
AMBON,Nunusaku.id,- Momentum bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah dimanfaatkan oleh jajaran Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon untuk mempererat kebersamaan melalui kegiatan buka puasa bersama yang melibatkan pimpinan, Aparatur Sipil Negara (ASN), serta seluruh pegawai di lingkup instansi tersebut.
Kegiatan yang mengangkat tema “Merajut Kasih, Mempererat Tali Silaturahmi di Bulan Suci Ramadhan yang Penuh Berkah” ini berlangsung di halaman Kantor DLHP Kota Ambon, kawasan Belakang Soya, Kamis (12/3/26).
Acara berlangsung sederhana namun sarat makna, dengan kehadiran para pegawai mencerminkan kuatnya ikatan kekeluargaan yang selama ini terjalin di lingkungan DLHP Ambon.
Kepala DLHP Kota Ambon, Apries Gaspersz mengungkapkan rasa syukur karena seluruh keluarga besar DLHP dapat berkumpul bersama dalam suasana Ramadhan yang penuh keberkahan.
Ia menyampaikan, momen buka puasa bersama bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi sarana mempererat hubungan antar pegawai sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
“Ramadhan memberi kita kesempatan untuk memperkuat silaturahmi, saling berbagi kebahagiaan, serta memperkokoh rasa kekeluargaan di antara seluruh keluarga besar DLHP Kota Ambon,” ujarnya.
Apries juga memberikan apresiasi kepada seluruh pegawai yang selama ini telah bekerja dengan penuh dedikasi dalam menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan di Kota Ambon.
Menurutnya, berbagai tantangan dalam pengelolaan lingkungan, terutama terkait pengelolaan sampah dan penataan kota, hanya dapat dihadapi melalui kerja sama dan komitmen bersama.
“Semangat Ramadhan ini harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus bekerja secara kolaboratif menjaga Ambon tetap bersih, hijau, dan nyaman bagi masyarakat maupun generasi yang akan datang,” tambahnya.
Dr. H. Much. Mu’alim, MHI, MA dalam hikmah Ramadhan mengajak seluruh peserta untuk memperkuat rasa cinta dan kepedulian terhadap sesama manusia.
Menurutnya, sikap fanatisme yang sempit sering menjadi pemicu munculnya konflik sosial di masyarakat. Karena itu, masyarakat perlu memperluas cara pandang dengan menumbuhkan rasa persaudaraan yang lebih luas.
Ia juga menyinggung pentingnya menjaga nilai budaya pela gandong yang menjadi simbol persaudaraan masyarakat Maluku.
“Jangan lagi membatasi diri hanya pada kelompok atau kampung tertentu. Kita semua adalah satu Maluku. Pela satu Maluku, gandong satu Maluku. Jika nilai ini benar-benar dijaga, maka persaudaraan dan kedamaian akan selalu terpelihara,” ungkapnya.
Dalam tausiahnya, ia turut mengingatkan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari nilai keimanan.
Perilaku sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan lingkungan, hingga menyingkirkan benda berbahaya di jalan merupakan bentuk kepedulian yang bernilai ibadah.
“Iman tidak hanya tersimpan di dalam hati, tetapi juga tercermin dari perbuatan seseorang. Hal-hal kecil yang bermanfaat bagi orang lain dan lingkungan merupakan bagian dari keimanan itu sendiri,” jelasnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan buka puasa yang diikuti seluruh peserta dalam suasana penuh keakraban.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan, kepedulian sosial, serta komitmen menjaga lingkungan terus tumbuh di DLHP Ambon, sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam mewujudkan Ambon sebagai kota yang bersih, harmonis, dan penuh persaudaraan. (NS-02)




