
AMBON,Nunusaku.id,- Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku melalui dinas pendidikan dan kebudayaan (Dikbud) terpusat di Kota Ambon, Rabu (23/7/25).
Sejumlah kegiatan dihelat. Mulai dengan jalan santai yang dilepas Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa (HL) dari depan kantor Dikbud di Batumeja dan finish di Tribun Langan Merdeka.
Kegiatan itu juga dihadiri Wakil Gubernur (Wagub) Maluku Abdullah Vanath, Ketua Tim Penggerak PKK Maluku, Maya Baby Lewerissa, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, Sekretaris Komisi IV DPRD Maluku, Welhelm Kurnala.
Saat di lapangan Merdeka, Gubernur HL mengingatkan seluruh masyarakat Maluku bahwa anak adalah aset utama yang harus dijaga dengan baik untuk kemajuan Maluku menuju Indonesia emas di masa yang akan datang.
Peringatan HAN tahun ini mengusung tema “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045”. Hal ini akui Gubernur, menegaskan bahwa anak-anak adalah aset terbesar, pewaris masa depan, dan harapan bagi kemajuan Provinsi Maluku karena di pundak merekalah cita-cita luhur bangsa ini akan dilanjutkan.
“Pemprov Maluku sangat mengapresiasi peringatan HAN sebagai momentum untuk merenungkan komitmen bersama dalam melindungi, memenuhi hak, dan memastikan tumbuh kembang anak secara optimal,” kata Lewerissa.
“Kita juga harus memastikan anak-anak kita hidup dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung anak -anak sehingga mereka dapat tumbuh menjadi individu yang cerdas, kreatif, berakhlak mulia, dan berdaya saing”, tegasnya lagi.

Di momen tersebut, Gubernur HL didampingi Wagub Abdullah Vanath juga mencanangkan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat yang bertujuan untuk membentuk karakter anak agar menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki integritas.
“Pada peringatan Hari Anak Nasional ini, juga saya mencanangkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang meliputi Bangun Pagi, Beribadah, Berolahraga, Makan Makanan Sehat dan Bergizi, Gemar Belajar, Bermasyarakat dan Tidur Cepat”, ungkap Lewerissa.
Pencanangan ini, lanjut Gubernur bukan acara seremonial semata, namun merupakan ajakan bagi orang tua, guru, dan seluruh elemen Masyarakat untuk Bersama -sama menginternalisasikan kebiasaan-kebiasaan dalam kehidupan sehari tumbuh kembang anak-anak
“Sebagai Gubernur, saya berharap pembentukan karakter harus menjadi konsentrasi kita bersama di setiap satuan Pendidikan, sebab pembentukan karakter berawal dari mulai kebiasaan yang kemudian akan membentuk kepribadian dan pada akhirnya akan membangun peradaban”, harapnya.
Menurutnya lagi, peradaban yang dimaksud adalah karakter anak yang telah terbentuk menjadi budaya, sehingga 7 kebiasaan ini kelak akan menjadi peradaban anak Indonesia.
Dirinya berharap, kita semua sebagai agen perubahan yang memiliki peran vital dalam membentuk karakter generasi penerus, sehingga mereka menjadi anak -anak hebat yang akan menguatkan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045”, pinta Lewerissa.
“Saya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk terus bersinergi dan berkolaborasi dalam upaya mewujudkan Maluku sebagai provinsi layak anak. Mari kita ciptakan lingkungan yang ramah anak, tempat dimana anak dapat tumbuh, berkembang, dan mencapai potensi terbaik”, ajaknya. (NS)





