Dari Pesisir Huamual, Gubernur-Kapolda Serukan Jaga Maluku Aman & Damai; Hidup Baku Sayang
InShot_20260318_005249091

SBB,Nunusaku.id,- Terjangan ombak di laut Hitu Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) hingga lepas pantai Desa Luhu Kecamatan Huamual Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), tak menyurutkan niat hati dan semangat para pemimpin di Maluku untuk menyapa masyarakat.

Apalagi bertepatan dengan momen bulan Suci Ramadhan 1447/H, menjadi ruang tepat untuk merekatkan silaturahmi, menguatkan harmonisasi hidup dan memperkuat persatuan sesama anak negeri Raja-raja menuju hari kemenangan; Idul Fitri dan masa-masa kedepan.

Potret seruan itu tergambar lewat kehadiran Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa bersama Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang serta Kabinda dan Sekda Maluku yang melakukan safari Ramadhan di Luhu dan Iha-Kulur, dua Negeri bertetangga, Senin (16/3/26).

Masyarakat baik tokoh agama, tokoh adat, hingga tokoh pemuda dengan dikawal Kapolres SBB dan Kapolsek Huamual serta puluhan personil kepolisian, begitu antusias menyambut Gubernur, Kapolda dan rombongan bahkan setiba di dermaga Luhu hingga ke balai desa Luhu dan Rumah Raja Iha Kulur.

Penyambutan selain dalam bentuk pengalungan kain khas Maluku, tetapi juga diiringi tarian Zamrah oleh Remaja negeri setempat.

Gubernur dan Kapolda lalu kompak berbagi tugas. Lewerissa pertama menyapa warga Iha Kulur sekaligus membagikan bantuan kacamata baca gratis dan paket sembako Ramadhan kepada masyarakat, Kapolda melakukan yang sama di Luhu.

Kemudian keduanya bergantian tempat untuk buka puasa bersama masyarakat. Kali ini giliran Gubernur dan Kabinda yang ke Luhu, sedangkan Kapolda dan Sekda ke Iha Kulur.

Di kedua Negeri bertetangga itu, pesan jelas dan tegas diserukan Gubernur dan Kapolda kepada masyarakat di Luhu dan Iha-Kulur pada khususnya dan seantero Maluku pada umumnya; jaga Maluku tetap damai tanpa konflik atau bentrok, hidup baku gandeng tangan, baku sayang.

“Ini Safari Ramadhan terakhir Pemerintah Provinsi untuk tahun 2026 dan menjadikan Iha Kulur dan Luhu sebagai titik akhir kami gunakan kesempatan untuk mengajak, mengimbau masyarakat bahwa tidak ada manfaatnya untuk berkonflik. Hanya datangkan mudarat, kerugian bagi kita, tidak ada manfaat apapun,” seru Gubernur di Iha.

Lewerissa mengaku, kehadirannya di Iha merupakan sukacita besar. Selain karena ada ikatan kekerabatan dari orang tua, tetapi ini merupakan kunjungan pertama setelah terpilih jadi Gubernur, sehingga harus digunakan secara baik.

Baginya, Safari Ramadan ini bukan sekedar silaturahmi, tetapi sebagai bentuk kehadiran negara untuk memastikan masyarakat merasa aman dan terlindungi. Sebab stabilitas keamanan menjadi kunci pembangunan daerah.

“Terima kasih banyak basudara di Iha dan Luhu, karena tanpa dukungan bapak/ibu belum tentu beta bisa berdiri disini sebagai Gubernur. Apalagi momennya bertepatan dengan bulan Ramadhan. Ini kesempatan terbaik untuk kaum Muslimin mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ungkap Gubernur.

Selain itu, jika selama sebulan puasa menahan amarah dan dendam, Gubernur berharap, nuansa damai di bulan Ramadan itu dapat tercermin selama 11 bulan kedepan dan seterusnya. Harus saling jaga, menghargai dan baku dukung.

Sebab menurutnya, pemerintah sedang fokus membangun Maluku dan stabilitas keamanan menjadi kuncinya. Apalagi banyak program nasional masuk kesini sedari 2025 lalu, bahkan 2026 ini lebih banyak program mengalir. Itu pertanda Maluku diperhatikan dan harus ditunjang dengan tetap menjaga daerah ini aman.

“Beta mau gunakan kesempatan Ramadan untuk mengetuk hati batin semua kita. Damai dan sukacita Ramadan harus warnai hidup kita. Betapa pentingnya kita memupuk hidup sesama anak Maluku. Jangan selesai Ramadan kita bakalai atau bentrok lagi, semua akan sia-sia,” pesannya.

Sementara itu, Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto meminta masyarakat Luhu dan Iha untuk menjadikan Ramadan sebagai waktu yang tepat untuk memperbaiki diri dalam hubungan dengan Allah SWT dan merajut kembali harmonisasi hidup antar sesama manusia.

Selain itu, sebagai daerah yang berada di pesisir pantai, kedua desa ini sangat strategis untuk berkembang. Namun aspek keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) sangat penting untuk diwujudkan oleh masyarakat. Tak saja di momen Ramadan dan Idul Fitri, tapi seterusnya.

“Pemerintah dan aparat keamanan tidak akan bisa bekerja sendiri menjaga Kamtibmas, jika tanpa dukungan dari masyarakat setempat termasuk di Iha dan Luhu. Ramadan dan Idul Fitri jadi momentum yang tepat meneguhkan komitmen itu dalam semangat Mari Biking Bae, Basudara Tarus Biking Bae,” ingat Dadang. (NS)

 

Views: 0
Facebook
WhatsApp
Email