
AMBON,Nunusaku.id,- Ratusan tenaga kerja bongkar muat (TKBM) atau buruh yang ada di pelabuhan Yos Soedarso, pelabuhan Slamet Riyadi dan pelabuhan Gudang Arang serta pedagang pasar lama menyambut antusias visi misi yang dipaparkan calon Gubernur Maluku nomor urut 3, Hendrik Lewerissa (HL).
Ketua TKBM Pelabuhan Gudang Arang mewakili rekan-rekannya curhat ke Lewerissa terkait persoalan kapal-kapal yang sandar di pelabuhan Gudang Arang sangat minim jumlahnya.
Akibatnya proses bongkar muat tidak berjalan baik dan itu berpengaruh pada pendapatan buruh pelabuhan.
“Proses bongkar jalan tapi muat minim. Kami harap hal ini diperhatikan pa Hendrik kedepan. Kami yakin dan percaya bapak yang nanti akan duduk di kantor Gubernur Maluku, bisa lihat kami,” ujarnya.
Wa Ida, warga pedagang pasar Lama juga bercerita tentang mahalnya harga lapak yang mencapai angka fantastis 19 juta, dengan uang muka 5 juta dan tiap bulan harus disetor ke pihak ketiga 1 juta per bulan.
“Jujur saja pa, selama ini katong tidak dapat perlindungan sama sekali dari pemerintah. Padahal retribusi katong bayar. Tampa laeng kalau tabakar, dapat perhatian capat. Tapi di katong pasar lama, sio saja,” akunya di salah satu warung kopi di kota Ambon, Selasa (8/10).
Di depan buruh dan pedagang pasar lama, Lewerissa memastikan tak akan tutup mata untuk berbagai persoalan yang disuarakan. Sebab pemimpin yang baik harus mendengar, kerja dan mampu mencari jalan keluar terhadap masalah rakyatnya.
“Katong tidak akan tutup mata dengan buruh dan pedagang. Akan jadi perhatian kedepan, beta janji dan jamin itu. Beta tahu betul apa yang bapak/ibu rasakan, karena dulu juga beta pernah ada situasi yang sama,” sebut HL disambut riuh tepuk tangan.
Bersama Abdullah Vanath, calon Wakil Gubernur, HL tegaskan, memiliki komitmen untuk 100 hari kerja fokus mengurus persoalan pedagang pasar Mardika yang memang terabaikan oleh pemerintah.
“Beta akan lakukan penertiban agar semua orang bisa berjualan dengan layak di pasar Mardika. Catat ini. Beta akan bebaskan retribusi bagi pedagang, karena tidak sebanding dengan pendapatan. Pemerintah yang akan tanggung retribusi itu,” tegasnya.
“Fakta hari ini bahwa pejabat yang diberi kewenangan mengatur pasar banyak lakukan penyimpangan. Beta pastikan saat dipercaya masyarakat, kita akan atur, tata ulang. Beta akan turun dan atur langsung, kalau tidak becus pejabatnya dipecat dan bila perlu minta jaksa periksa, audit,” pungkasnya.
Diketahui, usai bertemu para buruh dan pedagang, HL melakukan safari kampanye di Desa Waai Kecamatan Salahutu-Maluku Tengah, Passo depan gudang pupuk dan Galunggung. (NS)



