
AMBON,Nunusaku.id,- Federasi Olahraga Karatedo Indonesia (FORKI) Kota Ambon menunjukkan komitmennya dalam membangun kekuatan dan solidaritas olaraga karate di Maluku melalui latihan bersama di Lapangan Merdeka Ambon, Sabtu (20/12), dengan melibatkan ratusan karateka lintas perguruan dari berbagai tingkatan.
Latihan bersama yang telah menjadi agenda rutin tahunan ini diikuti sekitar 400 karateka lintas perguruan.
Hadir mulai dari para sensei, senpai, kohai, hingga Majelis Sabuk Hitam, menjadikan kegiatan ini bukan sekadar latihan fisik, tetapi juga ajang konsolidasi dan pemersatu keluarga besar karateka Maluku.
Kegiatan tersebut dibuka langsung Ketua Umum FORKI Provinsi Maluku, Hendrik Lewerissa (HL) yang juga menjabat Gubernur Maluku.
Kehadirannya memberi suntikan motivasi tersendiri bagi para peserta, terlebih karena Lewerissa dikenal memiliki latar belakang sebagai atlet karate.
Lewerissa pun menegaskan, latihan bersama bukan hanya rutinitas organisasi, melainkan momentum strategis untuk menanamkan semangat persaudaraan dan menyatukan visi besar menjadikan karate sebagai cabang olahraga unggulan Maluku.
“Di sinilah kebersamaan kita dibangun, semangat kita diperkuat, dan mimpi kita disatukan. Karate harus menjadi cabang olahraga yang mampu mengharumkan nama Maluku, bukan hanya di tingkat daerah, tetapi juga nasional hingga internasional,” tegas Lewerissa.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan olahraga karate di lokal maupun pentas nasional, baik dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum FORKI Maluku maupun sebagai Gubernur, sesuai kewenangan yang dimiliki.
Pada kesempatan tersebut, Lewerissa turut mengungkap rencana kembali digelarnya Garuda Yaksa Karate Open Championship pada tahun 2027 mendatang sebagai edisi kelima.
Kejuaraan ini diharapkan menjadi wadah pembinaan berkelanjutan sekaligus panggung prestasi karateka Maluku di tingkat nasional.
“Kami ingin karate Maluku terus tumbuh dan menjadi bagian penting dalam agenda olahraga nasional, yang diharapkan bisa harumkan nama Maluku di event olahraga nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua FORKI Kota Ambon, Agus Ririmasse, dalam laporannya menyampaikan, latihan bersama ini diikuti karateka dari tujuh perguruan karate yang ada di Provinsi Maluku.
Ditegaskan, tujuan utama kegiatan ini untuk memperkuat persaudaraan antar perguruan sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan atlet.
“Latihan bersama ini program tahunan FORKI. Kami terus melakukan evaluasi dan peningkatan kualitas latihan agar ke depan lahir atlet-atlet karate dari Ambon dan Maluku yang mampu bersaing di event nasional maupun internasional,” kata Ririmasse.
Dirinya menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas kepemimpinan Hendrik Lewerissa yang dinilai memahami betul dunia karate, sehingga diyakini akan membawa dampak positif bagi kemajuan olahraga bela diri tersebut di Maluku.
Usai membuka kegiatan, Lewerissa kepada awak media menjelaskan, latihan bersama ini juga dirangkaikan dengan apel akhir tahun FORKI Kota Ambon serta menjadi sarana memperkuat soliditas organisasi.
“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menjaga kekompakan FORKI. Saya berharap Kabupaten dan Kota lain di Maluku juga dapat melaksanakan kegiatan serupa,” ujarnya.
Ia menambahkan, karate merupakan salah satu cabang olahraga yang mendapat perhatian serius dari KONI dan Pemerintah Provinsi Maluku karena potensinya dalam menyumbang prestasi dan medali di berbagai ajang olahraga.
Sebab itu, HL mengajak seluruh elemen, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat, untuk bersama-sama memajukan olahraga Maluku.
“Prestasi tidak lahir secara instan. Diperlukan kerja keras, kolaborasi, dan dukungan semua pihak. Mari kita sorong bahu membangun olahraga Maluku,” pungkasnya. (NS-02)
