GPM Terus Bertransformasi; Perkuat Pelayanan-Hadir Ditengah Persoalan Masyarakat
IMG-20260907-WA0000

AMBON,NUNUSAKU.ID,- Perjalanan 91 tahun Gereja Protestan Maluku (GPM) merupakan perjalanan panjang dalam kasih dan penyertaan Tuhan. Dalam perjalanan tersebut, GPM terus berusaha hadir bukan hanya dalam kehidupan bergereja, tetapi juga ditengah masyarakat melalui berbagai bentuk pelayanan.

Kebersamaan dan persatuan menjadi kekuatan penting dalam menjalankan panggilan pelayanan. Karena itu, seluruh elemen Gereja, pemerintah, para pemimpin, pelayan, serta masyarakat perlu terus membangun sinergi dan bekerja bersama untuk menghadirkan pelayanan yang menyentuh kebutuhan nyata umat.

Hal itu ditekankan Ketua Umum Majelis Pekerja Harian Sinode (MPHS) GPM, Pendeta S. I Sapulette, M.Si saat syukuran 91 tahun GPM di Gedung Baileo Oikumene Ambon, Minggu (6/9).

Dikatakan Sapulette, GPM terus berusaha hadir melalui berbagai bidang pelayanan, baik pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat maupun pelayanan sosial.

Kehadiran tersebut diwujudkan melalui sekolah-sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan, serta berbagai program pemberdayaan kelompok masyarakat.

GPM juga akuinya, terus memberikan perhatian kepada masyarakat yang menghadapi berbagai persoalan, termasuk mereka yang menjadi korban bencana dan mengalami kesulitan sosial maupun ekonomi.

“Kehadiran Gereja harus menjadi bentuk nyata kasih Allah yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” tandasnya.

Karena itu, seluruh umat dan para pelayan Gereja diajak untuk memberikan pelayanan dengan penuh kasih. Setiap pelayan harus mampu melihat dan memahami persoalan yang dihadapi umat, termasuk problematika ekonomi, sosial dan berbagai pergumulan kehidupan.

Ketika berjumpa dengan umat, hendaknya pelayanan tidak hanya dilakukan secara administratif, tetapi disertai belas kasih, kepedulian dan kesediaan untuk mendengar.

“Gereja harus hadir, mendampingi, memberdayakan dan menolong jemaat agar mampu menghadapi berbagai persoalan dengan kekuatan yang mereka miliki,” beber Ketua Sinode.

Sebagaimana tema HUT ke-91 GPM “Bersyukur dan Tekunlah Bermisi dengan Takut akan Allah”, pesannya jelas: layanilah umat dengan penuh kasih Allah. Kembangkan pelayanan dan gerakkan seluruh potensi Gereja secara bersama-sama dalam kehidupan jemaat yang dilayani.

“Perayaan HUT ke-91 GPM juga menjadi momentum untuk memperbarui komitmen pelayanan. Tema pelayanan harus kembali ditempatkan sebagai panggilan untuk tekun bermisi dan bertanggungjawab menghadirkan Gereja yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

Diakuinya, GPM telah mencanangkan penguatan keluarga dan Gereja rumah tangga sebagai basis utama pembinaan iman. Manakala keluarga sebagai tempat pertama bagi pembentukan karakter, pertumbuhan iman dan pendidikan nilai-nilai kehidupan. Karena itu, penguatan keluarga menjadi bagian penting dalam transformasi pelayanan Gereja.

Di bidang pendidikan, GPM juga terus mendorong transformasi pelayanan melalui ratusan satuan pendidikan dan perguruan tinggi yang berada dalam lingkungan pelayanan GPM. Upaya tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai mitra, baik pemerintah maupun lembaga lainnya.

“Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya mempersiapkan generasi muda Maluku agar mampu berprestasi dan berkontribusi di tingkat nasional,” urai Sapulette.

Salah satu bukti dari upaya tersebut adalah keberhasilan siswa SMA Kristen Rehoboth Ambon yang mampu meraih prestasi sebagai “Duta Inspiratif” dalam kompetisi tingkat nasional yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Yogyakarta pada 12 Agustus 2026.

Prestasi tersebut menjadi kebanggaan sekaligus bukti bahwa anak-anak Maluku memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat nasional apabila diberikan ruang, pendampingan dan kesempatan yang memadai.

Karena itu, perjalanan 91 tahun GPM harus menjadi momentum untuk terus bergerak maju. Gereja tidak boleh berhenti pada pencapaian masa lalu, tetapi harus terus bertransformasi, memperkuat pelayanan, memberdayakan umat dan menghadirkan kasih Allah dalam berbagai persoalan kehidupan.

“Dengan semangat kebersamaan, GPM diharapkan semakin mampu menjadi Gereja yang hadir, melayani, memberdayakan dan membawa perubahan bagi jemaat serta masyarakat Maluku,” demikian Ketua Sinode GPM.

Bantuan Diakonal untuk 194 Tuagama

Dalam perayaan HUT ke-91 GPM, komitmen pelayanan kepada umat juga diwujudkan melalui penyerahan bantuan Diakonal kepada 194 Tuagama yang tersebar di 34 Klasis di wilayah Maluku dan Maluku Utara.

Bantuan tersebut secara simbolis diterima 10 Tuagama dari 5 Klasis yang berada di wilayah Pulau Ambon dan Banda. Penyerahan bantuan dilakukan oleh Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Ketua MPH Sinode GPM Pendeta S.I. Sapulette, dan Ketua PHBG Sinode GPM Benhur Watubun.

Watubun katakan, pemberian bantuan ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian Gereja yang disupport dunia perbankan, Bank Maluku-Malut dan BTN terhadap para pelayan yang selama ini mengambil bagian penting dalam kehidupan pelayanan jemaat.

Bantuan Diakonal tersebut sekaligus menegaskan bahwa semangat HUT ke-91 GPM tidak hanya dirayakan melalui kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata untuk memperkuat pelayanan, memperhatikan para pelayan gereja, serta menghadirkan kasih dan kepedulian di tengah kehidupan umat.

“Momentum ini juga memperlihatkan pentingnya sinergi Gereja dan stakeholder dalam membangun masyarakat Maluku yang tidak hanya maju secara fisik dan ekonomi, tetapi juga kuat secara iman, sosial dan kemanusiaan,” demikian Ketua DPRD Maluku itu. (NS)

Views: 8
Facebook
WhatsApp
Email