
AMBON,Nunusaku.id,- Puasa Ramadhan 1445 Hijriah/2024 masuki hari ke-20. Meski sisakan 10 hari lagi menuju Lebaran Idul Fitri, Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Ambon tetap intens melakukan pengawasan dan uji sampel makanan berbuka puasa atau Takjil.
Uji laboratorium langsung di lapangan terhadap puluhan sampel Takjil pada dua titik penjualan sentral yaitu kawasan Batu Merah dan depan Masjid Al-Fatah Kota Ambon, Sabtu (30/3).
Kepala BPOM di Ambon Tamran Ismail katakan, BPOM melakukan pemeriksaan terhadap pewarna tekstil Rodamine B warna merah dan kuning pada beberapa sampel Takjil seperti bubur merah (bubur Ne), es buah, puding pelangi dan puding jagung.
Pasalnya pewarna-pewarna tersebut tidak boleh digunakan pada makanan, termasuk kosmetik. Selain itu, pada makanan tahu goreng, pempek dan roti juga diperiksa untuk memastikan ada tidaknya kandungan boraks dan pengawet formalin.

“Untuk Batu Merah dan Al-fatah masing-masing 13 sampel Takjil, totalnya 26 sampel yang kita ambil untuk dan diuji di mobil laboratorium lapangan BPOM,” tandasnya di pelataran masjid Al-fatah Ambon.
Setelah kurang lebih tiga jam diperiksa atau diuji 26 sampel kata dia, hasilnya semua Takjil yang dijual itu tidak mengandung bahan berbahaya dan aman dikonsumsi masyarakat.
“Kalau kandungan berbahaya lolos, tidak ada masalah. Aman dikonsumsi masyarakat. Bisa digunakan,” bebernya.
Ditambahkan, sebelum menguji 26 sampel Takjil hari ini, BPOM juga tambah Tamrin, beberapa waktu lalu telah juga menguji atau periksa 91 sampel Takjil di Kota Ambon dengan hasilnya juga tidak mengandung bahan berbahaya.
“Kalau soal higienitas/kebersihan, ada perubahan terpantau di Al-fatah, juga di Batumerah. Jualannya sudah dipakai etalase, penutup kain agar tidak terkontaminasi abu dan sebagainya,” urainya.
” Memang sebagian kecil juga masih terbuka jualannya, tanpa penutup. Kita advokasi/sampaikan agar jualannya dengan baik, pakai etalase atau ditutup pakai kain,” pungkas Tamran. (NS)





