Buka Musorprovlub KONI Maluku, Waketum: Jalin Komunikasi & Sinergi dengan Pemda
oppo_2

AMBON,Nunusaku.id,- Wakil Ketua Umum (Waketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Mayjen TNI Purn. Soedarmo, membuka secara resmi Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa XII (Musroprovlub) KONI Provinsi Maluku tahun 2025, untuk memilih Ketua Umum KONI Maluku masa bakti 2025-2029.

Musorprovlub XII kali ini mengusung tema “Konsolidasi Olahraga Menuju Maluku Jaya,” berlangsung di aula lantai 7 kantor Gubernur Maluku, Senin (3/2/25).

Hanya ada satu nama yaitu Muhammad Armyn Syarif atau Sam Latuconsina yang jadi calon tunggal Ketua Umum KONI Maluku masa bakti 2025-2029 dan kemungkinan terpilih secara aklamasi.

Waketum KONI mengatakan, pihaknya mendukung Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku terkait apa yang ingin dicapai untuk peningkatan prestasi olahraga di Bumi Raja-raja ini.

“Bersatu dan bekerjasama merupakan modal utama dalam pencapaian suatu tujuan, olehnya itu, semua stakeholder perlu bersama-sama saling bahu membahu dan bersinergi, untuk mendorong tercapainya prestasi olahraga pada berbagai event,” ucapnya.

Ia katakan, sangat penting membangun sinergisitas antara Pemerintah daerah, induk organisasi keolahragaan, pengurus cabang olahraga, pelatih dan atlet. Kekompakan semua elemen yang terlibat, akan menjadi modal yang kuat dalam meraih prestasi yang diinginkan.

“Terlebih lagi menyongsong PON ke-XXII tahun 2028 di NTT dan NTB, olehnya itu diharapkan mampu membawa prestasi olahraga di Maluku lebih baik dari sebelumnya yang hanya dua emas,” ungkap Soedarmo.

Lebih lanjut ditegaskan, Musorprovlub KONI Provinsi Maluku ini, harus dijadikan sebagai pemersatu untuk kebangkitan olahraga di bumi Al-Mulk.

“Bangun kerjasama dan komunikasi yang baik dengan Pemda. Jangan buat konflik antara KONI dengan Pemda. Kasihan atlit-atlit kita di Maluku. Saya harap ketua terpilih mampu mengemban amanah dengan baik,” harapnya.

Senada dengan itu, Pejabat (Pj) Gubernur Maluku Sadali Ie berharap, Musorprovlub KONI Maluku ini dapat berjalan aman, tertib dan lancar demi kemajuan prestasi olahraga di Maluku sebagaimana yang diharapkan, terutama mempersiapkan diri ke PON 23 tahun 2028 di Provinsi NTT dan NTB nanti.

“Prinsip dasar kehidupan olahraga, yang tidak boleh ditinggalkan siapapun yang masuk pengurus adalah menjadi pilihan pengabdian, jangan asal-asalan. Konsekuensi kita masuk pengurus, harus ada itikad luar biasa dan niat tulus, karena olahraga bukan lembaga karir,” ingatnya.

Organisasi keolahragaan lanjut Sadali, adalah organisasi masyarakat yang profesional, hal inilah yang menjadi prinsip dasar siapapun yang nanti terpilih menjadi ketua atau yang masuk dalam kepengurusan. Dinamika yang harus dibangun harus dalam koridor aturan main, keterukuran, dan kebersamaan

“Musyawarah luar biasa hari ini menghasilkan ketua umum yang terpilih oleh semua pihak, agar Maluku dapat mempersiapkan diri kedepan menuju PON ke-23 di NTT dan NTB nantinya,” pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam ajang multievent olahraga akbar empat tahunan di tahun lalu di Aceh-Medan, kontingen Maluku terperosok di peringkat ke-31 nasional dari 38 kontestan dengan hanya raih dua emas.

Padahal di empat edisi PON terakhir, XVII 2008 Kalimantan Timur, XVIII 2012 Kepulauan Riau, XIX 2016 Jawa Barat dan XX 2020 Papua, Maluku bercokol di peringkat 20 nasional.

Jika mencermati pernyataan Hendrik Lewerissa saat debat terakhir Pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Maluku, sebelum pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 27 November kemarin, sangat jelas terlihat jika kepengurusan KONI Maluku 2022-2026 lebih banyak dihuni para pensiunan dan politisi sempalan, ketimbang diperkuat teknisi dan praktisi olahraga berpengalaman, serta akademisi di bidang olahraga.

Diketahui, turut hadir dalam pembukaan Musroprovlub itu forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda), pimpinan OPD lingkup Provinsi Maluku, Ketua KONI Kabupaten Kota se-Maluku dan pimpinan pengprov cabang olahraga anggota KONI yang merupakan peserta. (NS-01)

Views: 33
Facebook
WhatsApp
Email