
Namlea,Nunusaku.id,- Dalam upaya mendukung gerakan nasional ketahanan pangan, TNI-AD bersama Kelompok Tani (Poktan) melakukan panen raya Padi seluas 2 ha di Desa Savana Jaya Kecamatan, Waeapo Kabupaten Buru, Kamis (13/3/25).
Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo pertama kali panen. Kemudian diikuti Pj Bupati, Danrem 151/Binaiya, Ketua DPRD Buru, Kapolres Buru, perwakilan Kajari dan Pengadilan Tinggi, Ka Bulog Maluku-Malut, Dandim 1506/Namlea, pimpinan OPD Pemkab Buru, Camat Weapo, Kades Safana Jaya dan Ketua Poktan Weapo.
Mayjen Gatot memberi apresiasi kepada petani atas andil besarnya sehingga panen raya bisa dilakukan. Petani adalah ujung tombak ketahanan pangan RI.
“Apresiasi tinggi juga atas usaha Dandim, Danramil dan Babinsa dengan menggandeng Poktan Desa Safana Jaya, sehingga bibit padi yang telah ditanam pada bulan November tahun lalu dapat dipanen,” jelasnya.
Dikatakan, pemanfaatan lahan kosong yang dapat digunakan dalam mendukung program ketahanan pangan di Indonesia merupakan wujud TNI-AD sangat mensupport program pemerintah sesuai Asta Cita nomor dua.
“Semoga di tahun 2026, kita dapat mengkonsumsi pangan dari dalam negeri dan tidak mengimpor dari luar”, harap Pangdam.
Kepada Dandim 1506/Namlea, Danramil dan Babinsa, dirinya berpesan agar berikan pendampingan dan pengawalan, memberi contoh serta mendorong para petani untuk aktif dalam mengupgrade kemampuannya agar bisa menambah jumlah hasil produksinya.
Menteri Pertanian, lanjut Pangdam sudah banyak memberi kebijakan kepada birokrasi dibawahnya, sehingga pada musim tanam para petani tidak lagi kesulitan untuk mendapatkan bibit dan pupuk.
“Ini adalah langkah dan upaya agar ada penambahan hasil produksi oleh para petani, karena hasil panennya akan dibeli Bulog dengan harga gabah kering Rp. 6.500,-/kg”, katanya.
Diharapkan pula, agar ada regenarasi penerus para petani dari pada pemuda kedepannya, sehingga ketersediaan pangan di wilayah Buru tetap terjaga. (NS)






