katong hidup di negara hukum. Maka tidak boleh ada cara lain selain diserahkan pelanggaran hukum kepada penegak hukum. Percayakan ke aparat kepolisian. Katong hadir untuk memastikan itu sebagai wujud cinta kepada masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut dirinya berharap, dukungan dari pemerintah negeri, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat serta seluruh masyarakat sehingga semua bisa berproses sebagaimana mestinya dan kedamaian, keamanan tetap terjaga di Maluku Tengah dan Maluku pada umumnya.
“Sebab sia-sia ketika kami telah merancang banyak program lima tahun kedepan untuk Maluku lebih baik, jika tanpa dukungan masyarakat dengan menciptakan harmonisasi hidup orang basudara. Pembangunan di Maluku tidak akan berjalan tanpa adanya perdamaian dan persatuan ditengah masyarakat,” jelasnya.
Tokoh masyarakat Kailolo dan Kabauw mengapresiasi gerak cepat Gubernur, Kapolda dan Pangdam yang tanpa basa basi turun langsung menengahi persoalan yang terjadi, bahkan mau dialog terbuka dengan masyarakat.
“Kami apresiasi dan berterima kasih kepada pak Gubernur dan Forkopimda yang mau turun kesini untuk mendengar, lihat dan rasakan keluhan masyarakat,” jelasnya.
Mereka juga mengapresiasi komitmen Gubernur, Kapolda dan Kapolresta yang memastikan persoalan yang dialami warga tetap ada dalam proses hukum dan ditindak sesuai aturan yang berlaku.
Usai dialog, Gubernur bersama Forkopimda dan Bupati Malteng berkesempatan menjenguk, menyemangati dan menguatkan para korban luka-luka dan keluarga korban meninggal.
Tindakan ini selain memulihkan duka, tetapi juga bentuk merajut kembali cinta, dan harmoni hidup orang basudara yang harus menjadi kekuatan membangun Maluku dari tanah Kailolo dan Kabauw. Sebab Lewerissa adalah pemimpin yang lahir dari rakyat, mesti jadi pengayom untuk semua. (NS)

