Gandeng RS Ottokuyk, Perumda Panca Karya Latih Pertolongan Pertama Penumpang bagi ABK
InShot_20260623_014203832

AMBON,Nunusaku.id,- Selain fokus menata moda transportasi laut dan darat guna melayani masyarakat Maluku, namun peningkatan kapasitas anak buah kapal (ABK) juga sangat penting bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Panca Karya.

Salah satunya dengan menginisiasi pelatihan pertolongan pertama (First Aid Training) bagi para ABK. Tak tanggung-tanggung, perusahaan “plat merah” itu menggandeng tim medis RS Ottokuyk untuk kegiatan tersebut, Minggu (21/6) lalu.

Kegiatan ini penting sebab keselamatan penumpang di atas kapal bukan hanya bergantung pada kondisi armada yang prima, tetapi juga pada kesiapan awak kapal dalam menghadapi situasi darurat. Pelatihan menyasar awak kapal KMP Tanjung Koako dan KMP Sardinela.

Direktur Utama (Dirut) Perumda Panca Karya, M. Rany Tualeka menyebut, pelatihan ini sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan dalam penanganan keadaan darurat bagi pengguna jasa transportasi laut.

Menurutnya, kegiatan ini sangat penting mengingat dalam pelayaran dapat terjadi berbagai kondisi darurat medis maupun kecelakaan, seperti sesak napas, asam lambung, tersedak, pingsan, henti jantung, hingga kejadian korban jatuh ke laut.

“Karena itu, ABK dibekali kemampuan pertolongan pertama di atas kapal, termasuk penanganan awal medis serta prosedur evakuasi dan penyelamatan korban jatuh ke laut, serta tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP) setelah korban berhasil dievakuasi ke atas kapal,” jelasnya kepada media, Senin (22/6).

Metode pelatihan dikemas secara interaktif melalui penyampaian materi dari tim medis, diskusi, hingga simulasi lapangan. Hal ini membuat para peserta tidak hanya pahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan langkah-langkah penanganan secara langsung.

Dalam sesi evaluasi, terungkap bahwa terdapat tiga gangguan kesehatan yang paling sering dialami penumpang selama pelayaran, yakni asam lambung, sesak napas, dan tersedak.

Selain itu, pelatihan juga menyoroti penanganan korban jatuh ke laut (Man Overboard/MOB). Para ABK dilatih untuk melakukan pemeriksaan kondisi korban setelah berhasil dievakuasi, mulai dari mengecek kesadaran, pernapasan, denyut nadi, hingga langkah penanganan awal terhadap korban yang mengalami hipotermia atau kehilangan kesadaran.

Para ABK antusias sepanjang pelatihan berlangsung. Mereka aktif mengikuti setiap sesi, yang menunjukkan keseriusan dalam meningkatkan kompetensi demi keselamatan pelayaran.

Lebih lanjut kata Tualeka, sebagai Badan Usaha Milik Daerah Pemerintah Provinsi Maluku, Perumda Panca Karya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya dalam aspek keselamatan dan kesehatan penumpang.

Kerjasama dengan RS Ottokuyk ini bentuk sinergi sangat penting dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di atas kapal. Serta pihaknya ingin memastikan keselamatan dan kesehatan pengguna jasa transportasi laut dapat lebih terjamin dengan adanya respon cepat dan tepat dari awak kapal sebelum mendapat penanganan lanjutan di fasilitas kesehatan.

“Kami berharap melalui pelatihan ini, seluruh ABK baik KMP Tanjung Koako maupun KMP Sardinela semakin siap dan sigap dalam menghadapi berbagai kondisi situasi darurat di laut, sehingga keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa transportasi laut dapat lebih terjamin,” demikian Tualeka.

Terpisah, Direktur RS Ottokuyk, dr Stefanus Cahyo Ariwicaksono,Sp.U menambahkan, pelatihan ini intinya bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dasar para awak kapal dalam menghadapi situasi darurat medis, sehingga mereka mampu memberi pertolongan awal secara cepat dan tepat sebelum mendapat penanganan lanjutan.

Pihaknya kata Stefanus, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Maluku dibawah kepemimpinan Gubernur Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Abdullah Vanath yang terus mendorong kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan daerah, termasuk bersama Perumda Panca Karya lewat pelatihan ini.

“Semangat kolaborasi tersebut sejalan dengan visi pembangunan Maluku yang menempatkan kesejahteraan masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pelayanan kesehatan sebagai prioritas utama,” jelas Stefanus.

Dia berharap, kerjasama yang telah terjalin ini menjadi langkah awal yang baik untuk menghadirkan lebih banyak program kesehatan, edukasi, dan kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat Maluku.

“Kedepan, Ottokuyk Memorial Hospital siap terus bersinergi dengan Perumda Panca Karya dan Pemerintah Provinsi Maluku dalam mewujudkan masyarakat Maluku yang lebih sehat, kuat, mandiri, dan sejahtera,” pungkasnya. (NS)

Views: 9
Facebook
WhatsApp
Email