Elka Anakotta Rektor IAKN Ambon yang Baru Suksesor Rumahuru
elka

AMBON,Nunusaku.id,- Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon memasuki era baru. Hal ini terjadi seiring dilantiknya Dr. Elka Anakotta, M.Si sebagai Rektor periode 2026-2030 menggantikan Prof.Dr Yance Z Rumahuru, MA oleh Menteri Agama (Menag) Nazaruddin Umar di Kantor Kementerian Agama, Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (11/5/26).

Anakotta dilantik bersama enam (6) pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) yaitu Rektor IAIN Abdurrahman Sidik Bangka Belitung, Rektor IAIN Bone, Rektor IAIN Curup, Rektor IAIN Pare-pare, Rektor IAKN Tarutung dan Ketua STAIN Mandailing Natal.

Sosok Elka Anakotta tak asing bagi warga kampus bertajuk “Harmoni dalam Keragaman” itu. Sebelum jadi orang nomor satu, Anakotta memiliki rekam jejak kepemimpinan yang tak kalah mentereng. Saat ini sebagai Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) IAKN Ambon. Pucuk pimpinan kampus sempat pula dikenyam tatkala IAKN masih berstatus Sekolah Tinggi pada periode 2012-2016 yakni selaku Wakil Ketua III.

Tak hanya itu, Anakotta yang adalah lulusan S1 Teologi dan S2 Sosiologi Agama dari Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) serta Doktor Filsafat (S3) dari Universitas Indonesia saat ini tercatat sebagai Asesor pada BAN-PT dan LAMDIK.

Selain jabatan struktural, wanita berkacamata kelahiran 1 November 1976 itu juga tercatat telah melahirkan sejumlah hasil penelitian dan artikel/jurnal internasional.

Dalam catatan media Nunusaku.id, ini kali ketiga Anakotta bersaing untuk suksesi Rektor IAKN Ambon. Dua kali bertarung di era kepemimpinan Rektor Dr. Agusthina Ch Kakiay, MA periode 2018-2022 dan empat tahun silam ketika juga bersaing dengan Prof. Dr Jance Rumahuru, MA dan beberapa calon lainnya.

Kepada Anakotta dan para pimpinan PTKN yang dilantik, Menag menegaskan, seorang pimpinan perguruan tinggi adalah representasi tertinggi institusi yang harus berani berdiri tegak diatas kepentingan apapun. Ia meminta para pimpinan PTKN untuk memposisikan diri sebagai “Menteri Agama” di lingkungan kerjanya masing-masing.

“Pahami fungsi Anda sebagai penanggungjawab totalitas institusi. Miliki diri anda sendiri, jangan dimiliki siapa pun atau kepentingan apa pun. Anda harus merepresentasikan diri sebagai quote unquote Menteri Agama di lingkungan kerja Anda,” tegas Menag.

Secara khusus, Menag menekankan pentingnya penguasaan terkait tata kelola keuangan. Ia mewajibkan para pimpinan untuk mengumpulkan dan mempelajari seluruh peraturan terkait.

“Pelajari peraturan tentang keuangan. Ini sangat penting. Jangan sampai terjadi pelanggaran karena ketidaktahuan prosedur. Tidak boleh ada alasan ‘saya tidak tahu’,” lanjutnya.

Menag menaruh harapan besar pada peningkatan mutu akademik. Ia menginstruksikan para pimpinan yang baru dilantik untuk segera bergerak dalam meningkatkan grade kampus, baik dari segi status institusi maupun akreditasi program studi.

“Saya berharap pimpinan baru segera mencari cara memenuhi persyaratan agar yang masih Sekolah Tinggi meningkat menjadi Institut, dan yang sudah Institut segera berproses menjadi Universitas,” ujar Menag.

Ia juga mewanti-wanti agar kualitas akreditasi minimal dipertahankan, dan sebisa mungkin ditingkatkan. “Jangan sampai di bawah kepemimpinan Anda, grade-nya justru menurun. Dengan kehadiran Anda sebagai pemimpin baru, citra dan kualitas program tingginya harus semakin meningkat,” imbuhnya.

Menag juga mengingatkan agar pimpinan baru melakukan evaluasi terhadap keputusan pimpinan sebelumnya guna menghindari tumpang tindih regulasi. Ia berpesan agar para pimpinan tidak goyah oleh tekanan dari pihak mana pun, termasuk urusan pribadi atau keluarga.

“Jangan karena desakan permintaan pribadi atau keluarga, Anda meninggalkan peraturan. Itu akan memberatkan dan mencelakakan diri Anda sendiri,” pungkasnya. (NS)

Views: 112
Facebook
WhatsApp
Email