Di Markas Seskoal, Gubernur Maluku Paparkan Strategi Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Berbasis Ekonomi Biru
IMG-20260401-WA0043

Jakarta,Nunusaku.id,- Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa (HL) didapuk sebagai salah satu narasumber diskusi panel Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Pendidikan Regular Seskoal Angkatan ke-65 tahun ajaran 2026, Markas Seskoal, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (1/4/26).

Bersanding dengan Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Laos, melalui topik “Sinkronisasi Arah Kebijakan Pembangunan Daerah Dengan Upaya Pengelolaan Sumdanas Untuk Kepentingan Pertahanan Maritim di Kawasan Perbatasan Strategis dan Daerah-Daerah 3T (Tertinggal,Terdepan dan Terluar), Gubernur HL tampil lugas memaparkan strategi pengembangan wilayah perbatasan dan Daerah 3T serta tujuh (7) strategi peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis ekonomi biru.

Tujuh strategi peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis ekonomi biru yang diusung Gubernur yakni, pertama; Lumbung Ikan Nasional dengan mengoptimalkan keterlibatan masyarakat Maluku dari level tersier hingga primer.

Kedua; pengembangan pelabuhan Maluku terpadu melalui Maluku Integrated Port. Ketiga; pengembangan lapangan abadi wilayah kerja Blok Masela dengan mengoptimalkan peran Maluku didalamnya.

Keempat; Maluku sebagai pusat riset kemaritiman dengan kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi dan industri. Kelima; pariwisata bahari berkelanjutan dengan spesifiknya sebagai mesin pertumbuhan ekonomi inklusif, Banda sebagai lokomotif.

Keenam, lanjut Gubernur yaitu kebijakan asimetris provinsi berciri kepulauan. Terakhir ketujuh; peningkatan konektivitas melalui transportasi, telekomunikasi dan digital, energi dan utilitas serta logistik dan distribusi.

Selain itu, Gubernur juga menegaskan tentang peran strategis pemerintah daerah Maluku, bersama TNI Angkatan Laut.

Dalam mendukung pembangunan dan pertahanan di Maluku, peran tersebut dilakukan melalui kolaborasi yang tidak hanya pada aspek keamanan, tetapi juga mencakup pembangunan wilayah secara menyeluruh.

Kemudian dukungan bersama dalam penguatan konektivitas maritim khususnya di wilayah kepulauan dan perbatasan,  pemberdayaan masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil sebagai bagian dari strategi pertahanan non militer.

Lalu Integrasi antara perencanaan pembanguan daerah dengan strategi pertahanan nasional, pemanfaatan infrastruktur strategis secara bersama untuk kepentingan ekonomi dan pertahanan, peningkatan koordinasi dalam pengelolaan wilayah perbatasan dan wilayah terluar.

“Perwujudan kolaborasi solid yang menjadikan Maluku dapat berkembang sebagai wilayah yang tidak hanya maju secara ekonomi tetapi juga tangguh dalam menjaga kedaulatan negara,” ungkap Gubernur.

Diskusi Panel KKDN Pasis Dikreg Seskoal angkatan ke-65 tahun 2026 ini mengangkat tema ” Kebijakan dan Strategi Pengelolaan Sumber Daya Nasional Untuk Pertahanan Negara di Laut: Tinjauan Kritis Pada Kawasan Perbatasan Strategis”, dengan total 129 Pasis sebagai peserta.

Hadir pula di momen tersebut pejabat dari lingkup TNI-Angkatan Laut yaitu Komandan Seskoal Laksamana Muda TNI Ariyantyo Condrowibowo, Wakil Komandan Seskoal Laksamana Pertama TNI Ferry Supriyadi, Komandan Kodaeral IX Ambon Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, ⁠Kakordos Seskoal Laksamana Pertama TNI Goki Sihombing, ⁠Komandan Lanal Ternate Kolonel Laut (P) Gurtom Fartianto. (NS)

Views: 0
Facebook
WhatsApp
Email