Canangkan HUT ke-69 SMASKRIS Ambon, Kadisdikbud Maluku Tekankan Pembentukan Karakter Siswa
FB_IMG_1791644237463

AMBON,NUNUSAKU.ID,– Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Maluku, Sarlota Singerin mencanangkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 SMA Swasta Kristen (SMASKRIS) Ambon, Sabtu (10/10/26).

Pencanangan ditandai dengan pelepasan balon ke udara. Sebelumnya, rangkaian kegiatan diawali dengan jalan santai mengitari pusat Kota Ambon, dilanjutkan senam sehat dan pembagian doorprize bagi peserta.

Momentum tersebut juga dirangkaikan dengan pencanangan Bulan Bahasa sebagai bagian dari upaya mendorong kecintaan terhadap bahasa, literasi, dan pengembangan potensi peserta didik.

Sarlota menegaskan, usia 69 tahun merupakan perjalanan panjang yang menunjukkan kematangan sebuah lembaga pendidikan. Karena itu, peringatan HUT pada 14 Oktober nanti tidak boleh sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi harus dimaknai sebagai momentum pembaruan diri bagi seluruh warga sekolah.

“Usia 69 tahun bukan lagi usia muda, tetapi usia yang matang. Karena itu, momentum ini harus menjadi kesempatan untuk memperbarui diri, meningkatkan kualitas, dan membangun masa depan sekolah yang lebih baik,” pesannya.

Ia juga menyoroti pentingnya kedisiplinan, baik bagi siswa maupun tenaga pendidik. Menurutnya, berbagai perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai pendidikan, seperti tawuran antarsiswa, harus menjadi perhatian serius dan tidak boleh lagi terjadi di lingkungan pendidikan.

Disisi lain, para guru juga diharapkan terus meningkatkan etos kerja, profesionalisme, serta komitmen dalam menjalankan tugas mendidik generasi muda.

“Kalau masih ada siswa yang tawuran, itu tidak boleh lagi. Begitu juga kalau masih ada guru yang malas, harus memacu diri untuk lebih baik lagi,” tegasnya.

Sarlota mengatakan, SMASKRIS Ambon memiliki sejarah panjang dalam dunia pendidikan di Maluku. Berbagai alumni sukses yang lahir dari sekolah tersebut merupakan kebanggaan sekaligus sumber motivasi bagi para siswa yang saat ini sedang menempuh pendidikan.

Menurutnya, keberhasilan para alumni harus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk belajar dengan tekun, mengembangkan kemampuan, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.

Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari pencapaian akademik semata. Penguatan karakter harus tetap menjadi perhatian utama karena menjadi fondasi dalam membentuk pribadi yang bertanggungjawab dan mampu hidup berdampingan di tengah masyarakat.

“Sekolah bukan hanya tempat untuk meningkatkan pengetahuan, tetapi juga tempat untuk memperkuat karakter. Karena itu, pembentukan karakter tidak boleh dilupakan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kualitas hubungan sosial dan kemampuan mengendalikan diri merupakan bagian penting dari pembentukan karakter peserta didik. Nilai-nilai tersebut perlu ditanamkan secara konsisten agar siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki sikap, etika, dan tanggung jawab sosial.

Sarlota mengaku percaya SMASKRIS Ambon dapat terus menjadi tempat yang tepat bagi pembentukan karakter generasi muda, sekaligus melahirkan lulusan yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan daerah.

Pencanangan dan peringatan HUT ke-69 SMASKRIS Ambon diharapkan menjadi momentum memperkuat komitmen seluruh warga sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan, menegakkan kedisiplinan, serta membangun lingkungan belajar yang sehat, berkarakter, dan berorientasi pada masa depan.

Melalui pencanangan Bulan Bahasa, sekolah juga diharapkan semakin mendorong budaya literasi dan kreativitas siswa sebagai bagian dari pembentukan generasi yang berpengetahuan, berkarakter, dan berdaya saing. (NS)

Views: 9
Facebook
WhatsApp
Email