Event Perdana di 2026, Belang Musika Maluku Sukses Padukan Musik-UMKM Lewat GalaBeat Fest
IMG-20260201-WA0105

AMBON,Nunusaku.id,- Yayasan Belang Musika Maluku (BMM) yang dikomandoi Alberto Dudung dan Alternard Jimmy Waas mulai tunjukkan tajinya dengan perdana membuat event spektakuler dibawah Jembatan Merah Putih (JMP) Ambon; GalaBeat Festival, Sabtu (31/1) malam.

Berkerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dan AMGPM Ranting Empat Galala Hative Kecil (Gatik), event itu sukses memadukan dua sentra penting, musik dan usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Sejumlah musisi lokal papan atas berbagai genre ditampilkan. Totalnya 135 talent baik solo, kelompok musik hingga band. Mulai dari Nurul Toisuta, Amboina Bananas, Coo Project, Palita Project hingga JP Band yang digawangi Willy Sopacua cs. Dengan DJ Rendy menutup show secara spektakuler di Minggu (1/2/26) dinihari.

Para pengunjung yang didominasi Gen-Z itu tak hanya disuguhi alunan suara merdu dan musik para pengisi acara, yang menambah syahdu suasana.

Mereka juga dibuat terperangah dengan deretan puluhan tenant UMKM Kota Ambon maupun UMKM binaan pemerintah desa Galala yang menjajakan produk unggulannya.

Sebut saja Sabite, M-Artwear, Bella food and Bakery, Paparipi design n printing, Onkek Kitchen, Kawa-Kawa, Dapoer Ma Anon, Kedai Ell’s hingga es Teh Poci Mads.

Ketua Yayasan BMM Alberto Dudung katakan, event ini telah masuk calender of event Kota Ambon 2026, kolaborasi dengan Dinas Pariwisata (Dispar). Sehingga dia bersyukur walau perdana, namun antusias talent maupun tenant membludak. Demikian pula pengunjung yang notabene kaum muda.

“Untuk event perdana dengan 25 talent itu memang banyak. Nilai plusnya, antusias talent yang mau terlibat luar biasa tinggi. Sampai H-1 terpaksa harus kita batasi karena sudah over capacity,” tandasnya.

GalaBeat Festival ini sengaja dihelat dibawah JMP-Galala lantaran telah menjadi salah satu spot wisata baru di ibukota provinsi Maluku. Sebagai panggung ekspresi dan promosi karya para musisi agar dikenal publik.

Karena itu dirancang secara berkelanjutan selama 2026 dalam bentuk “Sound of Amboina” yang bergilir di semua kecamatan, dengan memanfaatkan ruang terbuka pubik (RTP) sebagai spot event.

“Sekarang di Sirimau. Lalu nanti ke Nusaniwe, Baguala, Teluk Ambon dan ditutup di Leitimur Selatan (Leitisel). Puncaknya yaitu SoA Fest di tengah hutan dengan skala besar, yang sesuai rencana bulan November. Semoga waktunya seng bergeser,” harap Dudung.

Menggandeng UMKM adalah wajib ditiap event SoA. Agar tidak hanya sekedar kegiatan dan habis, tetapi membawa dampak perekonomian bagi masyarakat setempat terutama pelaku UMKM lokal agar terus tumbuh. Termasuk kolaborasi dengan AMGPM sebagai bentuk support pemberdayaan pemuda.

“Kita lakukan evaluasi, kurang dan lebihnya. Sebab harapannya di event kedua kita berharap lebih baik lagi dari yang perdana. Semisal talent mungkin dibatasi sehingga tidak overload,” demikian Dudung.

Sebelumnya, Walikota Ambon Bodewin Wattimena yang diwakili Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar), Christian Tukloy mengapresiasi gelaran Galabeat Festival “Sound of Amboina” sebagai event musik pembuka di 2026.

Sebab selain karena telah masuk dalam calender of event yang menegaskan posisi Ambon sebagai kota musik dunia, tetapi juga menjadi ruang tepat untuk komunitas dan pelaku industri kreatif di bidang musik untuk menampilkan karya mereka.

“Perpaduan dengan UMKM semakin menegaskan betapa pentingnya kegiatan positif seperti ini. Sebab tak saja jadi panggung ekspresi para musisi, tetapi ada dampak langsung guna menggerakkan ekonomi kota. Pemkot Ambon akan senantiasa mendukung apapun kegiatan positif yang dilakukan komunitas dan para pelaku industri kreatif,” demikian Tukloy. (NS)

Views: 155
Facebook
WhatsApp
Email