Dari Tradisi ke Panggung Nasional, LGJI Rawat Persaudaraan-Hidupkan Ekonomi Kota Ambon
IMG-20260906-WA0010

AMBON,NUNUSAKU.ID,— Derap langkah terdengar beriringan di sejumlah ruas jalan Kota Ambon, Sabtu (05/09/26). Barisan demi barisan bergerak dengan langkah yang teratur. Seragam beragam warna memenuhi jalan, sementara sorak dukungan masyarakat menambah semarak suasana.

Bukan sekadar lomba. Dibalik setiap langkah peserta, tersimpan cerita panjang tentang kebersamaan warga Kota Ambon.

Itulah yang kembali terasa dalam Lomba Gerak Jalan Indah Amboina (LGJI) 2026, sebuah agenda yang telah menjadi bagian dari perjalanan masyarakat Ambon selama puluhan tahun.

Bagi anggota DPRD Kota Ambon, Lucky Upulatu Nikijuluw, keberlangsungan kegiatan tersebut patut mendapat apresiasi. Ia menilai, LGJI Amboina memiliki nilai jauh lebih besar daripada sekadar perlombaan baris-berbaris.

Menurutnya, kegiatan yang telah berlangsung sejak era 1980-an itu telah menjadi ruang untuk mempertemukan masyarakat sekaligus memupuk semangat persatuan dan kebersamaan.

“Sebagai wakil rakyat, kami memberikan apresiasi kepada Angkatan Muda Gereja Maluku (AMGPM) Daerah Kota Ambon yang terus mempertahankan kegiatan ini,” ujarnya.

Puluhan tahun berjalan, LGJI telah melewati berbagai perubahan zaman. Namun semangat dasarnya tetap sama: mempertemukan orang-orang bersaudara di Kota Ambon dalam suasana kebersamaan.

Di mata Politisi PDI Perjuangan itu, kemampuan baris-berbaris hanyalah salah satu bagian dari kegiatan tersebut.

Lebih jauh, lomba ini menjadi ruang untuk mengembangkan kreativitas, kedisiplinan, keterampilan dan keberanian masyarakat, khususnya generasi muda.

Setiap peserta dituntut mampu menjaga kekompakan. Satu langkah yang tidak seragam dapat memengaruhi seluruh barisan. Dari sana, nilai kebersamaan menjadi sesuatu yang tidak hanya dibicarakan, tetapi dipraktikkan.

“Disatu sisi, kreativitas dan keterampilan baris-berbaris menjadi dasar bagi warga Kota Ambon untuk terus meningkatkan kemampuan dan partisipasi mereka,” katanya.

Karena itu, ia melihat Gerak Jalan Indah Amboina memiliki potensi untuk terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak kelompok masyarakat.

Kategori peserta, menurutnya, juga dapat diperluas dengan melibatkan anak-anak, remaja hingga kelompok dewasa. Berbagai komunitas pun diharapkan dapat mengambil bagian sehingga kegiatan ini semakin inklusif.

Ada sisi lain yang tak kalah penting dari perhelatan ini: ekonomi masyarakat.
Ketika ribuan orang bergerak dan berkumpul di ruang publik, aktivitas ekonomi ikut tumbuh.

Pedagang makanan dan minuman, pelaku UMKM, jasa transportasi hingga berbagai usaha kecil lainnya mendapatkan kesempatan untuk memperoleh penghasilan dari ramainya kegiatan.

Bagi Lucky, pemerintah tidak hanya perlu melihat anggaran yang dikeluarkan untuk sebuah kegiatan, tetapi juga dampak ekonomi yang berputar di tengah masyarakat.

“Perputaran uang itu terjadi di Kota Ambon. Belum lagi UMKM yang turut terlibat di dalamnya,” ujarnya.

Dengan demikian, dukungan pemerintah terhadap kegiatan seperti Gerak Jalan Indah Amboina tidak semata-mata dilihat sebagai pembiayaan sebuah agenda tahunan, Ada manfaat ekonomi yang ikut dirasakan masyarakat, Ada ruang promosi bagi pelaku usaha kecil, Dan ada kesempatan bagi masyarakat untuk kembali menghidupkan ruang-ruang publik Kota Ambon.

Karena memiliki sejarah panjang dan karakter yang kuat, Lucky melihat Gerak Jalan Indah Amboina memiliki peluang untuk dikembangkan lebih jauh.

Ia bahkan mendorong agar kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda lokal, tetapi dapat dipertimbangkan untuk masuk dalam agenda yang lebih besar, bahkan memiliki gaung secara nasional sebagai salah satu identitas kegiatan Kota Ambon.

Namun, untuk sampai ke tahap itu, diperlukan konsistensi dari seluruh pihak.

Masyarakat Kota Ambon juga diharapkan dapat menyambut setiap pelaksanaan kegiatan dengan baik serta ikut menjaga keberlangsungannya.

“Harapan kami masyarakat Kota Ambon harus menyambut dan menjaga momentum ini dengan baik, supaya ke depan LGJ ini terus berlangsung dengan baik,” ungkapnya.

Menurutnya, keberhasilan sebuah kegiatan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun panitia. Masyarakat sebagai bagian dari kegiatan tersebut juga memiliki peran penting.

Dibalik kemeriahan dan kompetisi, Lucky juga mengingatkan pentingnya menjaga netralitas dan sportivitas panitia maupun juri, Penilaian harus dilakukan secara objektif agar setiap peserta mendapatkan hak yang sama.

Bagi peserta, kemenangan memang menjadi tujuan. Namun, jauh lebih penting adalah bagaimana seluruh proses perlombaan berlangsung secara adil dan dapat menghasilkan sesuatu yang positif bagi Kota Ambon.

“Harapan kami panitia bisa menjaga netralitas, terutama para juri, supaya hasilnya membawa output yang positif,” katanya.

Pada akhirnya, Gerak Jalan Indah Amboina bukan hanya tentang siapa yang paling cepat atau barisan mana yang paling rapi.

Ada sesuatu yang lebih besar berjalan bersama derap langkah itu, Ada sejarah yang terus dijaga, Ada generasi muda yang diberi ruang untuk berkarya, Ada masyarakat yang kembali dipertemukan dalam suasana persaudaraan, Dan ada roda ekonomi kecil yang ikut bergerak di sepanjang jalan.

Dari derap langkah itulah, Kota Ambon kembali menunjukkan wajahnya: sebuah kota yang tumbuh dari kebersamaan, kreativitas dan semangat orang basudara.

Jika terus dirawat dan dikembangkan, bukan tidak mungkin Gerak Jalan Indah Amboina suatu hari bukan hanya dikenal sebagai tradisi tahunan masyarakat Ambon, tetapi menjadi salah satu agenda khas Kota Ambon yang mampu berbicara di tingkat nasional. (NS-02)

Views: 11
Facebook
WhatsApp
Email