Disaksikan Gubernur Maluku, MEA-PT Pelabuhan Tj.Priok Teken Kerjasama Shorebase Blok Masela 
0-4064x3048-0-0-{}-0-24#

AMBON,Nunusaku.id,- Satu lagi langkah maju dilakukan Provinsi Maluku dalam menyambut datangnya groundbreaking dan pembangunan Blok Migas Masela yang kian menjadi nyata.

Ialah dengan melakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) atau nota kesepahaman plan of Shorebase operation support Blok Gas abadi Masela.

Penandatanganan dilakukan Direktur Utama PT Maluku Energi Abadi (Perseroda) Muhammad Armyn Syarif Latuconsina dan Direktur Utama PT Pelabuhan Tanjung Priok, Indra Hidayat Sani, disaksikan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Direktur Komersial PT Pelindo, Farid Padang di lantai I Kantor Pelindo Cabang Ambon, Selasa (3/3/26).

Ikut menjadi saksi proses tersebut Wakil Ketua DPRD Maluku Johan Lewerissa dan Ketua Komisi III DPRD Maluku, Alhidayat Wadjo.

Gubernur menyebut, penandatanganan MoU ini sebagai awal dimulainya kerjasama antara MEA dan PT Pelabuhan Tanjung Priok untuk pembangunan Shorebase di lokasi Blok Gas Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT).

Kerjasama ini menurut Gubernur, sangat penting dan strategis sebab PT Pelabuhan Tanjung Priok sebagai anak perusahaan PT Pelindo tentu sangat berpengalaman di bidang pengelolaan dan operasional pelabuhan.

“Wajar jika PT MEA sebagai perusahaan perseorangan daerah dibawah Pemerintah Provinsi Maluku harus menggandeng mitra strategis seperti PT Pelabuhan Tanjung ini untuk realisasi rencana pembangunan dan dukungan Shorebase di lokasi Blok Migas,” tandas Gubernur usai penandatanganan.

Sebab sebagai Gubernur dan Kepala Daerah, Lewerissa tidak menghendaki Maluku menjadi penonton di tanah sendiri, ketika pembangunan dan pengembangan Blok Migas Masela berjalan.

Namun sebaliknya, rakyat Maluku yang memiliki sumber daya manusia (SDM) mumpuni dan teruji, mesti terlibat dominan atau menjadi pemain secara langsung di lapangan.

“Saya tidak kehendaki ketika pengembangan dan pembangunan Blok Masela telah berjalan, lalu kita menjadi penonton. Saya tidak mau. Kita harus berpartisipasi aktif, ikut serta, menjadi pemain utama dalam pengembangan Blok Abadi Masela tersebut,” tegasnya.

Menurut Gubernur, keterlibatan aktif di Proyek Strategis Nasional (PSN) itu hal utama, bukan karena Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku memiliki Participating Interest (PI) 10 Persen dari Blok Masela, tapi karena Blok itu ada dan berpusat di Maluku maka kita ingin untuk dilibatkan.

Terlepas dari komitmen kuat itu, Gubernur HL memberi apresiasi kepada INPEX dan SKK Migas sebagai motor PSN ini sudah sepaham bahwa melibatkan atau partisipasi perusahaan daerah atau local vendor sangat penting dan wajib sifatnya dalam pengembangan Blok Abadi Masela.

“Itu paling penting. Dengan begitu, kehadiran Blok Abadi Masela terasa dampaknya kepada mereka. Sekaligus menegaskan lagi posisi kita bukan menjadi penonton di negeri sendiri, tapi pelaku aktif,” tegas Gubernur.

Dengan kerjasama MEA dan Pelabuhan Tanjung Priok ini, Gubernur berharap, dapat bermanfaat secara komersial bagi kedua belah pihak.

Sementara itu, Dirut PT Pelabuhan Tanjung Priok, Indra Hidayat Sani menyebut, kerjasama yang terjalin dengan MEA ini lebih terfokus pada peningkatan soft skill atau keahlian calon pekerja di Blok Gas Abadi Masela.

Beberapa pengalaman saat ini yang telah berjalan dalam aspek operasional Shorebase seperti di Lhokseumawe-Aceh untuk penanganan Mhubadala dan Harbour Energy khusus Gas, demikian hal yang sama di Banyuwangi dan Jakarta, Indra mengaku akan coba diterapkan dalam kerjasama ini.

“Dengan pengalaman itu, dan mungkin modal nanti kami misalnya siapkan alat, pembangunan infrastruktur dan segala macamnya itu sebagian juga bisa dari PT Pelabuhan Tanjung Priok,” jelasnya.

Tak menutup kemungkinan tambah Indra, dalam pelaksanaan kerjasama ini kedepan, akan melibatkan atau mengundang investor luar untuk masuk agar bisa semakin membuat Maluku maju dan berkembang.

“Kita sudah bertemu beberapa calon investor luar terkait hal ini dan pada waktunya nanti akan kita lihat bagaimana, secara teknis itu belum sekarang kita buka ke publik,” demikian Indra.

Acara penandatanganan MoU itu kemudian dirangkai dengan buka puasa bersama, realisasi program TJSL Pelindo berupa 54.375 paket sembako Ramadhan serta pemberian santunan untuk 7.710 anak Yatim dan penyaluran 35.400 paket Takjil Ramadhan. (NS)

 

 

Views: 12
Facebook
WhatsApp
Email