Gerakan Satu Rekening Satu Pelajar Diperkuat, OJK Maluku Siapkan Strategi Jemput Bola
IMG-20260903-WA0008

AMBON,NUNUSAKU.ID,- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Maluku terus memperkuat gerakan Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) sebagai bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan sekaligus menanamkan budaya menabung sejak usia dini.

Salah satu strategi yang kini didorong adalah meminta perbankan melakukan jemput bola dengan mendatangi langsung sekolah-sekolah, sehingga pelajar tidak hanya memiliki rekening, tetapi juga mendapatkan edukasi dan pendampingan untuk mulai membangun kebiasaan menabung.

Hal itu disampaikan Kepala OJK Maluku, Haramain Billady, usai menghadiri Hari Indonesia Menabung (HIM) yang menjadi puncak Bulan Literasi Keuangan (BLK) Maluku, di Auditorium Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Kamis (3/9/26).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Menabung Hari Ini, Sejahtera di Masa Depan: Keuangan Inklusif, Maluku Maju dan Berkelanjutan”.

Haramain mengapresiasi Pemerintah Kota Ambon, khususnya Walikota Ambon, yang telah memberikan dukungan terhadap upaya memperluas kepemilikan rekening bagi pelajar.

Menurutnya, perluasan kepemilikan rekening pelajar tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan pembukaan rekening secara seremonial. Karena itu, OJK mendorong perbankan untuk secara aktif turun langsung ke sekolah.

“Kita mendorong perbankan harus datang ke masing-masing sekolah. Jadi kita atur, jangan sampai ada sekolah yang tercecer atau terlewat. Jemput bola,” tegasnya.

Untuk memastikan program berjalan merata dan berkelanjutan, OJK Maluku mendorong setiap bank memiliki sekolah binaan masing-masing.

Dengan pola tersebut, perbankan dapat melakukan pembukaan rekening sekaligus memberikan edukasi keuangan secara rutin kepada para pelajar.

“Kita sudah atur, masing-masing bank harus punya sekolah binaan. Kita juga sepakat dengan Pak Wali, nanti bank bisa rutin, mungkin seminggu sekali atau dua minggu sekali datang ke sekolah supaya anak-anak bisa menabung,” jelas Haramain.

Ia berharap pola tersebut mampu membentuk kebiasaan menabung sejak bangku sekolah dan terus terbawa hingga pelajar memasuki usia dewasa.

Harapannya kebiasaan menabung itu sudah bisa dilakukan sejak dini. Kita berharap ini berkelanjutan setiap tahun, katanya.

Haramain menilai keberlanjutan menjadi hal penting karena setiap tahun terjadi pergantian generasi pelajar. Siswa yang telah lulus akan digantikan oleh peserta didik baru, sehingga program KEJAR harus terus dijalankan agar tidak berhenti pada satu kelompok atau satu generasi saja.

Dari sisi capaian, Haramain mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu sekitar enam hingga tujuh bulan terakhir, telah dibuka lebih dari 3.000 rekening baru bagi pelajar di Maluku yang Menariknya, sekitar sepertiga dari jumlah tersebut berada dan berasal dari Kota Ambon.

OJK Maluku akan terus mendorong penargetan jumlah rekening pelajar hingga mampu mencapai 5.000 rekening pada akhir tahun 2026.

Meski demikian, Haramain menegaskan bahwa pembukaan rekening merupakan tahap awal. Setelah jumlah rekening bertambah, OJK bersama perbankan akan fokus memastikan rekening tersebut benar-benar digunakan secara aktif oleh para pelajar.

“Kita fokusnya lebih ke akuisisi dulu. Kita kejar jumlah anak-anak sekolah ini bagaimana bisa terinklusi dengan baik. Setelah itu baru kita edukasi bagaimana kebiasaan menabung,” jelasnya.

Ia menambahkan, rekening yang sudah dibuka diharapkan tidak hanya menjadi rekening pasif atau dormant. Karena itu, edukasi dan pendampingan perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan sekolah dan perbankan.

Peringatan Hari Indonesia Menabung dan puncak Bulan Literasi Keuangan Maluku menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara OJK, pemerintah daerah, perbankan dan dunia pendidikan dalam membangun budaya menabung.

Selain mendorong program Satu Rekening Satu Pelajar, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan talkshow edukasi keuangan, aksi inklusi keuangan, lomba edukasi, serta penampilan khusus Penyanyi Billy Sopacua.

Melalui program KEJAR, OJK Maluku berharap semakin banyak pelajar yang mengenal dan menggunakan layanan keuangan formal secara tepat sejak dini.

Gerakan itu diharapkan tidak berhenti pada kepemilikan rekening, tetapi berkembang menjadi kebiasaan mengelola uang secara bijak, menabung secara rutin, serta memahami pentingnya perencanaan keuangan.

Dengan dukungan pemerintah daerah, Pemerintah Kota, perbankan dan sekolah, OJK Maluku optimistis agar gerakan menabung pelajar dapat berjalan konsisten dan berkelanjutan, sekaligus menjadi fondasi bagi terbentuknya generasi muda Maluku yang semakin cerdas dan inklusif secara finansial. (NS-02)

Views: 11
Facebook
WhatsApp
Email