
AMBON,Nunusaku.id,- Dua personel Direktorat Polairud Polda Maluku torehkan prestasi membanggakan pada ajang lomba renang tradisional 400 meter dalam rangka Banda Heritage Festival (BHF) 2025 di Pasir Panjang, Negeri Administratif Nusantara, Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (27/11).
Kedua personel tersebut adalah La Ode M. Maliki yang meraih Harapan I, dan Samuel Noya yang menyabet Harapan III pada kategori Dewasa.
Prestasi ini sekaligus menunjukkan kompetensi, kedisiplinan, serta kedekatan Polairud dengan potensi maritim masyarakat Banda.
Lomba renang yang menjadi bagian penting dari rangkaian BHF ini dilepas Istri Bupati Maluku Tengah, Betty Epsilon Idroos. Hadir pula unsur Forkopimda dan pimpinan OPD Kabupaten Maluku Tengah, serta jajaran kepolisian dan TNI.
Dalam kesempatan itu, Betty menegaskan, olahraga renang memiliki nilai budaya dan historis bagi masyarakat pesisir.
“Kami berharap lomba ini mempererat persaudaraan sekaligus melahirkan bibit atlet renang yang dapat membawa nama Banda dan Maluku ke tingkat yang lebih tinggi. Junjung tinggi sportivitas dan utamakan keselamatan,” ujarnya.
Lomba renang tradisional yang mengambil rute start di Pasir Panjang RT 05 dan finish di Dermaga Hotel Maulana RT 03 ini diikuti 18 peserta kategori Pelajar dan 30 peserta kategori Dewasa.
Kategori Dewasa yang berlangsung sengit itu melahirkan para pemenang yang didominasi oleh putra-putra pesisir Banda.
Dibalik persaingan ketat tersebut, dua anggota Polairud Polda Maluku turut memperlihatkan performa terbaiknya yakni La Ode M. Maliki harapan I dan harapan III Samuel Noya.
Keduanya sukses mengharumkan nama satuan dan menunjukkan kesiapsiagaan fisik aparat kepolisian di wilayah perairan.
Pengamanan Ketat, Kegiatan Berjalan Aman-Lancar
Selama kegiatan berlangsung, pengamanan dilakukan personel Operasi Kewilayahan Mandiri “Banda Heritage Festival 2025” yang dipimpin PLH Kapolres Maluku Tengah, AKBP Pulung Wietono.
Pengamanan terbuka dan tertutup dilaksanakan untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan kondusif.
Partisipasi Polairud Polda Maluku dalam ajang budaya BHF 2025 bukan hanya bentuk dukungan terhadap pelestarian tradisi maritim, tetapi juga memperlihatkan kesungguhan aparat kepolisian dalam membangun kedekatan dengan masyarakat.
Prestasi yang diraih dua personel Polairud menjadi bukti bahwa pengabdian mereka di laut tidak hanya terkait tugas menjaga keamanan, tetapi juga menyatu dengan kultur dan semangat bahari masyarakat Banda.
BHF kembali menegaskan posisi Banda Neira sebagai etalase budaya maritim Maluku yang sarat sejarah dan sportivitas. (NS)
