
AMBON,Nunusaku.id,- Dari lima (5) kader yang sebelumnya disebut Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Ambon Gerald Mailoa, Mohamad Tadi Salampessy menjadi kader pertama nyatakan sikap bertarung dalam pertarungan pemilihan Walikota (Pilwakot) Ambon 27 November 2024 mendatang.
Hal itu ditunjukkan dengan mantan Bendahara DPD PDI Perjuangan Maluku itu didampingi sejumlah tim pendukungnya datang mengambil formulir di Sekretariat DPC PDI Perjuangan, di Mangga Dua, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, sekitar pukul 14.30 WIT, Senin (22/4).
Bukan selaku bakal calon (Balon) Wakil Walikota, namun Salampessy mengambil formulir pendaftaran sebagai Balon Walikota Ambon.
Salampessy katakan, meski proses ini terbuka untuk umum, baik kader maupun non kader, tetapi selaku kader yang juga potensial, dirinya yakin akan mengantongi rekomendasi PDI Perjuangan.
“Bahkan bukan berharap lagi, kemungkinan besar saya bisa mendapat rekomendasi,” tandasnya kepada wartawan usai mendaftar.
Asa itu karena, dirinya akui punya perjuangan, jasa dan pengorbanan untuk melihat kota ini, yang punya banyak gejolak sosial, seperti soal infrastruktur yang belum tuntas, pengangguran masih banyak karena minimnya lapangan kerja.
“Ini yang juga harus didukung untuk bisa diselesaikan,” akunya.
Selain itu, Salampessy juga menyingung penataan pedagang kaki lima (PKL) yang tidak maksimal, pengembangan UMK yang tidak menjadi fokus pemerintah dan perbankan sebagai penyalur bantuan untuk pengembangan UMKM.
“Ini yang menjadikan saya untuk bertekad memimpin kota ini, agar dapat menyelesaikan semua persoalan itu,” tandasnya.
Dikatakan, banyak yang akan dilakukan untuk menjadikan kota ini jauh lebih baik, termasuk bergaining dengan pemerintah pusat demi memenuhi kebutuhan kota dan masyarakatnya.
“Ada 100 triliun anggaran yang disiapkan bagi UMK di Maluku, dan 7 bank ditunjuk sebagai penyalur, tetapi selama ini tidak ada apa-apa. Soal ini fungsi pengawasan DPR/DPRD tidak terlihat. Akibatnya Ambon sejak dulu, menjadi kota yang biasa-biasa saja,” kata mantan Ketua APKLI Maluku itu.
Bahkan dari sisi pendidikan, wisata, musik, peningkatan SDM untuk bisa bersaing secara nasional maupun internasional, itu sangat kecil kemungkinannya.
“Saya mantan pegawai BUMN, maka itu akan memudahkan untuk membangun jaringan-jaringan BUMN demi membangun kota ini. Untuk itu saya akan maju, tidak akan mundur,” tandasnya.
Dirinya juga bertekad mau bekerja untuk Ambon, menciptakan ibukota provinsi Maluku ini dalam 2 tahun pertama nanti dengan pembangunan-pembangunan dan pengembangan dari berbagai aspek. (NS)

