Branding Ambon City of Music Berlanjut, Ini Dua Kekuatan Utamanya
Ronny-Lopies-1536x1023

AMBON,Nunusaku.id,- Branding Ambon City of Music versi UNESCO terus berlanjut setelah Ambon Music Office (AMO) sebagai representasi Pemkot Ambon dalam mengurus City of Music menyerahkan laporan pertanggungjawaban ke UNESCO di bulan Juni tahun 2024.

Direktur AMO Ronny Loppies jelaskan, laporan pertanggung jawaban yang telah diserahkan terdiri dari dua bagian penting yaitu Creative Cities Contribution to UCCN’s Implementation (former Membership Monitoring Report) untuk bagian pertama.

Serta Creative Cities Contribution to Sustainable Development, in line with the MONDIACULT 2022 Declaration and UNESCO Culture Sector’s Priorities untuk bagian kedua.

Dikatakan, pada laporan tersebut juga terdapat pertanyaan-pertanyaan detail yang dibangun dalam dua bagian antara lain, bagian ke 1; menjawab pertanyaan penting terkait kontribusi Ambon City of Music terhadap program-program global.

Kemudian, inisiatif terbaik yang dilakukan di tingkat kota berdasarkan usulan rencana aksi 4 (empat) tahun untuk mencapai tujuan UCCN; inisiatif terbaik yang dilaksanakan melalui kerja sama antar kota dan internasional untuk mencapai tujuan UCCN.

“Lalu rencana aksi yang diusulkan untuk periode empat tahun mendatang; inisiatif yang dilakukan sebagai respons terhadap dan untuk pemulihan dari COVID-19. Sementara di bagian ke-2, menjawab berbagai pertanyaan yang bersifat umum,” jelasnya.

Ada juga tambahnya, bagian output dengan beberapa pertanyaan seperti bagaimana jaminan terhadap hak-hak budaya di Ambon berupa kepemilikan, identitas dan keragaman budaya yang terbangun; kesetaraan gender; adaptasi skill dan digitalisasi; inklusif dan pembedaan lingkungan digital.

Percepatan budaya dan pendidikan seni berupa inklusivitas dan kesetaraan akses terhadap budaya dan pendidikan seni; kontekstual dan pendidikan seni melalui budaya; investasi dalam budaya; ekonomi kreatif.

“Perlindungan dan pelestarian warisan budaya dalam hubungannya dengan perubahan iklim berupa lingkungan dan aksi iklim; perlindungan budaya dalam masa krisis; proteksi dan menjaga warisan; penanganan setelah masa krisis,” terang Loppies.

Secara komprehensif, tambahnya, keunggulan Ambon City of Music terletak pada program inovasi AMO yaitu Sound of Green (SoG) yang mengawinkan musik dan lingkungan dengan berbagai dampaknya terhadap sektor-sektor lain seperti pendidikan, literasi, infrastruktur seni, perubahan iklim dan lainnya.

“Kekuatan berikutnya yaitu pada tingkat partisipasi secara internasional dalam kluster musik dan lintas kluster kreatif dalam skema UNESCO Creative Cities Network atau UCCN,” akui Ronny.

Dengan keberlanjutan ini, maka Ambon City of Music diharapkan dapat menjadi perhatian semua pihak untuk membantu AMO dan lebih memfokuskan pembangunan kota yang berkelanjutan dengan daya ungkit budaya musik yang telah diakui dunia lewat UNESCO sejak 2019 dan akan dievaluasi kembali pada 2027. (NS/MC)

Views: 2
Facebook
WhatsApp
Email