
AMBON,Nunusaku.id,- Gerak cepat dilakukan Polres Maluku Tenggara (Malra). Bersama Polsek Kei Kecil Barat dalam waktu kurang dari 1×24 jam atau hanya 7 jam setelah diterima laporan, A.R alias Alex (32), terduga pelaku penganiayaan di Ohoi/Desa Ur Pulau berhasil diamankan, Minggu (28/12).
Residivis kasus pembunuhan yang adalah warga Ohoi Ur Pulau, Kecamatan Kei Kecil Barat, Kabupaten Malra ini diduga menganiaya korban Markus Fenanlambir, tetangganya sendiri menggunakan linggis, Sabtu (27/12/25).
Kapolres Malra AKBP. Rian Suhendi mengaku, pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di rumah tahanan (Rutan) Polres Malra.
“Tersangka sudah ditahan dan diancam dengan Tindak Pidana Penganiyaan sebagaimana dimaksud Pasal 351 ayat (1) dengan ancaman penjara 2 tahun dan 8 bulan,” kata Kapolres didampingi Kasat Reskrim Iptu Barry Talabessy, Senin (29/12).
Rian menjelaskan, kronologi perkara penganiayaan yang menyebabkan korban mengalami luka robek di kepala. Kala itu, korban bersama istrinya sementara berada di rumah mengompres anaknya yang sakit.
Sekitar pukul 20.00 WIT pelaku Alex datang sudah dalam kondisi dipengaruhi minuman keras atau mabuk. Setiba di dalam rumah, korban langsung dipukul satu kali dengan linggis. Kepalanya robek bersimbah darah.
Usai menganiaya korban, pelaku yang merasa tidak puas kembali ke rumahnya untuk mengambil senjata tajam (parang).
“Tak puas memukul korban dengan linggis terduga pelaku pulang ke rumahnya untuk mengambil parang dan kembali mendatangi korban namun korban dan istrinya sudah pergi mengamankan diri dan untuk merawat lukanya,” jelasnya.
Korban yang tidak terima dianiaya dan merasa terancam kemudian datang melaporkan kasus tersebut di SPKT Polres Malra, Minggu (28/12/25) sekitar pukul 12.00 WIT.
Menerima laporan korban, tim Satreskrim Polres Malra langsung dengan sigap bergerak cepat bersama personel Polsek Kei Kecil Barat mendatangi Ohoi Ur Pulau menggunakan jalur laut.
“Setiba di rumah terduga pelaku petugas langsung menangkap dan amankan pelaku beserta barang bukti sebilah linggis dan sebilah parang pada pukul 19.00 WIT. Pelaku langsung dibawa ke Mapolres Malra untuk pertanggungjawabkan perbuatannya,” ungkapnya.
Dari hasil penyelidikan, pelaku diduga emosi terhadap korban karena penggunaan speedboat atau body fiber hanya untuk kelompok tertentu di Ohoi Ur Pulau.
Semua komponen masyarakat diminta untuk mengurangi kebiasaan mengkonsumsi minuman keras khususnya jenis sopi yang merupakan salah satu pemicu utama terjadinya gangguan kamtibmas di Kabupaten Malra.
“Kami minta agar perilaku kekerasan dihilangkan. Kalau ada masalah laporkan ke aparat penegak hukum atau selesaikan dengan jalur adat atau jalur kekeluargaan,” pintanya.
Kapolres mengimbau masyarakat untuk mendukung proses penegakan hukum terhadap setiap pelaku kejahatan demi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang lebih baik.
“Kami berkomitmen akan menindak tegas semua aksi kejahatan sebagai bentuk perilaku kekerasan yang dapat menganggu kamtibmas di Bumi Larvul Ngabal,” tegasnya. (NS)





