Dukung Pembangunan RS Pendidikan & Dental Center di Unpatti, Menkes Pesankan Ini
IMG-20251003-WA0021

AMBON,Nunusaku.id,- Momentum penting tercipta saat Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin, melakukan kunjungan kerja di Ambon.

Agenda resmi Menkes sebenarnya tidak mencantumkan kunjungan ke Universitas Pattimura (Unpatti), namun berkat lobi Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Menteri akhirnya menyempatkan diri hadir di Fakultas Kedokteran Unpatti, Jumat (3/10).

Dalam kunjungan singkat itu, pihak Unpatti menyampaikan langsung proposal pembangunan Rumah Sakit Pendidikan.

Kehadiran rumah sakit pendidikan ini diproyeksikan menjadi bagian dari strategi peningkatan mutu pendidikan kedokteran sekaligus memperluas akses layanan kesehatan masyarakat, khususnya di Maluku dan kawasan timur Indonesia.

Rumah sakit pendidikan tersebut dirancang tidak hanya menjadi tempat praktik klinis mahasiswa kedokteran umum, melainkan juga mencakup pengembangan pusat layanan kedokteran gigi modern (dental center).

Fasilitas ini diharapkan berfungsi ganda, laboratorium praktik bagi mahasiswa sekaligus pusat pelayanan kesehatan lanjutan bagi masyarakat luas.

Rumah Sakit Pendidikan ini akan menjadi rumah sakit akademik Unpatti, dengan tiga program spesialis utama, penyakit dalam, bedah, dan obstetri-ginekologi. Bahkan lahan sudah disiapkan.

Rencana bangunan delapan lantai, dengan alokasi anggaran Rp 200 miliar untuk gedung, serta Rp 273 miliar untuk peralatan dan mobiler. Harapannya, pembangunan dapat dimulai segera dan rampung pada akhir 2026.

Menkes menyambut baik usulan tersebut, meski mengingatkan bahwa Unpatti berada dibawah koordinasi Kementerian Pendidikan Tinggi-Saintek sehingga pembangunan fisik mungkin sulit dibantu Kemenkes.

Namun demikian, ia menegaskan dukungan penuh, terutama untuk pengadaan peralatan dan pengembangan program pendidikan kedokteran.

“Saya mendukung sekali. Dokter gigi kita masih kurang, padahal 40 persen masyarakat Indonesia mengalami kerusakan gigi. Prinsipnya saya sangat mendukung pengembangan RS Pendidikan dan Dental Center ini,” akui Menkes Budi.

Dirinya pun berpesan agar fakultas kedokteran tidak hanya berpikir masa kini, tetapi juga masa depan, harus berani mengintegrasikan ilmu kesehatan dengan bioteknologi dan kecerdasan buatan (AI), karena arah dunia bergerak ke sana.

Ia juga mendorong agar Fakultas Kedokteran Unpatti membangun sinergi lintas disiplin ilmu, termasuk dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat.

“Di banyak tempat, kedua fakultas dipisahkan, padahal keduanya sangat penting untuk menjamin 99,9 persen masyarakat tetap sehat. Saya minta Unpatti berani buka diri, membangun fakultas masa depan yang mengintegrasikan pendidikan, riset, dan layanan kesehatan bagi masyarakat,” tambahnya.

Rektor Unpatti Prof. Dr Fredy Leiwakabessy menyambut dukungan tersebut penuh syukur. Menurutnya, rencana pembangunan RS Pendidikan dan Dental Center merupakan bagian dari komitmen kampus untuk mendukung kebijakan pemerintah daerah maupun pusat dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Maluku.

“Ini berkah bagi Unpatti yang saat ini memiliki 28 ribu mahasiswa aktif, serta dosen dan pegawai lebih dari 2 ribu orang. Kami siap mendukung seluruh kebijakan dan program Kemenkes,” akui Leiwakabessy..

“Semoga pembangunan RS Pendidikan ini bisa segera terwujud, sehingga layanan kesehatan di Maluku, daerah dengan 1.400 pulau dan dominasi laut 92 persen, semakin merata dan berkualitas,” harapnya. (NS)

Views: 6
Facebook
WhatsApp
Email