
AMBON,Nunusaku.id,- Disela padatnya kesibukan pemerintahan, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa berkesempatan bertemu Pengurus DPD Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Provinsi Maluku di ruang kerja Gubernur, Jum’at (5/6).
Rombongan GAMKI dipimpin Ketua DPD Samuel Ritiauw dan Sekertaris DPD Fransina Latumahina. Mereka didampingi Kordinator Wilayah (Korwil) Maluku DPP GAMKI, Dodi. L.K Soselisa.
Pertemuan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan itu berjalan kurang lebih dua jam. Gubernur didampingi Asisten III Setda Maluku, Boy Kaya.
Ketua DPD GAMKI Maluku Samuel Ritiauw berterima kasih dan mengapresiasi kesediaan Gubernur yang meski ditengah kesibukan, berkenan menerima DPD GAMKI Maluku untuk berdiskusi sejumlah hal penting.
GAMKI sebagai bagian dari OKP yang berasas Kekristenan menurut Ritiauw, berkomitmen untuk tetap bersama pemerintah mengawal kebijakan dan program pembangunan nasional agar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di Maluku. Sembari berharap persoalan yang masih terasa seperti di Kariu, Masihulan dan wilayah lainnya bisa segera teratasi.
“Kami memberi apresiasi terhadap berbagai proyek strategis nasional (PSN) yang bakal terealisasi di Maluku. Baik itu Maluku Integrated Port maupun Blok Masela. Jika ini terealisasi, tentu jadi berkat tersendiri bagi masyarakat di Tanimbar khususnya dan Maluku pada umumnya untuk maju,” tandasnya.
Pihaknya kata Ritiauw berharap, dalam realisasi Blok Masela kedepan tetap memberi prioritas utama bagi masyarakat atau tenaga kerja lokal sesuai dengan kapasitas dan kecakapan mereka. Selain itu penting berdayakan Kabupaten/Kota untuk mendukung dengan potensi yang dimiliki masing-masing.
Dikatakan, GAMKI Maluku juga memberi dukungan penuh kepada Gubernur terhadap kebijakan penutupan tambang Gunung Botak di Pulau Buru, yang dinilai sangat tepat. Karena selama 14 tahun beroperasi secara ilegal, malah merusak lingkungan dan tidak membawa income signifikan bagi daerah.
“Salah satu program utama GAMKI Maluku yaitu GAMKI Mengabdi akan dilakukan di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara September mendatang. Beragam kegiatan positif dan bermanfaat bagi masyarakat telah kami rancang, salah satunya mengkampanyekan Maluku Damai. Itu penting sebab kondusifitas keamanan jadi kunci Gubernur bisa bawa Maluku maju dan berkembang,” demikian Ritiauw.
Merespons pikiran GAMKI Maluku, Gubernur memberi apresiasi positif atas dukungan yang diberikan GAMKI kepada pemerintah provinsi dalam merealisasikan program dan kebijakan nasional maupun daerah kepada masyarakat Maluku.
Gubernur menilai, rencana kegiatan GAMKI Mengabdi di Tual dan Malra, apalagi sekaligus menjadi ruang kampanyekan “Maluku Damai” itu sesuatu yang positif dan bermanfaat untuk masyarakat.
“Pemerintah dan saya sebagai Gubernur mensuport kegiatan yang bermanfaat dan berdampak bagi masyarakat, termasuk GAMKI Mengabdi. Namun memang ditengah kondisi efisiensi saat ini, kita harus jujur akui keuangan daerah terbatas dan jika memungkinkan kami bantu semampunya sebagai bentuk dukungan suksesnya kegiatan itu,” akui Gubernur.
Di depan pengurus GAMKI, Gubernur mengaku, meski ditengah kondisi TKD dipangkas dari pusat, tapi sejak 2025 hingga 2027 mendatang banyak program dari pemerintah pusat masuk ke Maluku. Baik itu program Bantuan Stimulus Perumahan Swadaya (BSPS), Kampung Nelayan Merah Putih, Kampung Penyangga Kampung Nelayan Merah Putih hingga Revitalisasi Sekolah.
“Selain program pusat, kami juga membantu masyarakat kurang mampu lewat program Manggurebe Biking Bae Rumah yang telah berjalan di 2025 menyasar 210 unit rumah, 2026 menyasar 300 unit di semua Kabupaten/Kota secara bertahap. Dengan target hingga lima tahun itu ada 10 ribu unit rumah tidak layak huni yang dibedah menjadi layak huni,” jelasnya.
Menyoal Blok Masela, Gubernur menegaskan, jika tidak ada kendala, Groundbreaking direncanakan pada 18 Juni mendatang. Diharapkan nantinya Presiden Prabowo Subianto bisa hadir di momen istimewa itu.
Pemerintah akuinya, tetap bersama masyarakat untuk mengakomodasi hak mereka yang terdampak dengan proyek itu, dengan tidak mengabaikan atau memberi porsi yang adil pula bagi kepentingan investor. Karena itu penting memastikan kondusifitas keamanan tetap terjaga agar proyek ini bisa berjalan lancar.
“Mari melihat manfaat proyek Blok Masela ini bagi masyarakat Tanimbar dan Maluku pada umumnya. Untuk tenaga kerja selalu saya tegaskan wajib merekrut tenaga kerja lokal, tanpa kita juga abaikan potensi dari luar untuk mengabdi sesuai kapasitas mereka. Dengan kita menguatkan pendidikan vokasi lewat kerjasama dengan Poltek dan Polda Maluku untuk melatih anak-anak kita sehingga mereka siap,” tegasnya.
Gubernur juga berterima kasih atas dukungan GAMKI terhadap penutupan Gunung Botak dari penambangan ilegal yang terus merusak alam Pulau Buru selama 14 tahun. Sesungguhnya akui Lewerissa, kebijakan itu semata-mata demi menyelamatkan masyarakat dan lingkungan Pulau Buru dari ancaman kerusakan lebih parah akibat paparan Mercury dan Sianida yang masif.
“Saya sebagai Gubernur harus mengambil langkah tegas dan berani. Pro dan kontra biasa bagi sebuah kebijakan yang tidak populis tapi sesungguhnya itu demi menyelamatkan tanah Buru dan masyarakat saya disana. Sebab saya tidak ingin tragedi Minamata terjadi di Buru,” demikian Gubernur.
Sedangkan terkait sisa rumah warga Kariu korban konflik yang belum dibangun, Gubernur memastikan akan dilanjutkan bangun sisanya di 2027 mendatang oleh Kementerian PU karena sudah menjadi super prioritas.
“Sementara untuk Masihulan dan lainnya tetap dalam atensi bersama Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk menanganinya. Kami tidak tutup mata terhadap itu semua, tapi memang kita juga harus realistis terhadap kondisi ekonomi nasional dan daerah,” demikian Gubernur. (NS)



