Dukung-Perkuat Pariwisata Malra yang Aman Melalui Latihan SAR
7o3gavgolrv8zlx

AMBON,Nunusaku.id,- Kapolda Maluku, Irjen Pol. Dadang Hartanto memimpin kegiatan pelatihan Search and Rescue (SAR) bagi masyarakat dan instansi terkait.

Kegiatan itu berlangsung di Pantai Ngurbloat (Pantai Pasir Panjang), Ohoi Ngilngof, Kecamatan Manyeuw, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Kamis (8/1/26).

Adapun pelatihan meliputi pengenalan peralatan keselamatan, teknik pertolongan di air, prosedur evakuasi korban, serta simulasi penanganan keadaan darurat di wilayah pesisir.

Hadir jajaran Polda Maluku, pemerintah daerah, instansi teknis, serta masyarakat setempat. Juga Ketua MUI Maluku, Kapolres Tual, Kapolres Malra, Plt Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Malra, Kepala Basarnas Tual dan Sekretaris BPBD Malra.

Kehadiran berbagai elemen masyarakat dan instansi lintas sektoral ini cerminkan komitmen bersama dalam membangun sistem keamanan dan keselamatan terpadu, terutama di wilayah pesisir yang menjadi tumpuan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.

Plt Kadispar Malra memberi apresiasi atas kegiatan ini. Ia menyebut, Malra memiliki 76 destinasi wisata, dengan Pantai Ngurbloat sebagai salah satu ikon wisata unggulan nasional.

“Terima kasih kepada jajaran Kepolisian atas dukungan pengamanan di berbagai event pariwisata, termasuk Festival Meti Kei yang telah masuk dalam kalender pariwisata nasional,” tandas Budi.

Menurutnya, kehadiran Kapolda akan memberikan dampak positif bagi promosi dan peningkatan kunjungan wisatawan di Bumi Larvul Ngabal.

Sementara, Kapolda menegaskan, pelatihan SAR yang dilakukan memiliki makna strategis, tidak hanya dari sisi keamanan, tetapi juga dari aspek pembangunan pariwisata berkelanjutan.

Malra dan Tual akuinya, miliki potensi wisata bahari yang luar biasa, termasuk Pantai Ngurbloat yang dikenal pasir putih nan halus dan panorama laut yang indah.

“Salah satu cara menarik wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, adalah dengan menjamin keamanan dan keselamatan mereka. Kegiatan seperti snorkeling dan wisata bahari harus didukung dengan kesiapsiagaan SAR yang baik,” ungkap Kapolda.

Ia menegaskan, kehadiran Polri bukan hanya untuk penegakan hukum, tetapi juga untuk menciptakan rasa aman, mendukung promosi pariwisata, serta memastikan destinasi wisata memiliki daya jual yang tinggi dan berkelanjutan.

“Pelatihan SAR diharapkan dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dan petugas di lapangan dalam merespons cepat setiap potensi kecelakaan laut atau kondisi darurat lainnya, sehingga dapat meminimalisir risiko dan dampak yang mungkin terjadi,” harapnya.

Masyarakat tampak terlihat antusias mengikuti setiap materi yang disampaikan, mengingat wilayah pesisir Maluku Tenggara sangat bergantung pada aktivitas laut dan pariwisata.

Ditegaskan, pentingnya kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, instansi teknis, dan masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah, meningkatkan kesiapsiagaan bencana, serta mendukung pengembangan pariwisata Maluku yang aman dan berdaya saing.

“Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah nyata membangun masyarakat pesisir yang tangguh, sekaligus memperkuat citra Malra sebagai destinasi wisata bahari yang indah, aman, dan ramah bagi wisatawan,” pungkasnya.

Pelatihan ini bagian dari rangkaian kunjungan kerja Kapolda di wilayah Kota Tual dan Malra yang berorientasi pada penyelesaian konflik, peningkatan keamanan wilayah pesisir, serta penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi situasi darurat, khususnya di kawasan destinasi wisata bahari. (NS)

Views: 1
Facebook
WhatsApp
Email