
AMBON,Nunusaku.id,- Sejak 2023 silam, KMP Bahtera Nusantara 02 terpaksa karam. Namun gerak cepat alias Gercep kerja langsung ditancap Direksi Perumdam Panca Karya pasca diberi amanah Gubernur Hendrik Lewerissa (HL).
Dua tahun vakum, kapal milik Perumda Panca Karya itu dipastikan kembali mengarungi perairan Maluku mulai besok, 17 Desember 2025.
Selama masa vakum, absennya kapal ini berdampak pada tersendatnya arus penumpang dan barang menuju Banda dan Tual, meningkatnya biaya logistik, serta terbatasnya pilihan transportasi laut bagi masyarakat kepulauan.
Dalam situasi tersebut, Direksi baru PD Panca Karya bergerak cepat. Tanpa menunggu waktu panjang, berbagai langkah strategis ditempuh untuk memastikan kapal kembali laik operasi, aman, dan siap melayani masyarakat pada momentum krusial akhir tahun.
Upaya ini juga sejalan dengan arahan dan motivasi Gubernur HL yang secara konsisten mendorong jajaran BUMD agar bekerja profesional dan menghadirkan layanan terbaik bagi rakyat.
Nantinya, kapal tersebut akan melayani lintasan strategis sesuai rute sebelumnya yaitu Ambon – Banda – Tual (PP), sekaligus menjawab kebutuhan konektivitas masyarakat menjelang arus Natal 25 Desember 2025 dan Tahun Baru 1 Januari 2026 (Nataru).
Kembalinya KMP Bahtera Nusantara 02 menjadi capaian perdana dan penanda kebangkitan PD Panca Karya dibawah kepemimpinan Direktur Utama Rany Tualeka, bersama Direktur Keuangan Maya Kailola dan Direktur Operasional Syaifuddin Go, yang didukung penuh Dewan Pengawas Jhony Wattimena, Oyang Petrusz, dan Ayu Hasanusi.
Langkah ini tidak sekadar hidupkan kembali armada pelayaran, tetapi menjadi simbol perubahan kinerja BUMD yang sempat stagnan sejak 2023.
Direktur Utama PD Panca Karya, Rany Tualeka menegaskan, pengoperasian kembali KMP Bahtera Nusantara (Banus) 02 adalah hasil kerja kolektif manajemen baru yang terus didorong oleh semangat pembenahan dan pelayanan publik.
“Gubernur selalu tekankan agar kami tidak bekerja biasa-biasa saja, tetapi menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Kembalinya kapal ini adalah wujud komitmen kami menjawab kebutuhan konektivitas Maluku,” ujarnya di Ambon, Rabu (16/12/25).
Rany menjelaskan, lintasan Ambon-Banda-Tual memiliki tingkat mobilitas tinggi, baik penumpang maupun distribusi logistik.
Kehadiran kembali kapal ini kembali tentu saja memperlancar arus orang, barang dan kendaraan, menekan biaya transportasi, serta mendukung stabilitas ekonomi wilayah kepulauan.
Untuk mendukung pelayanan tersebut, PD Panca Karya telah menetapkan tarif penumpang dan kendaraan sesuai ketentuan. Tiket kelas ekonomi dewasa untuk rute Ambon-Banda sebesar Rp 140.800, Banda-Tual Rp154.500, dan Ambon-Banda-Tual Rp 295.300. Sementara tarif anak masing-masing Rp100.000, Rp109.600, dan Rp209.600.
Adapun kelas bisnis untuk penumpang dewasa ditetapkan Rp190.800 (Ambon-Banda), Rp224.500 (Banda-Tual), dan Rp415.000 (Ambon-Banda-Tual). Untuk anak, tarifnya masing-masing Rp150.000, Rp179.600, dan Rp329.600.
Selain penumpang, KMP Bahtera Nusantara 02 juga melayani angkutan kendaraan dari Golongan I hingga IX, baik penumpang maupun barang, dengan tarif bervariasi sesuai jenis kendaraan dan lintasan, mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah.
Direksi menegaskan, pengoperasian kembali kapal ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari transformasi kinerja PD Panca Karya sebagaimana ditekankan Gubernur Maluku, yakni bekerja cepat, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik.
“Ini baru langkah awal. Dengan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Maluku, kami berkomitmen membenahi layanan transportasi laut secara berkelanjutan dan mengembalikan kepercayaan publik terhadap PD Panca Karya,” tegas Tualeka.
Dengan kembali berlayarnya KMP Bahtera Nusantara 02, PD Panca Karya optimistis dapat memperkuat perannya sebagai penggerak konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung pembangunan dan perekonomian Maluku sebagai Provinsi Kepulauan. (NS)





