
AMBON,Nunusaku.id,- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada Pilkada Maluku tahun 2024 lalu tak mendukung atau merekomendasi Hendrik Lewerissa (HL) maju Gubernur. Artinya, menjadi lawan politik.
Namun, suksesi pesta demokrasi telah usai, HL malah yang keluar sebagai jawara dan telah enam bulan lebih menjalani tugas dan pengabdiannya sebagai orang nomor satu di Bumi Raja-raja.
Dengan demikian perbedaan politik itu pun tuntas sendirinya, kembali menyatu. Tak ada dendam.
Kini partai yang dipimpin Fachry Husni Alkatiri itu pertegas mendukung penuh Gubernur HL untuk melakukan transformasi par Maluku pung Bae lima tahun kedepan.
“Pilkada lalu PKS tidak mendukung Hendrik Lewerissa, namun kami bersyukur dan berbahagia atas terpilihnya beliau sebagai Gubernur Maluku,” ucap Fachry Husni Alkatiri, Ketua DPW PKS Maluku pada Musyawarah Wilayah (Muswil) VI PKS Maluku di Santika Hotel, Minggu (24/8).
Bupati Seram Bagian Timur (SBT) itu lantas mengapresiasi sekaligus memberi dukungan politik dari partainya kepada Lewerissa.
Sebab, menurut dia, Ketua DPD Gerindra Maluku itu adalah figur politisi teladan yang konsisten menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat dan menjaga kebersamaan dalam dunia politik.
“Saya bersama Pak Gubernur sudah lama kenal sejak beliau masih di Demokrat. Beliau adalah politisi teladan di Maluku, yang sangat peduli daerah ini dan menjaga kebersamaan dalam politik,” urainya.
Ditegaskannya, PKS memiliki visi sebagai partai Islam rahmatan lil ‘alamin yang kokoh dan terdepan dalam melayani rakyat serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Visi tersebut, memiliki kesamaan dengan Gerindra, partai besutan HL yang menekankan pentingnya kesejahteraan, keadilan sosial, dan nasionalisme.
“Kalau PKS menekankan pelayanan, Gerindra menekankan kesejahteraan dan keadilan sosial. Karena kesamaan visi inilah kami melihat perlunya sinergi politik untuk memajukan Maluku dan Indonesia,” ungkapnya.
PKS Maluku akui Fachri, kini tengah mempersiapkan langkah strategis lima tahun ke depan. Partainya menargetkan perolehan kursi legislatif yang lebih signifikan setelah pada periode lalu mengalami penurunan jumlah kursi.
“Kami ingin minimal satu kursi di tiap dapil, mudah-mudahan bisa mencapai tujuh kursi. Selain itu, kami juga menargetkan pencapaian dalam Pilkada dengan kader PKS yang maju sebagai kepala daerah,” akuinya.
Menurut Fachri, semua cita-cita politik PKS tidak akan tercapai tanpa adanya sinergi dengan Pemerintah Daerah Maluku. Ia menyebut satu kata kunci penting kolaborasi.
“Dalam pertarungan legislatif kita memang bertarung untuk diri sendiri, tetapi untuk membangun daerah kita harus berkoalisi. Bukan hanya untuk Pilkada, tapi juga dalam pemilu legislatif, terutama dalam hal saksi karena biaya politik sangat mahal. Di sini ruang kolaborasi antarpartai sangat dimungkinkan,” tegasnya.
Fachri secara terbuka mengajak Gubernur HL dan Partai Gerindra untuk membuka ruang kerjasama strategis, baik dalam kontestasi politik maupun pembangunan daerah.
“Pak Gubernur itu target kami untuk bersinergi. Kami yakin Maluku bisa lebih maju kalau semua partai politik, khususnya PKS dan Gerindra, bergandengan tangan,” demikian eks Wakil Bupati SBT itu. (NS)





