Dua Tokoh Agama Islam & Kristen Dihadirkan Polres SBB Sepanggung
IMG-20240821-WA0011

PIRU,Nunusaku.id,- Upaya cooling system untuk mewujudkan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2024 yang aman dan damai terus dilakukan Polres Seram Bagian Barat (SBB).

Tak tanggung-tanggung, dua tokoh agama Islam dan Kristen, Ustad Das’ad Latif dan Pendeta Ridwan Hutabarat pun dihadirkan sekaligus kepada masyarakat di kabupaten bertajuk Saka Mese Nusa itu.

Kedua tokoh agama kondang itu dipertemukan satu panggung pada kegiatan “Harmoni Dalam Perbedaan, Seram Barat Untuk Indonesia” di Mapolres SBB, Selasa (20/8) malam, hingga Rabu (21/8) dini hari.

Hadirnya Ustad Das’ad dan Pendeta Ridwan itu mampu menghipnotis ribuan warga baik Muslim maupun Kristen yang telah menanti kedatangan mereka, sejak beberapa pekan terakhir ini, lewat ceramah dan khotbah keduanya.

Kapolres SBB AKBP Dennie Andreas Dharmawan katakan, pihaknya membuat kegiatan menghadirkan kedua penceramah kondang itu untuk Cooling System menuju Pemilu Damai 2024 tanpa adanya konflik di Kabupaten SBB, bumi Saka Mese Nusa.

Dennie sungguh bersyukur karena telah berjanji kepada masyarakat SBB, khususnya kaum Muslim untuk mendatangkan ustad kondang dan saat ini yang bersangkutan bisa hadir di SBB.

“Saya ingin di Kabupaten SBB menjadi contoh kedamaian, dan kebersamaan di seluruh Indonesia dan tidak ada lagi perbedaan dan perselisihan yang dapat memecah belah kita menjelang Pemilu tahun 2024,” tegas perwira dengan dua melati dipundaknya itu.

Dikatakan, pihaknya mempersembahkan kepada masyarakat Kabupaten SBB kegiatan keagamaan ini dengan maksud dan tujuan tidak ada lagi perselisihan diantara sesama warga.

“Kita semua masyarakat harus menyatakan bahwa Polisi di Kabupaten SBB selalu ada untuk masyarakat. Semoga kita mendapat pencerahan hidup dengan mendengarkan ceramah dari ustadz maupun khotbah dari pendeta,” tandasnya Kapolres.

Pendeta Ridwan Hutabarat dalam khotbahnya mengaku, walau kabupaten masih baru, namun telah memberi pelajaran sangat mulia, dalam menjaga persaudaraan dan perdamaian. Dimana telah melaksanakan kegiatan Harmoni Dalam Perbedaan, Seram Barat untuk Indonesia.

“Seluruh Provinsi, Kabupaten, Kota, Kecamatan, desa di Indonesia, belajarlah kalian dari Seram Bagian Barat, sebab mereka telah menyampaikan pesan perdamaian, persaudaraan yang begitu dahsyat. Indonesia damai dari Seram Bagian Barat,” katanya.

Menurutnya, Kapolres dan seluruh masyarakat SBB, telah mengajarkan kerohanian dan tanpa khotbah. Sebab melalui kegiatan ini telah menunjukan dan menyadarkan bahwa perbedaan itu sangat indah, meski tanpa melalui mimbar dan khotbah yang panjang.

“Persatuan dan persaudaraan sesungguhnya ada di SBB, sebab hanya dalam panggung harmonisasi perbedaan ustad dan pendeta berdiri dihadapan ratusan bahkan ribuan warga,” paparnya.

Olehnya itu, Ridwan berpesan ke masyarakat SBB, agar tetap menjaga persaudaraan, dan persatuan. Jangan mudah dipecah-belah oleh kepentingan politik, kepentingan para kandidat.

“Jika dan yang mau merusak ini (persaudaraan dan perdamaian), maka lewat mimbar ini saya minta untuk dilawan. Mari bantu Kapolres, Dandim dan Bupati, jaga dan bangun daerah ini agar lebih maju,” ajaknya.

Sementara itu, Ustad Das’ad Latif dalam ceramahnya mengatakan, perbedaan merupakan anugerah terindah yang diberikan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, kepada manusia, untuk menyatuhkan mereka.

“Hai orang-orang yang beriman berpegang teguhlah kalian kepada tali persaudaraan agama Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, olehnya itu walaupun kita berbeda dalam pilihan politik saat Pilkada nanti, tapi jangan sampai kita memutus tali persaudaraan kita,” kata ustad.

Menurutnya, semua agama mengajarkan umatnya untuk saling melindungi, menjaga dan bersilaturahmi.

“Mana ada agama yang tidak mengajarkan kedamaian, semua agama mengajarkan persatuan, persaudaraan dan perdamaian. Bahkan di Bangsa kita Indonesia, Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tapi tetap kita satu,” ujar Ustad.

Dikatakan, kemajuan kabupaten SBB, bukan menjadi tanggungjawab aparat kepolisian, TNI, dan Pemerintah sendiri melainkan tanggungjawab dari seluruh umat yang ada di kabupaten SBB.

“Ustad, dan pendeta ceramah itu biasa, organisasi keagamaan buat tablik akbar, buat ceramah-ceramah tugas mereka, tapi Polres SBB, biking ceramah dan tablik akbar itu luar biasa, sebab mereka menunjukan kepedulian dan kecintaan mereka kepada masyarakat, makanya masyarakat jangan benci Polisi, tapi bantu dan dukung Polisi untuk menjaga keamanan didaerah ini,”pesannya.

Dirinya berpesan, kepada seluruh warga SBB untuk tetap menjaga persaudaraan, dan perdamaian. Sebab dengan persaudaraan itu maka semuanya akan terasa indah.

“Jangan kalian saling bermusuhan, sebab itu perbuatan setan. Daerah ini maju dan tidak ada ditangan masyarakat. Mari kita bantu Polisi, bantu Tentara dan pemerintah untuk majukan daerah ini. Yang menjaga kampung kita, bukan pendeta bukan ustad, bukan Polisi bukan pula tentara, tapi kita semua jaga kerukunan kita,” pintanya. (NS)

 

 

 

Views: 5
Facebook
WhatsApp
Email