Dengan Mesin Canggih, Saadiah-Bupati SBT "Kompak" Panen Perdana 100 Hektar Padi
IMG-20251202-WA0076

Bula,Nunusaku.id,- Kekompakan antara wakil rakyat dan kepala daerah di Maluku terus ditunjukkan di setiap kesempatan.

Termasuk yang baru saja terjadi di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). Di Kabupaten yang sedang giat-giatnya mewujudkan “Hilirisasi Sagu” itu, anggota Komisi V DPR RI dapil Maluku Saadiah Uluputy bersama Bupati SBT, Fahri Husni Alkatiri melakukan panen padi perdana.

Panen dilakukan di dua tempat yakni Desa Jakarta Baru dan Desa Sumber Agung Kecamatan Bula Barat Kabupaten SBT dengan luasan masing masing 50 hektar, Senin (1/12/25).

Tak tanggung-tanggung, panen perdana itu menggunakan mesin modern combine harvester, alat pertanian canggih yang memungkinkan proses pemanenan lebih cepat, efisien, dan mengurangi risiko kehilangan hasil.

Varietas padi yang dipanen berupa mekongga, inpari 32 dan cileguis, dengan kisaran bisa menghasilkan dua smpai tiga ton beras/hektar. Direncanakan awal tahun juga depan juga Desa wWaisamet panen dengan luasan 50 ha.

Saadiah mengakui, kunjungan kerja kali ini sangat luar biasa. Selain antusias pemerintah daerah, juga antusias para petani tak kalah, menunjukkan semangat untuk maju.

“Saya mengapresiasi pemerintah daerah dalam hal ini pak Bupati, Kadis Pertanian, pimpinan OPD lain serta para kepala desa dan petani yang sangat antusias menyambut kunjungan kerja saya, khususnya pada panen kali ini,” ucapnya.

Menurut politisi PKS itu, Alsintan modern, khususnya combine harvester sangat penting untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

“Dengan teknologi ini, kita bukan hanya membantu petani bekerja lebih cepat, tetapi juga menjaga agar hasil panen tidak banyak hilang. Inilah bagian dari strategi percepatan menuju swasembada pangan,” jelas Saadiah.

Jika biasanya panen padi dilakukan secara manual dan butuh waktu seharian atau beberapa hari, lanjut Saadiah, dengan menggunakan alat ini hanya butuh 1 sampai 1,5 jam untuk memanen lahan seluas satu hektar.

“Alat ini bantuan yang saya berikan tahun lalu, Alhamdulillah hari ini saya ikut panen bersama. Dan panen baru pertama kita laksanakan di malam hari yah, Insha Allah SBT kedepan bisa swasembada pangan,” harapnya.

Kepala Dinas Pertanian SBT, Sofyan Waraiya yang memotori panen raya itu memberi apresiasi kepada pemerintah pusat lewat aspirasi Saadiah atas perhatian kepada petani di Bumi Ita Wotu Nusa

“Beberapa permintaan kelompok tani yang memang sudah kita penuhi, baik dari bantuan ibu Saadiah maupun dari Pemda SBT. Untuk mesin pompa air yang diminta telah terjawab dan kita besok (hari ini-red) sudah bisa bawa ke sana,” akuinya.

Sedangkan bantuan hand tractor, tambah dia, sementara hanya bisa pinjam pakai karena dikelola langsung oleh brigade dalam unit dan pelayanan alat mesin pertanian.

Selain membahas soal bantuan, Kadistan juga menyoroti Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program itu berpotensi besar mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui kemitraan antara petani dan penyedia bahan pangan.

“MBG ini berpotensi besar menciptakan kerja sama antara petani dengan SPPG (Satuan Pelaksana Program Gizi), sehingga hasil pertanian daerah bisa terserap dengan baik,” demikian Sofyan. (NS)

Views: 14
Facebook
WhatsApp
Email