BPBD Minta RT/RW & Kades/Raja Sigap Tanggapi Keluhan Warga Terdampak Bencana
IMG-20250623-WA0090

AMBON,Nunusaku.id,- Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dikeluhkan warganya yang terdampak bencana longsor dan banjir lantaran belum ada perhatian berupa bantuan yang diberikan.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Ambon, Frits Tatipikalawan menyebut, RT-RW maupun kepala desa (Kades)/Raja setempat sebagai aparatur pemerintahan dibawah harusnya lebih sigap dan gerak cepat (gercep).

“Sebenarnya keluhan itu bisa teratasi kalau RT/RW atau Kades/Raja tanggap. Atau paling cepat misalnya dalam jumlah banyak warga datang ambil kebutuhan bantuan di BPBD, nanti baru katong turun lapangan,” tandasnya via seluler kepada media ini, Senin (23/6/25).

Sebab menurut dia, jika BPBD berlakukan tindakan reaksi cepat (TRC) seperti aturan maka akan terlambat untuk membantu mengcover seluruh bencana di Kota. Kecuali bila dampak bencana hanya ada di satu atau dua titik TRC bisa berlaku dan bantuan disuplai.

“Ini dampak bencana kan masif, bukan satu atau dua titik. Jadi mesti harus saling support. Sumberdaya kita juga terbatas,” sebut Frits.

Dirinya mengakui, jika banyak keluhan masyarakat itu lantaran sinergi aparatur dibawah yang tidak jalan secara maksimal baik itu RT, RW maupun Kades/Raja dan Lurah bersama jajarannya ke atas.

“Lah ia seng jalan. Makanya pa Walikota tadi sudah rapat bersama katong dan memberikan arahan khusus. Mulai dari RT/RW, Kades, Lurah, Raja hingga Camat segera bentuk tim bersama BPBD untuk tangani dampak bencana,” tegasnya.

BPBD tambah dia, telah membentuk tim. Tinggal selanjutnya koordinasi lanjut, sambil data yang telah diberikan BPBD ke Kecamatan, Kelurahan, Desa/Negeri dikroscek ulang untuk dilengkapi jika ada yang masih kurang dan double data, atau mana warga yang belum dapat bantuan tanggap darurat.

“Sehingga mereka langsung bisa datang ambil warga punya kebutuhan di BPBD untuk disalurkan. Agar jangan ada masyarakat lagi yang keluhkan karena tidak dapat bantuan,” tandas Frits.

Menyoal ketersediaan stok logistik tanggap darurat di BPBD, dia mengakui, sangat tersedia dan pihaknya siap suplai sesuai bantuan yang dibutuhkan warga kota Ambon.

“Katong tetap membantu sebab stok masih ada. Kita sementara ini berlakukan ambil barang dulu atau hutang di toko. Supaya tetap tersedia stok jika dibutuhkan masyarakat. Jadi nantiĀ ada dana BTT (biaya tak terduga) cair baru dibayar,” ungkapnya.

“Jadi tidak ada alasan bahwa stok bantuan habis, tidak ada. Tetap kita upayakan tersedia. Stok opname logistik katong cek terus jumlahnya untuk suplai lagi dari toko bagi kebutuhan satu minggu kedepan. Kita pastikan tetap layani kebutuhan masyarakat, tidak ada alasan,” akunya.

Apalagi tambah dia, surat keputusan (SK) Walikota untuk masa tanggap darurat bencana di Kota Ambon telah dikeluarkan dan mulai berlaku hari ini hingga dua pekan kedepan atau selama 14 hari.

“Hari ini SK tanggap darurat sudah keluar. Selama 14 hari kedepan. Kita doakan agar bencana di kota Ambon segera berakhir dan tertangani semua dampak yang telah terjadi saat bencana 21 Juni lalu,” pungkasnya.

Diketahui, berdasarkan update terbaru dampak bencana yang dikeluarkan BPBD hari ini, Senin (23/6), terdapat dua korban jiwa meninggal dunia, tiga orang luka-luka dan 14 rumah rusak berat. (NS)

Views: 3
Facebook
WhatsApp
Email