Bukan Sekadar Menabung, Gubernur HL Minta Pelajar Maluku Melek Resiko Keuangan Digital
IMG-20260904-WA0007

AMBON,NUNUSAKU.ID,– Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mengingatkan generasi muda Maluku agar tidak mudah terjebak dalam berbagai bentuk kejahatan finansial berbasis digital yang kian marak.

Di hadapan ribuan pelajar SMP dan SMA, Gubernur meminta generasi muda tidak hanya membangun budaya menabung, tetapi juga memiliki kecerdasan dan kewaspadaan dalam menggunakan layanan keuangan digital.

Pesan itu disampaikan Hendrik Lewerissa (HL) saat membuka Peringatan Hari Indonesia Menabung dan Puncak Bulan Literasi Keuangan Tahun 2026 Provinsi Maluku di Auditorium Universitas Pattimura (Unpatti), Ambon, Kamis (3/9/26).

“Generasi muda harus ekstra waspada terhadap pinjaman online ilegal, investasi bodong, judi online, dan berbagai modus penipuan digital,” tegas Lewerissa.

Ia mengingatkan para pelajar agar tidak sembarangan memberi informasi pribadi kepada orang lain, terutama data yang dapat digunakan untuk mengakses rekening atau layanan keuangan.

“Jangan pernah membagikan data pribadi, PIN, maupun kode OTP kepada siapapun, dan pastikan selalu menggunakan produk keuangan yang legal dan diawasi OJK,” ujarnya.

Menurut Lewerissa, perkembangan teknologi digital telah memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses layanan keuangan. Namun, dibalik kemudahan tersebut terdapat risiko yang harus dipahami, khususnya oleh generasi muda yang menjadi pengguna aktif teknologi digital.

Karena itu, budaya menabung harus berjalan beriringan dengan peningkatan literasi keuangan. Generasi muda perlu dibekali kemampuan untuk membedakan layanan keuangan legal dan ilegal serta mampu mengambil keputusan finansial secara bijak.

Kegiatan yang mengusung tema “Merajut Masa Depan Melalui Literasi dan Inklusi Keuangan” tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Maluku Benhur Watubun, Walikota Ambon Bodewin Wattimena, pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, pimpinan perbankan, jajaran dinas terkait, tokoh agama, serta ribuan pelajar dan guru se-Kota Ambon.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga memberi apresiasi kepada OJK dan industri perbankan di Maluku yang konsisten mendorong budaya menabung melalui program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR).

Upaya tersebut, kata Lewerissa, telah membawa Maluku meraih prestasi di tingkat nasional.

Pada Peringatan Hari Indonesia Menabung tingkat nasional di Bekasi, akhir Agustus 2026, Provinsi Maluku dinobatkan sebagai Pemerintah Provinsi Terbaik dalam Implementasi Program KEJAR untuk wilayah Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

“Ini bukti nyata komitmen kita bersama,” katanya.

Tidak hanya Pemprov Maluku, Pemerintah Kota Ambon juga berhasil meraih penghargaan nasional melalui inovasi modul ajar literasi keuangan yang terintegrasi dalam mata pelajaran IPS SMP/MTs.

Sementara Bank Modern Express turut meraih penghargaan sebagai BPR terbaik dalam implementasi program KEJAR di wilayah Indonesia Timur.

Lewerissa menegaskan, berbagai penghargaan tersebut tidak boleh berhenti sebagai seremoni. Prestasi itu harus menjadi momentum untuk memperluas edukasi dan inklusi keuangan hingga ke seluruh wilayah Maluku.

Pemprov Maluku, lanjutnya, akan terus memperkuat sinergi dengan OJK, Bank Indonesia, industri perbankan, dan sektor pendidikan agar literasi keuangan dapat menjangkau masyarakat di wilayah kepulauan hingga pulau-pulau terluar.

“Literasi keuangan bukan hanya tentang menabung, tetapi juga bagaimana kita melindungi diri dari risiko keuangan dan mengambil keputusan finansial secara bijak,” tandasnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi seremonial pembukaan yang menandai Puncak Bulan Literasi Keuangan tahun 2026 Provinsi Maluku. (NS)

Views: 1
Facebook
WhatsApp
Email