
AMBON,Nunusaku.id,- Politisi Golkar, Steven Isac Risakotta telah mengembalikan berkas pendaftaran sebagai calon ketua DPD Golkar Kota Ambon di hari terakhir, Senin (27/4).
Pengembalian yang turut didampingi Ketua Golkar Kecamatan se-Kota Ambon dan pimpinan organisasi sayap serta didirikan dan mendirikan Golkar itu sebagai bentuk keseriusan dan komitmen kuatnya untuk menjadi pemimpin partai berlambang pohon beringin selanjutnya.
Membaca peta dukungan dan segala informasi yang dihimpun, dipastikan Risakotta akan menjadi calon tunggal. Sebab para kader lainnya lebih memilih memberi “karpet merah” kepada pria asal Negeri Latuhalat itu.
“Kita masih menunggu. Sebab belum ada pengumuman resmi dari Sterring Committe bahwa calon tunggal. Kader banyak dan beta menunggu saatnya. Kita hormati proses demokrasi yang tengah berjalan,” tandas Risakotta kepada awak media di Ambon usai pengembalian berkas pendaftaran, Senin malam.
Dirinya tidak menampik jika dukungan mayoritas dari lima kecamatan, serta KPPG dan AMPG, SOKSI, Al-Hidayah, MDI, MKGR, Satker Ulama telah dikantongi. Itu jadi modal utama membangun Golkar Kota Ambon kedepan melalui Musda di tanggal 30 April mendatang, ketika semua elemen partai bersatu.
Sebab Risakotta mengaku, dirinya telah berikhtiar setelah melanglang buana cukup lama di pusat, kini saatnya pulang kampung membangun partai agar semakin maju dan berjaya di pentas politik apapun.
“Beta punya keinginan membesarkan Golkar Kota Ambon. Apalagi dukungan mayoritas sudah diberikan termasuk dari anggota DPRD, maka makin besar niat kita kedepan,” beber Risakotta didampingi Agus Loupatty ketua tim pemenangan, Ketua SOKSI sekaligus anggota DPRD Kota Dessy Hallauw, Ketua AMPG Kota Hengky Hiskia dan Subhan Pattimahu.
Nantinya jika telah resmi ditetapkan dan dilantik sebagai Ketua Golkar Kota Ambon, Risakotta telah memasang target politik sesuai juga dengan target dari DPD I untuk harus meraih 30 ribu suara saat pemilihan legislatif (Pileg) 2029 mendatang di Kota Ambon, dengan proyeksi lima kursi DPRD.
“Saya punya obsesi kedepan untuk kursi Golkar di DPRD Kota yang hilang saat Pileg 2024, harus kita kembalikan di 2029. Minimal empat dan maksimal lima kursi, itu target yang realistis. Dengan begitu kursi pimpinan DPRD bisa kita rebut ulang,” demikian Risakotta. (NS)








