Dewan Minta Pemkot Terapkan Sistem Reward & Punishment Pimpinan OPD Pengumpul PAD
Picsart_23-05-23_12-04-15-443-scaled-1-696x696

AMBON,Nunusaku.id,- Pmerintah kota (Pemkot) Ambon harus menerapkan sistem reward dan punishment yang tegas bagi pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), terutama yang bertugas mengumpulkan pendapatan asli daerah (PAD).

“Bagi yang berhasil capai target, berikan apresiasi berupa penambahan anggaran agar mereka bisa menggali lebih banyak potensi daerah. Sebaliknya, bagi yang gagal, harus dievaluasi, bahkan diganti,” tegas Ketua DPRD Kota Ambon, Mourits Tamaela di Baileo Rakyat Belakang Soya, Kamis (16/1).

Menurut politisi NasDem itu, evaluasi mendalam perlu dilakukan untuk OPD pengumpul terhadap pengelolaan PAD yang dinilai belum maksimal pada tahun anggaran 2024 ke 2025.

Pasalnya, realisasi anggaran kota Ambon tahun 2024 mengalami kendala serius akibat tidak tercapainya target PAD di akhir tahun.

“Kondisi ini membuat sejumlah kewajiban belanja pemerintah kota tidak dapat direalisasikan. Masalah utamanya kegagalan mencapai PAD. Kami sudah ingatkan sejak lama, tetapi upaya untuk meningkatkan kinerja belum terlihat signifikan,” ujar Tamaela.

Tamaela juga menyoroti pentingnya menempatkan pejabat yang kompeten dalam posisi strategis di OPD pengumpul pendapatan.

Sebab, kota ini sangat bergantung pada PAD untuk menjalankan fungsi pemerintah, terutama belanja wajib seperti gaji pegawai.

“Kami mendukung langkah kepala daerah baru untuk menempatkan orang-orang yang berkualitas dan memiliki tanggungjawab tinggi. Jika tidak berhasil, harus ada evaluasi,” tegasnya lagi.

Ia menambahkan bahwa kinerja beberapa OPD pengumpul PAD saat ini tidak memadai, baik karena kurangnya etos kerja maupun ketidaksesuaian kompetensi.

“Mereka menganggap tugas mereka sekadar rutinitas sebagai ASN. Padahal, daerah ini hidup dari PAD. Jika ini terus terjadi, dampaknya fatal bagi belanja wajib,” ujarnya.

Dengan waktu transisi menuju pemerintahan kota Ambon baru yang akan dilantik antara Februari atau Maret 2025, Tamaela berharap ada perhatian serius terhadap permasalahan ini.

“Kami akan berikan masukan dan dukungan kepada Walikota terpilih guna memastikan langkah-langkah strategis diambil guna memperbaiki kinerja OPD pengumpul PAD. Ini penting agar beban utang tidak terus menumpuk di 2025,” kuncinya. (NS)

Views: 10
Facebook
WhatsApp
Email